Politisi PSI Nilai Pembelaan Haikal Hassan pada Anies Baswedan Hanya Baper: Harus Berhenti Berkelit


Popnesia.com - Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI, Justin Andrian mengkritik keras Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait masalah banjir yang melanda Ibu Kota pada awal 2020.

Justin Andrian tidak setuju dengan pendapat Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan yang menyebut Anies Baswedan merupakan korban assasination se-Indonesia.

Sedangkan assasination merupakan tindakan untuk membunuh karakter seseorang demi kepentingan politik, ekonomi, atau motif lain.

Menurut Justin, anggapan assasination itu hanya karena terbawa perasaan dengan kritik-kritik yang terjadi.

"Jadi begini ya setelah itu karakter assasination yang tadi juga dilakukan juga, ini saya juga agak setuju itu agak bawa perasaan saja," ujar Justin.

Justin menilai, Anies wajar dikritik oleh banyak masyarakat termasuk warga di luar Jakarta, lantaran ibu kota merupakan tempat yang menjadi sorotan.

Selain itu, jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) juga paling banyak.

"Kenapa Anies jadi spotlight karena inilah merupakan resiko memimpin ibu kota Jakarta."

"Lalu Anies adalah gubernur dengan jumlah APBD terbesar di Indonesia dan memiliki tim TUGPP yang terbanyak di Indonesia. Wajar menjadi spotlight."

"Dan wajar juga reaksinya memancing reaksi nasional," jelas Justin.

Justin membantah assasination pada Anies lantaran serangan-serangan pada Mantan Menteri itu hanya kritik-kritik di media sosial.

Sehingga, hal itu bukan upaya hukum agar Anies mundur.

"Ini kan online, ini bukan suatu upaya hukum, dan bukan suatu usaha penjegalan-penjegalan dan sebagainya."

"Ini petisi-petisi menyedot partisipasi dari masyarakat-masyarakat, saudara-saudara kita di luar daerah," tuturnya.

Menurut Justin, masyarakat di luar daerah turut kecewa dengan kinerja Anies.

"Itu karena mungkin mereka juga kecewa, Jakarta juga memegang APBD terbesar di Indonesia seperti itu," lanjutnya.

Sehingga, Justin kini meminta agar Anies berhenti mengatakan hal-hal yang manis dan terus lanjutkan pekerjaan.

"Jadi saya pikir kita harus berhenti berkelit saya pikir harus berhenti bersembunyi di balik kata-kata yang manis bahwa ini musibah dari force majeure (kejadian di luar kemampuan manusia) dan sebagainya, saya minta mulai bekerja," kritik Justin. 

Lihat videonya menit ke-4:12:



Haikal Hassan Bela Anies Baswedan 

Anies kini menjadi bulan-bulanan banyak pihak akibat banjir yang melanda Jabodetabek pada awal 2020. 

Anies dianggap gagal menanggulangi permasalahan banjir di Indonesia. 

Haikal Hassan lantas membela Anies Baswedan. 

Ia bertanya-tanya banyak provinsi lain yang terkena bencana banjir, mengapa hanya Anies yang menjadi sasaran perundungan. 

"Ada 34 gubernur di Indonesia dan yang mengalami banjir bukan Pak Anies doang. Ada juga daerah lain yang kena banjir."

"Tapi penyerangan itu secara masif hanya terjadi satu pada Pak Anies," ujar Haikal. 

Tak hanya kritik bahkan banyak beredar angket yang meminta agar Anies bertanggung jawab secara material akibat banjir tersebut. 

"Bahkan ada angket untuk Beliau mundur, bahkan ada usulan untuk diajukan class action untuk meminta Beliau bertanggung jawab dengan jumlah fantastis triliun," katanya. 

Haikal menilai, ada pembunuhan karakter yang terjadi dari seluruh Indonesia kepada Anies. 

Kemudian, ia mengatakan dirinya sudah mengumpulkan data terkait orang-orang yang telah menyerang Anies. 

"Bahkan ada sebuah karakter assasinnation yang terjadi di seluruh Indonesia. Saya mengumpulkan data siapa sih yang mendukung pencopotan Beliau?," ungkap Haikal.  

Dari data yang ia kumpulkan di media sosial, Haikal mengatakan, serangan-serangan pada Anies agar gubernur itu mundur dari jabatannya bukan dari warga Jakarta. 

"Ternyata bukan orang Jakarta, loh apa hubungannya? Lihat saya kumpulin semua, dari Malang," ujar Haikal sambil membawa beberapa kertas. 

"Itu yang petisi ya," tanya presenter. 

"Bukan petisi, di sosial media. Nggak di petisi lain lagi, tapi di Twitter, di Instagram, dari Kediri, dari Malang, dari Jember," jawab Haikal.

Akibatnya, Haikal semakin penasaran dengan apa yang terjadi. 

"Semuanya itu menyerang bahasa yang sama dan kompak, ini ada apa?" 

"Maka kesimpulan secara politis itu tepat, karakter assasinnation-nya itu tepat," jelas Haikal. 

Haikal menyimpulkan, serangan-serangan pada Anies adalah buntut dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

"Coba deh kita enggak mau menunjuk gubernur yang ada, nanti jadi rame lagi ya atau gubernur lain." 

"Tapi pernyataan kenapa Anies yang diserang dan serangannya dari seluruh Indonesia? Maka kesimpulan sementara ini ada hubungannya dengan dendam Pilpres yang lalu," papar Haikal. 

tribunwow

Subscribe to receive free email updates: