LL Tersangkut Narkoba, Gebby Vesta Beri Pesan Telak hingga Bilang Soal Karma

Popnesia.com - Kabar buruk tengah menimpa Lucinta Luna. Artis yang satu ini tersangkut narkoba sehingga diamankan oleh pihak kepolisian.

Kabar penangkapan Lucinta Luna bahkan ramai dibicarakan di media sosial. Satu di antaranya dibahas oleh, Gebby Vesta.

Melalui akun Instagram, Gebby membuat sejumlah postingan yang menyinggung nasib buruk yang menimpa Lucinta.

Ia bahkan menuliskan pesan menohok yang menyinggung Lucinta Luna.

"Allah don't sleep

Gue selalu bilang kasihan ke mami @zega_real saat mami nyaranin laporin dia ke polisi

walau banyak bukti kejahatan dia, mami selalu nanya kenapa gue masih baik sama dia,

dan gue selalu bilang nunggu dia ada etikad baik minta maaf

tapi Allah lebih sayang sama gue dan mami,

akhirnya dia keciduk dengan kasus yang lebih parah," tulisnya.

Kemudian, ada lagi postingan lain yang juga menyinggung soal Lucinta Luna di Insta Story Gebby Vesta.

"Gue gk pernah bohong kan kalau dia pemake narkoba, karna gue kenal dia dari 2006 dan tau banget...

skr semesta memberi pelajaran buat orang sombong," tulisnya.


Tak hanya di Insta Story, di feed Instagram pun Gebby Vesta membuat postingan soal Lucinta Luna.

Ia bahkan membagikan foto baru Lucinta yang mengenakan masker.

Pada keterangan fotonya, Gebby juga menandai akun Lucinta Luna dan membahas soal karma.

"Siap2 pake Baju oranye ya bang @lucintaluna ketahuan skr kehalluan loe karna emang pemake narkoba dan ada barang bukti puluhan dumolit, inex dll

@zega_real @mellybradley91 @stasyabwar26 @aline.lie07
Karma itu instan kan sayang...

pake Gojek dan grab nah Kemaren di Bali pesta2 mau rayain katanya mau penjarain gue, eh Allah gk tidur..
orang jahat pasti Allah akan kasi bala mala petaka," tulis Gebby Vesta.



 Seperti diberitakan sebelumnya, Lucinta Luna ditangkap polisi pada Selasa (11/2/2020).

Ia diamankan pihak Satnarkoba Polres Jakarta Barat di apartemen Thamrin City.

Seperti yang dimuat Kompas.com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Lucinta dibawa ke Polres Jakarta Barat.

Sang artis disebut positif benzodiazepin setelah melakukan tes urine.

Diketahui, kandungan tersebut merupakan golongan dari psikotropika.

"Inisial LL positif mengandung benzodiazepin. Itu masuk dalam golongan psikotropika," kata Kombes Yusri.

Ketika diamankan polisi, ditemukan obat jenis tramadol dan riklona di dalam tas Lucinta Luna.

"Ada dua jenis obat dari tas Lucinta Luna, pertama tramadol dan Riklona.

Ini adalah obat penenang dan masuk golongan psikotropika," katanya.

Kemudian, disebut juga ditemukan tiga butir narkoba jenis ekstasi di dalam keranjang sampah.

Diketahui, Lucinta bukan satu-satunya orang yang diamankan polisi.

Pihak kepolisian juga mengamankan tiga orang lainnya berinisial N, D, dan H.

Postingan Lain Soal Lucinta Luna

Beberapa waktu lalu, melalui akun media sosialnya di Instagramnya Gebby Vesta memposting rekaman suara asli Lucinta Luna.

Dalam video itu menunjukkan rekaman diduga suara Lucinta Luna saat melakukan percakapan.

Pada rekaman itu terdengar suara Lucinta Luna yang sedang berujar.

Anehnya di detik terakhir saat Lucinta tertawa, suaranya berubah menjadi seperti suara pria.

Gebby Vesta mengatakan dalam video itu, bahwa rekaman itu adalah surprise untuk para pendengarnya.

"Nah guys ini surprise."

Pada rekaman selanjutnya, suara orang diduga Lucinta Luna semakin terdengar jelas.

Ia berkata "lihat akting gua, gua udah kirim," ujarnya dengan suara pria.

Gebby mengatakan rekaman suara Lucinta Luna itu direkam saat Lucinta Luna mabuk.

Tak hanya itu, Gebby juga sempat memposting foto KTP diduga milik Lucinta Luna.

Dalam postingan tersebut Gebby Vesta memberikan keterangan yang membuat warganet terkejut.

Terlihat dari foto KTP tersebut ada potret Lucinta Luna.

Ia memiliki rambut sebahu.

Tertera KTP tersebut belum setahun terbit.

Pada bagian bawah foto tertulis tanggal terbit KTP itu adalah pada 4 Oktober 2018.

Namun nama yang tertera pada KTP itu adalah nama Muhammad Fatah.

Tempat tanggal lahirnya tertera Jakarta 16 Juli 1989.


Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id 

Subscribe to receive free email updates: