Kesal PSI Banyak Protes Anies Baswedan, Sekda DKI Saefullah Emosi: Baru Start, Sempritnya Banyak Banget


Popnesia.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah heran Gubernur DKI Anies Baswedan terus menerus dicecar soal bukti kerja. 

Kejengekelannya diluapkannya pada acara Mata Najwa, Rabu (26/2/2020), saat Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian menyindir hasil kerja naturalisasi sungai yang menurutnya tidak maksimal. 

Saefullah menegaskan bahwa dalam jangka waktu dua tahun, sudah banyak hal yang dikerjakan oleh Anies. 

Dikutip dari video YouTube Najwa Shihab, Kamis (27/2/2020), awalnya Pakar Tata Kota Nirwono Yoga mengatakan bahwa idealnya normalisasi dan naturalisasi dilakukan secara bersamaan. 

Hal tersebut ia katakan berdasarkan contoh-contoh yang dilakukan oleh beberapa negara maju seperti Jerman, Australia, dan Jepang. 

Menanggapi kesimpulan dari Nirwono, Saefullah ikut setuju dan menyatakan bahwa keduanya akan segera dikerjakan. 

"Yang penting mau normalisasi, mau naturalisasi, yang penting kita kerjakan saja," tegas Saefullah yang disambut tepukan tangan dari narasumber dan audiens. 

Mendengar pernyataan Saefullah, Najwa balik bertanya. 

Ia heran dengan pernyataan Saefullah, Najwa menduga keduanya justru belum dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. 

"Dan sejauh mana itu sudah dikerjakan Pak? Karena kalau bilang begitu seolah-olah belum dikerjakan nih," tanya Najwa. 

Pertanyaan dari Najwa mengubah reaksi audiens dan narasumber yang tadinya meriah dengan tepukan tangan, menjadi tawa. 

Lalu Saefullah menjelaskan salah satu proyek naturalisasi atau normalisasi yang telah digarap Pemprov DKI. 

Proyek tersebut berada di Kali Cipinang Melayu. 

"Kan kali di Jakarta ini bukan hanya satu, Ciliwung, ada 13," kata Saefullah. 

"Tahun kemarin, ada kali namanya Cipinang Melayu, itu juga dari tahun ke tahun banjir, persoalannya apa? Sungainya kurang lebar." 

Saefullah menjelaskan Pemprov DKI telah melakukan pembebasan lahan, sehingga hanya tersisa PR untuk menggarap lahannya saja. 

"Sudah kita bayar kemarin, tahun 2019, tinggal sekarang dieksekusi fisiknya." 

"Itu nanti mau dinamain naturalisasi, mau normalisasi, terserah aja, yang penting sudah kita bayar, kita kerjain, terus kita masukin saluran air di bawah Kali Malang." 

"Harapan kita tahun 2020 ini warga Cipinang Melayu bebas dari banjir," imbuhnya. 

Mendengar penjelasan Saefullah, Politisi PDIP Johny Simanjuntak mempertanyakan apakah Anies tidak keberatan jika proyek itu dinamai normalisasi. 

"Tapi Pak Gubernur setuju enggak namanya normalisasi?" tanya Johny yang disambut tawa audiens. 

"Beliau enggak ada masalah mau normalisasi, mau naturalisasi," jawab Saefullah. 

"Beliau juga sudah satu pikirian, yang penting kita kerjakan aja," lanjutnya. 

Saefullah: Sempritnya Banyak Banget 

Sindiran kembali datang dari PSI, Justin menyindir Anies yang ia anggap telat bekerja. 

"Kerjain mestinya dari awal dong," kata Justin. 

Saefullah kemudian menjelaskan bahwa masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI masih panjang, masih ada waktu untuk melakukan berbagai program kerja. 

Ia heran Anies mendapat begitu banyak protes di umur masa jabatannya yang masih muda. 

"Beliau belum berakhir, kita terima kasih dikasih input di tengah jalan seperti ini," katanya. 

"Beliau masih tiga tahun, jadi baru start ini, baru start kok sempritnya banyak banget, semprit kiri, semprit kanan, semprit atas," tambah Saefullah. 

Saefullah kemudian memaparkan program kerja Anies selama dua tahun dalam permasalahan banjir. 

Ia kemudian menyebut contoh proyek yang telah digarap oleh Pemprov DKI adalah pembangunan pedestrian. 

Najwa lalu menanyakan apa hubungan pedestrian dengan banjir. 

Saefullah menjawab justru saluran air juga ikut dibereskan, saat membenahi pedestrian. 

"Pada saat merapikan pedestrian, saluran di bawahnya juga dirapikan," katanya. tribunwow

Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-3.00: 


Subscribe to receive free email updates: