Jawaban Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Saat Diingatkan Warga Soal Susur Sungai Bikin Dosen UGM Emosi

Popnesia.com - Pramuka SMPN 1 Turi Saat Diingatkan Warga Soal Susur Sungai Bikin Dosen UGM Emosi

TRIBUNJATIM.COM, JOGJA - Tragedi susur sungai Sempor rupanya menarik perhatian seorang dosen UGM atau Universtitas Gajah Mada.

Bahkan, sang dosen tampak emosi di postingan yang ditulisnya.


Simak selengkapnya:


Tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 korban siswa yang hanyut di Sungai Sempor saat mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai.

Saat ini, ada 1 korban lagi yang masih belum ditemukan.

"Pukul 10.15 WIB ditemukan satu korban," ujar Koordinator Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, Sabtu (22/2/2020).

Korban ditemukan tim SAR di daerah DAM Lengkong dan berjenis kelamin perempuan.

"Jadi total yang sudah ditemukan 9 orang, dan 1 masih dalam pencarian," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan menuturkan, korban saat ini langsung dibawa ke Puskesmas Turi.

"Menuju Puskesmas Turi untuk dilakukan identifikasi," bebernya.

Tim SAR gabungan sampai saat ini masih terus melakukan proses pencarian terhadap 1 korban lagi.

Jarak pencarian dilakukan dengan menyusur sungai.

"Kira-kira tim pencarian jaraknya sekitar 6-7 km dari titik awal kejadian," ungkapnya.

Berikut daftar korban tewas yang diidentifikasi berdasarkan data BPBD Sleman:

1. Sovie Aulia (8C/Perempuan/15th/Klinik SWA) da Sumberejo RT 22/RW6, Kaliurang, Srumbung, Magelang. Sudah dibawa pulang keluarga ke Magelang;

2. Arisma Rahmawati (7D/Perempuan/13th/Klinik SWA-Pusk Turi) da Ngentak RT 2/RW 23, Tepan, Bangunkerto, Turi. Sudah dibawa pulang keluarga;

3. Nur Azizah (8A/Perempuan/15th/Klinik SWA) da Kembangarum RT 2/RW 30 Donokerto, Turi. Sudah dimakamkan;

4. Lathifa Zulfaa (8B/Perempuan/15th/Pusk Turi) da Kembangarum RT 4/RW 33 Donokerto, Turi. Teridentifikasi DVI pkl 00.00 WIB;

5. Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah (7C/Perempuan/14th/Pusk Turi) da Karanggawang RT 5/RW 25 Girikerto, Turi. Diambil keluarga pkl 21.00 WIB;

6. Evieta Putri Larasati (7A/Perempuan/13th/Pusk Turi) da Soprayan RT 4/RW 19 Girikerto, Turi. Sudah diambil keluarga pkl 21.36 WIB;

7. Faneza Dida (7A/Perempuan/13th) da Glagahombo RT 3/RW 19 Girikerto, Turi;

8. Korban perempuan ditemukan pukul 10.15 WIB di daerah DAM Lengkong;

9. Korban perempuan ditemukan pukul 10.35 WIB di DAM Polowidi.

2 jasad korban yang ditemukan hari ini merupakan bagian dari 3 korban yang belum ditemukan, yakni:

1. Yasinta Bunga (7b/Perempuan/13th) da Dadapan RT 5/RW 27, Donokerto, Turi. Ciri²: di pipi ada tahi lalat, tinggi ±150cm, 40kg, kulit putih, rambut agak keriting sepinggang;

2. Zahra Imelda (7D/Perempuan/12th) da Kenteng, Wonokerto, Turi. Ciri²: hitam manis, tinggi 140 cm, rambut sebahu bergelombang, agak kurus;

3. Nadine Fadilah (7D/Perempuan/12th) da Kenaruhan RT 5/RW 18 Donokerto, Turi. Ciri²: kecil, kurus, kuning langsat, tinggi 140cm.

Sudah Ada Peringatan Cuaca

BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, sudah ada peringatan akan terjadinya hujan jelang berlangsungnya susur sungai oleh SMPN 1 Turi.

Dalam peringatan yang dikeluarkan BMKG, kawasan Sleman dan sekitarnya diperkirakan turun hujan berintensitas sedang hingga lebat.

Hujan yang disertai petir dan angin kencang disebut akan berlangsung pada Jumat (21/2/2020) siang, hingga pukul 18.35 WIB.

"Pada waktu tersebut SMPN 1 Turi Sleman melaksanakan kegiatan Pramuka di luar sekolah dengan kegiatan di antaranya susur sungai di Lembah Sempor," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, dalam keterangan tertulisnya.

Biwara mengatakan, saat susur sungai berlangsung, tiba-tiba ada aliran air dari hulu yang menghanyutkan siswa.

Kemunculan aliran air itu diperkirakan akibat adanya hujan di hulu Sungai Sempor.

Ada 250 siswa yang sempat terbawa arus sungai, 9 di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan tewas.

Sedangkan Kepala Dusun Dukuh, Tartono (54) menceritakan, awalnya warga mendengar pengumuman dari masjid kalau ada siswa yang hanyut di Sungai Sempor.

"Tadi sekitar jam 14.30 WIB warga dengar pengumuman di masjid."

"Spontan warga langsung datang ke sungai untuk menolong," ujar Tartono saat ditemui di lokasi, Jumat (21/02/2020) sore.

Menurutnya, di wilayahnya tidak turun hujan, namun, bagian utara memang hujan deras, sehingga arus Sungai Sempor menjadi cukup deras.

Warga Sudah Ingatkan Bahaya

Sedangkan Dosen UGM, Bagas Pujilaksono Widyakanigara meminta sekolah mulai dari kepala sekolah hingga pembina Pramuka dipidanakan atas peristiwa ini.

Bagi Bagas Pujilaksono Widyakanigara, insiden ini adalah kecerobohan sekolah.

Berikut posting-an lengkapnya:

#PIDANAKAN KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI TURI 1, SLEMAN yogyakarta.

#Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

#Salam berduka yang mendalam,
Berita hanyutnya beberapa murid SMP Negeri Turi 1 dan menelan korban jiwa, bukan musibah. Murni kebodohan, dan keteledoran Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka.

KEPALA SEKOLAH, GURU-GURU DAN PEMBINA PRAMUKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN HANYA MINTA MAAF!

Musim hujan, anak didik disuruh susur sungai? Mengapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramukanya yang susur sungai? Otaknya dimana?

Saya dapat informasi, kalau acara susur sungai sudah diingatkan warga. Namun gurunya menjawab mati hidup ada di tangan Allah...guru g*bl*g! Kenapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1 yang mati? Kenapa harus anak didik?

Pidanakan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1, Sleman.

Perlu ada evaluasi menyeluruh perihal pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah.

Saya sangat sedih dan berduka yang mendalam.

Terimakasih. Viralkan!

Yogyakarta, 2020-02-21
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara)



Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com

Subscribe to receive free email updates: