Andi Arief Bikin Panas Desmond Gerindra Soal Jiwasraya di Twitter

Andi Arief Bikin Panas Lagi di Twitter
Popnesia.com - Politikus Demokrat Andi Arief kembali membetot perhatian warganet. Cuitan Andi bikin sejumlah politisi terheran-heran hingga naik pitam.

Misalnya, Andi menyinggung soal Wakil Ketua Komisi III DPR dari Gerindra Desmond J Mahesa. Dia mengatakan, ada pihak yang ingin melindungi perusahaan sekuritas yang bermain dalam kasus Jiwasraya.

Andi awalnya mengomentari sebuah tautan berita yang berisi tentang pernyataan Desmond menyerang SBY. Desmond dalam pernyataannya mengatakan, negara bisa rusak kalau mengikuti keinginan SBY bentuk Pansus Jiwasraya. Andi pun menyerang balik.

"Pak Prabowo agar tetap mendengar Pak Dasco, Andre Rosiade, Fadli Zon dan lain-lain. Jangan dengarkan anggota DPR yang diduga kuat pasang badan buat sebuah lembaga sekuritas yang terlibat dan sudah digrebeg Kejaksaan Agung," tulis Andi Arief dikutip merdeka.com.

merdeka.com pun mengkonfirmasi cuitan Andi ini kepada Desmond. Apa benar Desmond berusaha melindungi perusahaan sekuritas yang terlibat kasus Jiwasraya. Desmond awalnya tertawa.

"Andi dipercaya," jelas Desmond saat dihubungi merdeka.com.

Desmond pun ogah menanggapi lebih jauh serangan Andi yang mana mantan sesama aktivis 1998 tersebut. Dia kembali mengirim pesan tertawa mendengar serangan Andi tersebut.

Tak cuma Desmond, Andi juga kembali bikin Politikus PDIP Henry Yosodiningrat naik pitam. Henry tak terima cuitan Andi yang kerap menyudutkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam kasus OTT mantan Anggota KPU Wahyu Setiawan.

"Jangan percaya Andi Arief, omongannya ngelantur. Ucapan Andi Arief ini asal njeplak, tendensius. Enggak ada ucapan dia yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Henry.

Henry dan Andi sempat bersitegang. Keduanya ribut karena membawa daerah asal masing-masing. Bahkan Andi sempat menantang Henry datang ke rumahnya kala itu. Kini keduanya ribut lagi.

Pada 11 Desember 2019, Henry pernah melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri karena mencemarkan nama baiknya setelah melaporkan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak memahami Pancasila.

Menurut Henry, dia telah mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terkait laporannya terhadap Rocky. Namun, laporannya terhadap Andi Arief hingga kini tidak ada perkembangan dari kepolisian. Henry menegaskan, dia akan terus meminta kepolisian menindaklanjuti laporannya terhadap Andi.

"Kenapa laporan untuk Andi Arief belum ada SP2HP? Apakah polisi tidak mau menindaklanjuti? Siapa sih Andi Arief ini, siapa di belakang dia," ungkap Henry.

Andi memang belakangan kembali rajin mencuit dalam Twitternya. Khususnya soal penangkapan Wahyu Setiawan yang juga melibatkan Caleg PDIP Harun Masiku dan menyeret nama Hasto Kristiyanto.

"Jika benar imigrasi merekayasa seolah-olah Harun Masiku tidak berada di Indonesia tanggal 6 Januari 2020 hanya untuk selamatkan Hasto dll, pertanyaannya siapa bisa perintahkan dirjen imigras berbohong? 1. Menkumham 2. Menkopolhukam 3. Presiden 4. Orang lebih kuat dari Presiden," tulis Andi menanggapi polemik keberadaan Harun Masiku.merdeka.com

Subscribe to receive free email updates: