Jokowi Ingatkan Yasonna soal Harun Masiku, Begini Katanya...


Presiden Jokowi menanggapi pernyataan Menkumham Yasonna Laoly soal keberadaan Harun Masiku yang masih simpang siur. Harun Masiku sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap ke eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. 

Jokowi mengingatkan menterinya itu agar berhati-hati dalam membuat pernyataan. 

"Saya hanya ingin, saya hanya pesan, titip kepada semua menteri, semua pejabat, kalau membuat statement itu hati-hati," ujar Jokowi menjawab pertanyaan soal statement Yasonna soal Harun Masiku di Istana Negara, Jumat (24/1). 

"Terutama yang berkaitan dengan angka-angka, terutama yang berkaitan dengan data, informasi. Hati-hati. Hati-hati. Jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa kroscek dulu," lanjut Jokowi.

Sebelumnya, pada tanggal 13 Januari, imigrasi menyatakan Harun pergi ke Singapura sejak 6 Januari dan belum ada catatan kembali. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Yasonna yang menyebut Harun memang ada di luar negeri. 

Belakangan, baru terungkap bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Namun hal itu baru diumumkan pihak Imigrasi pada 22 Januari.

Jokowi tidak ingin berspekulasi mengapa pernyataan Kemenkumham bisa berbeda dengan kenyataan di lapangan. Namun, ia kembali mengingatkan agar semua menterinya berhati-hati saat memberikan informasi pada masyarakat. 

"Saya tidak tahu. tapi yang jelas untuk semuanya harus hati-hati dalam membuat pernyataan. Apalagi yang berkaitan dengan hukum, hati-hati," tutup Jokowi. kumparan

Subscribe to receive free email updates: