Fakta PDP Meninggal Dunia di Medan, Ikut Rapat di Istana Negara, Warga Sempat Tolak Pemakaman

 Satu PDP Meninggal Dunia di RS Adam Malik Medan Positif Corona ...
Popnesia.com - Seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) sore.

Terkonfirmasi bahwa PDP tersebut adalah Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemkot Medan.

Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik selama dua hari dan akhirnya meninggal dunia.


Sempat rapat di Istana Negara

Meski belum dipastikan positif Covid-19, riwayat perjalanan PDP itu ditelusuri selama 14 hari terakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan PDP tersebut ternyata sempat mengikuti rapat di Istana Negara pada 11 Maret 2020.


"Tanggal 11 Maret 2020 sama-sama di Istana Negara, rapat masalah tanah Sari Rejo dan PTPN II. Namun, saya sudah pulang, beliau masih di sana," kata Akhyar.

Pekan berikutnya, 17 Maret 2020, PDP tersebut masih mengikuti apel dan belum menunjukkan gejala.

"Jadi, hari Selasa saya masih kontak via telepon dengan beliau, dia mengatakan sudah di RS Adam Malik," kata Akhyar.

ASN diminta cek kesehatan berkala 

Karena pejabatnya terindikasi virus corona, Akhyar meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) jajarannya untuk mengecek kesehatan.

 Akhyar pun mengaku rutin mengecek kesehatannya ke rumah sakit. 

"Saya rutin ke Rumah Sakit Umum dr Pirngadi memeriksakan kesehatan saya," kata Akhyar. 

Dia juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruang di kantor pemerintahan. 

Selain itu, pihaknya telah meminta ASN agar bekerja dari rumah, kecuali bagian pelayanan. 


Pemakaman sempat ditolak warga

 Kepala lingkungan setempat, Budi, menceritakan proses pemakaman PDP itu sempat ditolak warga sekitar. 

Padahal saat itu jenazah sudah dikeluarkan dari ambulans oleh sejumlah orang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mirip astronot. 

Penolakan muncul lantaran warga mengira jenazah adalah pasien positif corona. "Menolak-nolak gitu saja lah. Mereka tahu itu katanya corona, makanya warga keberatan dikebumikan di situ," kata Budi. Petugas medis pun sempat mau pingsan karena proses pemakaman yang menjadi lebih lama. 

"Kewalahan juga mereka menguburkan ya semalam tu. Sampai yang pakai baju astronot itu pun ada yang mau pingsan. Tak ada warga yang mendekat, jauh-jauh semua. 

Disterilkan. Jauh-jauh lah dari lokasi," kata Budi. Menurutnya, proses pemakanan jenazah akhirnya dilakukan saat hampir tengah malam. Sumber: Kompas.com

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Subscribe to receive free email updates: