14 Hari Bima Arya bakal Diisolasi, Lantaran.....


Popnesia.com - Di tengah merebaknya virus corona atau Covid-19 yang membuat panik banyak orang, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto masih manjalankan tugasnya.

Ia bersama istri tercintanya, Yane Ardian, kini tengah melawat ke Azerbaijan untuk melakukan kunjungan kerja.

Dengan demikian, orang nomor satu di Kota Bogor itu bakal menyandang status Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan harus diisolasi selama 14 hari sebelum menjalankan rutinitasnya sebagai wali kota.

Berdasarkan jadwal agendanya, Bima melakukan pertemuan dengan Dubes RI untuk Republik Azerbaijan. Wali Kota Bogor sudah empat hari berada di Azerbaijan dan rencanaya akan pulang pada Senin pekan depan.

Bima juga mengaku bersedia untuk dilakulan pemeriksaan kesehatan.

“Pasti (siap diperiksa), semuanya tanpa terkecuali (siap dipantau),” kata Bima.

Meski Turki sudah mengumumkan kasus pertama corona, Suami Yane Ardian mengaku tak khawatir tertular virus tersebut.

“Sejauh ini baru satu kasus corona di Turki. Pemerintah Turki bergerak cepat di awali dengan membatasi akses dari negara terjangkit. Di bandara pun kita di periksa ketat,” paparnya.

Tak hanya sang suami Bima Arya Sugiarto, sang Istri Yane Ardian yang setia mendampingi selama di Azerbaijan mengaku tidak merasa keberatan, jika dirinya bersama sang suami mesti masuk dalam kategori ODP Corona saat kembali ketanah air nanti.

Wanita kelahiran 01 Juli 1979 ini juga siap, kooperatif saat menjalani pemeriksaan nantinya.

“Tentu saja (tidak apa jadi ODP), aturan kan memang harus diikuti oleh semua. Kami juga siap menjalani pemeriksaan, sesuai dengan program dan ketetapan yang berlaku,” ujar Yane saat dikonfirmasi Metropolitan.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor itu juga menghimbau kepada masyarakat, agar senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

“Cuci tangan pakai air bersi dan yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak yang maha kuasa. Jadi tidak parno dan lebay,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, secara umum orang yang ditetapkan dalam ODP, merupakan masyarakat dengan status sehat dan belum menunjukan gejala sakit.

Meski begitu, ditetapkan seseorang dalam status ODP lantaran orang tersebut pernah bepergian ke negara episentrum corona.

Dalam waktu 14 kedepan, secara prosedur Bima dan sang istri dalam pemantauan petugas kesehatan hingga melewati 14 hari, dengan tanpa gejala apapun. Ada baiknya, Retno juga menyarankan agar setiap warga yang pulang ke Indonesia dari luar negeri untuk beraktivitas di rumah terlebih dahulu.

“Untuk memulihkan kondisi,” tukasnya.

Ditetapkannya seseorang sebagai ODP, bisa juga karna mereka pernah melakukan kontak dengan orang yang diduga positif corona atau bepergian ke negara dengan penyebaran kasus virus corona yang masif. Sehingga perlu dilakukan pemantauan.

“Biasanya kami awasi selama 14 hari untuk memastikan, karna prosedur yang diterapkan Kementrian Kesehatan memang seperti itu,” katanya kepada awak media, kemarin.

Pada fase ODP, sambungnya, masyarakat masih bisa beraktifitas seperti biasa. Hanya saja, mereka mesti diperiksa secara simultan, untuk memastikan kondisinya dari waktu ke waktu.

“Kalau selama dipantau timbul gejala, maka orang tersebut harus segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan atau dirujuk ke rumah sakit. Kalau selama 14 hari OPD tidak menunjukan satu gejala apapun, maka dipastikan orang tersebut sehat. Hal ini sesuai dengan panduan dari Kementrian Kesehatan,” bebernya.

Data kasus virus corona yang menimpa warga Kota Bogor sempat beredar di grup WhatsApp dan sosial media dalam bentuk foto. Data tersebut ditulis dalam sebuah slide

“Data Covid-19 Kota Bogor Update tgl. 10-03-2020”.

Dalam slide tersebut terdapat 20 warga Kota Bogor yang masuk dalam kasus Covid-19 dengan keterangan tempat, jumlah kasus dan jenis kelamin.

Adapun rinciannya yakni Puskesmas Bogor Timur dengan dua kasus yang menimpa satu perempuan dan satu laki-laki.

Puskesmas Bondongan dengan tiga kasus, Gang Kelor dengan dua kasus, Semplak dengan dua kasus, Pasir Mulya dengan satu kasus, Sindang Barang dengan satu kasus, Sempur dengan tiga kasus, Tanah Saeral dengan dua kasus, Mekarwangi dengan satu kasus, Kedung Badak tiga kasus, dan Puskesmas Tegal Gundil satu kasus.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyatakan data tersebut merupakan orang dalam pemantauan (ODP). Data tersebut didapat berdasarkan adanya laporan terkait dengan riwayat berpergian yang bersangkutan ke luar negeri.

“Ketika ada riwayat dari negara terjangkit dipantau, dalam waktu rentan 14 hari masa incubasi, kita wajib pantau,” ungkap Retno. (metropolitan,id)

Subscribe to receive free email updates: