Anies Baswedan Bakal Resmikan 2 Jalan Layang di Bekasi, Anggarannya Fantastis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi Wihara Dharma Bakti yang berada di kawasan Petak Sembilan, Jakarta Barat pada  malam menjelang pergantian tahun baru Imlek 2571. Tempo/Dewi Nurita
Popnesia.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal meresmikan dua jalan layang di Bekasi yang dibiayai dana kompensasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang.

"Sudah ada konfirmasi akan hadir Jumat pagi," kata Kepala Seksi Pembangunan Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Idi Susanto, Senin, 27 Januari 2020.

Ada dua proyek jalan layang yang dibiayai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keduanya Jalan layang Rawapanjang dan Cipendawa. Dana yang dihabiskan untuk proyek ini mencapai Rp 660 miliar yang diberikan dalam dua tahap. Adapun pembangunan dimulai pada 2017 silam.

"Konstruksi sudah rampung 100 persen sejak akhir tahun lalu, masing-masing panjangnya sekitar 800 meter," kata Idi.

Jalan layang Rawapanjang terdiri satu jalur membentang dari Jalan Ahmad Yani lalu belok kanan menuju Jalan Siliwangi. Kendaraan yang bisa menggunakan jalan ini hanya dari arah Jakarta menuju ke Bantarbang. Sedangkan, jalan layang Cipendawa berada di Jalan Siliwangi melintang di atas simpang Cipendawa terbagi menjadi dua jalur.

Proyek ini didanai oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai kompensasi adanya TPST Bantargebang melalui dana kemitraan. Kompensasi dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama dua pemerintah antara Kota Bekasi dan DKI Jakarta. Ada dua macam, kompensasi yaitu wajib dan sukarela.

Kompensasi wajib berupa kewajiban DKI Jakarta terhadap hak warga dan lingkungan di sekitaran TPST Bantargebang, mulai dari bantuan langsung tunai, pemulihan kondisi lingkungan terdampak, infrastruktur, kesehatan, dan lainnya. Sedangkan, kompensasi sukarela berupa dana kemitraan untuk infrastruktur di luar kawasan Bantargebang seperti jembatan layang atau fly over.

"Manfaat bagi DKI Jakarta yaitu mudahnya akses truk sampah menuju ke Bantargebang, sebab dua titik ini kerap terjadi kemacetan," ucap Idi.tempo.com

Subscribe to receive free email updates: