Ketua Apindo Geram dan Potong Bicara Rocky Gerung karena Terus Kritik Carut Marut Pemerintahan Jokowi

Popnesia.com - Seorang pengusaha asal Kalimantan Timur memotong pembicaraan Rocky Gerung dalam sebuah seminar yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur.

Peristiwa ini terjadi saat seminar bertema "Politik Ekonomi dan Kita, Kini dan Nanti".

Acara ini tayang di channel YouTube TrilogiTV Channel berjudul "[ PANAZZZ ] BAPAK INI MOTONG CERAMAH ROCKY GERUNG, LIHAT YG TERJADI ... !" pada Selasa (3/2/2020).

Awalnya, Rocky Gerung berbicara tentang enviromental etchic.

"Kalau anda ke luar negeri orang tidak akan berbicara do you speak English? Orang akan tanya do you speak Enviromental ethic?," ujar Rocky Gerung.

"Anda bicara lingkungan apa tidak? Kalau anda tidak bicara lingkungan, maka anda disebut orang dungu," lanjut Rocky Gerung disambut tawa para hadirin.

Rocky lantas menyindir kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memindahkan ibu kota negara baru ke Kalimantan.

Menurut Rocky Gerung, Jokowi sebagai insinyur kehutanan bukannya menanam pohon tapi malah menanam beton di Kalimantan.

Padahal, kata dia, tata bahasa dunia saat ini adalah bicara tentang lingkungan bukan tentang finansial ekonomi.

Rocky lantas menerangkan tentang sistem ekonomi dunia yang saling terkait antara satu negara dengan negara lain.

Kemudian Rocky Gerung juga mengkritisi janji Jokowi mengenai pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen.

Janji Jokowi ini menurut dia bisa berdampak pada kehidupan para petani.

"Tidak ada sesuatu yang tidak terhubung dengan kebijakan negara," ujarnya.

"Jadi setiap kali saya kasih kritik bukan demi orang tapi demi hari ini dan nanti. Itu kritik." ucap Rocky Gerung. 

Tidak berhenti sampai di situ, Rocky Gerung juga mengkritik kebijakan Presiden Jokowi mengenai pemindahan ibu kota negara baru ke Paser, Kalimantan Timur.

"Kita hari ini seolah bergembira ibu kota akan dipindah ke Kalimantan Timur. Kenapa kita ga bilang bahwa jadikan Kalimantan Timur itu jadikan ibu kota burung, ibu kota oksigen bukan ibu kota pemerintahan," ucapnya.

"Presiden bilang akan seperti Dubai. Lima tahun lagi orang ga lihat Dubai. Apa Dubai itu, bangunan saja. Orang ingin melihat Samarinda sebagai ibu kota rindu, ibu kota keajaban dunia ada paru-paru. Kita berpikir ke depan," lanjut Rocky Gerung.

"Tapi apa tidak bisa kita jadi ibu kota pemerintahan sekaligus ibu kota rindu tadi?" timpal pemandu acara.

"Ibu kota negara mengundang kebisingan, mengundang perkelahian. Ga ada orang bisa pacaran dengan suasana perkelahian politik," jawab Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, Jokowi terinspirasi dari Kota Canberra, Australia, dalam membuat ibu kota baru.

Pada saat itu, kata Rocky Gerung, Jokowi datang ke atas bukit di Canberra, dan ingin membuat ibu kota baru seperti Canberra.

Namun kata Rocky Gerung, Jokowi lupa bahwa ada perbedaan kultur antara Canberra dan Indonesia.

Menurut dia, Canberra adalah kota yang sepi karena hanya berisi mahasiswa dan pegawai negeri.

"Canberra kota yang kosong karena isinya cuma pegawai negeri dan mahasiswa. Ga ada businessman bolak-balik ke situ untuk nyogok tapi Indonesia belum sampe ke situ kulturnya," sindir Rocky Gerung.

Menurutnya, jika ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, maka para koruptor juga akan ikut pindah.

"Memang kalau dipindah ke sini ibu kota, koruptor ga pindah ke sini? Pindah karena dia mau ketemu orang buat nyogok. Ga bisa nyogok lewat aplikasi kan. Jadi disitu kesalahan Pak Jokowi menganggap bahwa dia bisa bikin ibu kota baru sama seperti Canberra," tegas Rocky Gerung.

Rocky Gerung lalu membeberkan tradisi di Canberra.

Menurutnya, jam 2 malam di Canberra, lampu di gedung parlemen masih menyala.

"Pertanda minimal ada satu anggota dewan menyusun draf yang akan dia perdebatkan besok pagi. Karena dalam tradisi politik Australia, siapa yang terakhir keluar dari parlemen dia mesti matikan lampu. Jadi jam 2 malam orang masih lihat ada orang bekerja buat rakyat disitu," jelasnya.

Rocky lalu membandingkan dengan gedung DPR RI di Senayan.

"Di senayan, jam 2 siang, jangankan jam 2 malam, jam 2 siang di Senayan itu yang penuh bukan gedung DPR tapi plaza Senayan," ujarnya disambut tawa penonton. 

Mendengar penjelasan Rocky Gerung, Ketua Apindo Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo langsung memotong pembicaaan Rocky Gerung.

"Interupsi," kata Slamet.

Pemandu acara lalu mengizinkan Slamet berbicara.

"Saya melihat ya komentar anda ini semua serba carut marut pemerintah itu. Terutama juga ibu kota negara Indonesia. Jangan ada virus kepada (forum) ini untuk menggagalkan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur," kata Slamet.

Slamet lalu menantang Rocky Gerung untuk memaparkan visi misinya bagi negara ini jika Rocky menjadi presiden.

"Sekarang saya ingin tahu, kalau anda jadi presiden, apa yang anda pikirkan untuk negara ini untuk republik Indonesia ini dengan segala permasalahannya. Kita ingin dengar," tantang Slamet.

"Karena pengusaha ini terpengaruh dengan statemen-stamen anda," lanjutnya.

Slamet lalu menegaskan bahwa di forum ini tidak ada yang dungu.

"Disini ga ada yang dungu. Disini ga ada yang dungu bung Rocky. Mungkin di sana yang dungu disini ga ada yang dungu. Terima kasih," tegas Slamet.

Rocky Gerung lalu menjawab tantangan Slamet.

"Pertanyaannya kalau saya jadi presiden. Pasti saya akan berbohong lagi karena saya akan ikuti presiden sebelumnya yang berbohong," tegas Rocky.

"Justru tradisi itu mau kita hentikan. Supaya jangan orang tunggu jadi presiden untuk mengucapkan kebenaran," katanya lagi.

"Saya ga perlu tunggu jadi presiden untuk mengetahui bahwa setiap semen yang ditanam di ibu kota baru, sekian banyak cacing jenisnya punah, sekian banyak ular kabur dari situ dan satu waktu nanti di gua-gua yang ada di Berau, bukan lagi tapak tangan tapi lukisan pinokio," sindir Rocky Gerung. tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates: