Curhat ke Ayah, Siswi SMP Yang Menghilangkan Nyawa Bocah Ungkap Emosi Membaranya, Sebut Target Korban Selanjutnya

Popnesia,com - Sebelum menghilangkan nyawa bocah 6 tahun berinisial APA, NF (15) siswi SMP ini sempat menuliskan banyak curhatan disertai gambar.

Curhatan tersebut dituangkan remaja siswi SMP dalam bentuk buku dan juga papan tulis.


Dalam curhatannya, siswi SMP ini menyinggung soal perilaku sang Ayah kepada dirinya.

Curhatan pilu siswi SMP yang bunuh bocah 6 tahun ini diungkapkan pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Diketahui, Siswi SMP ini telah menghilangkan nyawa bocah 6 tahun pada Kamis (5/2/2020) dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi di rumahnya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Setelah dipastikan tewas, siswi SMP ini lantas menyimpan mayat sang bocah di dalam lemari.

Pagi harinya, dengan santai remaja ini menyerahkan diri ke polsek Taman Sari, Jakarta dan mengaku bahwa dirinya sudah menghilangkan nyawa.

Setelah pelaku menyerahkan diri, polisi pun mengumpulkan bukti-bukti berupa papan curhat dan buku curhatan.

Dalam curhatannya tersebut, NF ini menuliskan semuanya dalam bahasa Inggris.

"Anak ini cukup cerdas, berkemampuan bahasa Inggris cukup baik dan dia mengungkapkan berbagai perasaannya itu dalam berbagai tulisan," kata AKP Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro.

"Ungkapan perasaan dia tuliskan semua dan lebih menarik lagi bahwa apa yang dilakukan hari ini, ini sudah tergambar," tambahnya.

Rupanya curhatan tersebut juga menggambarkan apa yang dilakukan siswi SMP sebelum menghilangkan nyawa bocah 6 tahun.

Sebelum membunuh, pelaku sempat terlebih dulu mengajukan pertanyan, apakah dirinya nanti akan senang hati menyiksa korban atau malah tidak tega.

"Yang cukup menarik, dia juga sudah menulis 'mau siksa baby, dengan senang hati, atau gak tega/gak mau. Jelaskan mengapa. Ini seperti tes psikotes pilihan," imbuh AKBP Susatyo Purnomo.

Selain catatan, polisi juga menemukan beragam gambar wanita yang sedang menangis perih.

"Anak ini pintar menggambar," ujarnya.

"Kemudian juga berbagai catatan yang dia tulis di kertas, ini ungkapkan perasaan dan emosi pelaku," imbuhnya

Selain gambar wanita yang menangis, siswi SMP ini juag menggambarkan wanita yang terikat tali di tubuhnya.

Lantas, sang pelaku juga menuliskan curhatan penuh emosi yang ditujukan untuk sang ayah.

"Ini adalah gambar seorang wanita dengan terikat, lalu ada tulisan 'keep calm and give me torture," tambah sambil menunjukan buku catatan milik korban.

Coretan-coretan tangan pelaku menuliskan soal ayahnya, di antaranya "Please dad...don't make me mad, if you not want death. I will make you go to grave".

(Please ayah, jangan buat aku marah jika kamu tidak ingin mati. Aku akan membuatmu pergi ke kuburan)

Kemudian ada coretan lainnya "My dad is my crush, i want to leave my dad or my dad is death". (Ayah menghancurkanku, aku ingin meninggalkan ayah atau ayah yang meninggal)

Di lembar lain ada tulisan "Keep calm daddy bondage and give me torture". (Tetap tenang ayah dan beri aku siksaan).

Selain buku catatan harian, pelaku sang siswi SMP ini juga menuliskan kekecewaan dalam bentuk papan curhat

"Selain itu pula ada kekecewaan pelaku terhadap pelaku yang dituliskan dalam papan curhat," imbuh AKBP Susanto

Dalam isi papan curhat ini, tertulis beberapa kalimat dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

1. Tidak benci, hanya saja aku tenggelam emosi.

2. I'll learn to change my life, but I need more time. (Aku akan belajar mengubah hidupku, tapi aku butuh banyak waktu).

3. I will always love you. Who? Unknown. (Aku akan selalu menyayangimu. Siapa? Tak tahu).

4. I'm the teen that couldn't control of emotional. (Aku anak muda yang tak dapat mengontrol emosi).

5. Bukan membantah hanya beragurmen.

Kronologi Pembunuhan: Ditenggelamkan ke dalam kamar mandi dan Mengaku Sendiri ke Polisi

"Jadi dia melaporkan diri dan mengaku saya telah melakukan menghilangkan nyawa, lapornya di Polsek Metro Tamansari," kata Heru Novianto di lokasi kejadian, Jumat (6/3/2020).

Menurut Heru pelaku cukup tega melakukan aksi menghilangkan nyawa ini, sebab dari olah TKP dan keterangan pelaku, NF yang juga seorang remaja putri ini menghabisi bocah 6 tahun itu dengan menyelupkan kepala korban ke dalam kamar mandi

"Cara menghilangkan nyawanya yaitu dimasukan ke dalam bak. Jadi si anak di ajak ke kamar mandi kemudian disuruh mengambil mainan yang ada di dalam, lalu di tenggelamkan kepalanya," katanya.

Setelah korban lemas, diangkat begitu saja, kemungkinan korban tewas karena kehabisan oksigen, selanjutnya pelaku mengikatnya dan diletakan di dalam lemari.

"Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore akhirnya disimpan di dalam lemari. Setelah disimpan dalam lemari. Besok paginya si tsk ini akan membuang tapi bagaimana caranya dia bingung," katanya.

Keesokan harinya, pelaku berusaha beraktifitas seperti biasa pergi ke sekolah, namun rupanya pelaku juga membawa baju penganti di dalam tas, korban sempat binggung untuk membuang jasa korban.

Seketika itu, pelaku pun akhirnya mengurungkan niatnya berangkat sekolah meski sudah berada di luar rumah, pelaku langsung menganti pakaian dan melaporkan diri jika telah melakukan menghilangkan nyawa ke Polsek Tamasari.

"Akhirnya dia berangkat ke sekolah pakai seragam. Tapi ditengah jalan dia tidak sekolah dan berganti pakaian yang sudah disiapkan dan pada saat itu dia melaporkan diri," paparnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan



Artikel ini telah tayang di sripoku.com 

Subscribe to receive free email updates: