Sudah 30 Kali Rapat Terbatas Dalam 4 Bulan Bersama Presiden Jokowi, Erick Thohir Curhat Begini



Popnesia.com - Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri acara pembukaan Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) 2020 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (12/2). Ini merupakan kegiatan tahunan PMMB yang diadakan Forum Human Capital Indonesia bersama BUMN dan Kementerian BUMN.

Erick yang seharusnya datang pagi tadi, diundur siang hari. Dia baru memberikan sambutan pada pukul 13.28 WIB karena harus menghadiri rapat terbatas (ratas) dadakan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Erick pun curhat, baru empat bulan jadi menteri tapi sudah banyak menghadiri ratas.

"Pertama, saya mohon maaf dulu nih karena mestinya terjadwal tadi pagi, tapi karena presidennya gila kerja, saya baru 4 bulan jadi pembantu beliau, mungkin sudah ada lebih dari 30 ratas," kata dia.

Meski jadwal ratas padat, menurutnya itu bukan agenda rapat asal-asalan. Sebab, harus memastikan program pemerintah berjalan.

Sebagai Menteri BUMN, mayoritas ratas yang digelar Presiden Jokowi, kata dia, harus dihadiri oleh dirinya. Seperti agenda ratas hari ini, ada dua agenda sekaligus yakni ratas untuk percepatan investasi dan juga mengenai persaingan industri baja. 

"Kebetulan mayoritas ratas saya harus datang. Ini nasib. Jadi saya juga tidak mau katanya kita sebagai pemimpin jadi teladan tapi diawali pertemuan aja udah telat. Jadi ini bukan alasan," ujarnya.

Adapun di acara PMMB ini, Erick mengaku mengapresiasi para rektor dan mahasiswa yang datang. Dia pun mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim karena ingin antar kementerian bersinergi.

Usai acara ini, Erick mengaku bakal bertemu dengan Belva Devara yang merupakan pendiri Ruang Guru. Erick ingin belajar bagaimana proses pendidikan di BUMN bisa mudah dilakukan. Selain itu, dia juga ingin BUMN mengalokasikan dana sosial perusahaan 30 persennya untuk disumbangkan ke pendidikan.

"Saya jg bukan tipe wacana tapi konkret. Jadi saya adakan perubahan salah nantinya dana CSR di BUMN akan dimaksimalkan 30 persen untuk pendidikan. Sebab kekurangan bangsa kita suka tidak suka bagaimana pendidikan kita yang akan datang," kata Erick Thohir.

Kumparan.com


Subscribe to receive free email updates: