Raja & Ratu Keraton Agung Sejagat Sah Pakai Baju Tahanan, Terkuak Sumber Uang Totok Santoso

Popnesia.com - Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat resmi memakai baju tahanan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan.

Setelah sebelumnya menggegerkan publik Tanah Air, Totok Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) kini justru terancam pasal berlapis.

Pihak kepolisian juga mengungkap sumber uang kedua tersangka untuk mengoperasikan Keraton Agung Sejagat tersebut.


Melansir Tribun Jateng dalam artikel 'Foto Penampilan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat saat di Mapolda Jateng' Totok dan istrinya diancam pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Tak sampai di situ, keduanya juga diduga melanggar pasal pasal 14 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Dituturkan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pil Iskandar Fitriana, kedua pelaku tersebut juga dimungkinkan diancam pasal-pasal lainnya

"Selain pasal penipuan dan pasal 14 UU RI No 1 tahun 1946, kedua pelaku dimungkinkan akan diancam pasal lainnya," ujar Kombes Pol Iskandar kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/1/2020).

Sudah ada 17 orang yang diperiksa terakait berdirinya kerajaan KAS di Kabupaten Purworejo yang meliputi anggota keraton hingga warga sekitar.

Dalam penyelidikan ini, terungkap pula modus yang digunakan kedua pelaku untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut penuturan Kombes Pil Iskandar, pelaku mematok tarif tertentu kepada setiap orang yang ingin bergabung menjadi anggota.

Setidaknya, untuk menjadi anggota Keraton Agung Sejagat, anggota diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 3 juta hingga Rp 30 juta.

Besaran tiket masuk yang diberikan anggota pun ternyata berpengaruh pada jenis jabatan di kerajaan tersebut.

Semakin tinggo uang yang dibayarkan, maka semakin tinggi pula jabatannya

"Apabila nominal tiket masuknya semakin besar atau tinggi, maka anggota tersebut akan diberikan jabatan yang tinggi dalam KAS," jelasnya.

Hal ini berbeda dari pengakuan Totok Santoso Hadiningrat yang sebelumnya mengklaim dapat membayar anggotanya 100 hingga 200 dollar setiap bulannya.

Menurut pengakuan Totok, uang yang ia miliki bersumber dari sebuah bank di Swiss.

Melalui organisasi Jogja Development Comiittee (Jogja DEC), Totok pernah menjanjikan membagikan uang sebesar 100 hingga 200 dollar AS per bulan kepada setiap anggotanya.

Uang tersebut diklaim berasal dari sebuah bank di Swiss yang menyimpan Esa Monetary Fund.

Sebuah dana, yang disebut Totok, akan dibagikan kepada warga untuk memberi kesejahteraan kepada warga Indonesia.

Namun, janji yang terucap dari Totok tersebut terbukti palsu.

Sebuah berita pada 2016 menyebut banyak anggota Jogja DEC memilih mundur karena janji pembagian uang tersebut tak pernah terwujud.

Lalu bagaimana cara Totok meluluhkan hati orang untuk bergabung dalam kerajaannya?

Cara Totok Gaet Anggota

Seperti diketahui, Totok cukup aktif memperbarui unggahan media sosialnya dengan konten-konten beraroma perdamaian.

Bahkan ia menganggap dirinya orang yang penting dan dapat mencegah terjadinya World War III yang ia prediksikan terjadi tahun 2020.

Salah satu isi postingannya adalah sebagai berikut.

"If World War I and World War II had occured then World War III does not have to happen because the war only bring disaster and destruction as well as misery for the inhabitants of the earth," begitu bunyi tulisan dalam foto yang diunggah Totok.

Dari pernyataan inilah banyak yang menganggap bahwa Totok Santoso merupakan sosok yang penting dan memiliki kekuasaan tingg.

Oleh karenanya, banyak orang berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai anggota Keraton Agung Sejagat.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelda Daniel menjelaskan, Totok Santoso juga memiliki cara tersendiri untuk meyakinkan calon pengikutnya.

Yakni dengan mengumpulkan identitas dari PBB.

"Jadi dia itu meyakinkan orang-orang dengan mengumpulkan kartu-kartu identitas dari PBB, United Nations agar dia dianggap punya kredibilitas dan berkuasa sebagai seorang raja," ujar Rycko, dikutip dari Kompas dalam artikel Ini Alasan Toto Dirikan Keraton Agung Sejagat hingga Mampu Rekrut Ratusan Pengikut

Pengikut Keraton Agung Sejagat juga diwajibkan memberikan dana dengan cara iuran dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

"Berbekal penyebaran keyakinan dan paham apabila bergabung dengan kerajaan akan bebas dari malapetaka dan perubahan nasib ke arah yang lebih baik. Jika tidak bergabung akan berlaku sebaliknya," ucap Rycko.

Diwartakan sebelumnya, pasangan suami-istri yang mengklaim akan menguasai dunia itu ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Jateng pada Selasa (14/1/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

Menurutnya, kedua pelaku ditangkap saat dalam perjalanan ke Markas KAS di Desa Pugong Jurutengah RT 3 RW 1, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Dalam penangkapan tersebut, Ditreskrimum Polda Jateng mengamankan juga sejumlah barang dan alat bukti di antaranya, KTP kedua pelaku, dokumen palsu berupa kartu-kartu keanggotaan, dan belasan saksi dari warga setempat.

Saat KTP kedua pelaku diperiksa, nama istri dari Sinuhun Totok ternyata bukan Ratu Dyah Gitarja, melainkan bernama Fanni Aminadia (41).



Artikel ini telah tayang di surya.co.id 

Subscribe to receive free email updates: