Anak Buah HRS Sebut Virus Corona Azab Kezaliman China, Lantaran........


Hasil gambar untuk novel bamukmin
Popnesia.com - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menanggapi wabah virus corona di Kota Wuhan, China.

Virus yang telah menewaskan puluhan warga China itu dinilai sebagai azab kezaliman pemerintah China termasuk kezaliman yang dialami muslim Uighur di Xinjiang, China.

“Ini karena kearoganan China terhadap kejahatan manusia (termasuk Uighur) juga yang dilakukan di beberapa negara jajahannya,” kata Novel saat dikonfirmasi Pojoksatu Sabtu (25/1).

Anak buah Habib Rizieq itu menjelaskan macam-macam musibah dalam pandangan Islam.

Secara kaca mata agama musibah itu ada dua yakni karena ulah manusia sendiri secara langsung, kemudian karena ulah manusia secara tidak langsung.

“Yang langsung adalah virus itu mungkin saja diciptakan oleh manusia itu sendiri. Tidak langsung disebabkan oleh keangkuhan dan kecongkakan oleh manusia itu sendiri yang melakukan kekejian terhadap orang yag dizolimi sehingga Allah SWT murka,” ungkap Novel.

Apalagi, kata Novel, China merupakan negara yang penduduknya yang hampir mayoritas tidak percaya dengan adanya tuhan (atheis/komunis ) sehingga Allah berikan bukti nyata melalui wabah virus tersebut.

“Tuhan itu ada dan berkehendak hanya dengan memberikan suatu wabah penyakit negara diporak- porandakan penduduknya bergelimpangan menjadi korban yang bukan karena senjata tapi wabah,” bebernya.

Diketahui, korban meninggal akibat wabah virus corona terus bertambah. Hingga Sabtu (25/1) tercatat mencapai 41 orang yang meninggal. Sementara itu jumlah kasus korban terinfeksi sudah melonjak nyaris mendekati 1.300 kasus.

Komisi Kesehatan Hubei mengungkapkan bahwa di Wuhan sendiri korban meninggal mencapai 15 orang.

Selain itu Komisi Kesehatan Nasional dalam pernyataan terpisah mengungkapkan bahwa setidaknya ada 444 kasus baru virus telah ditemukan dan membuat jumlah korban menjadi 1.287 kasus.

Penyakit ini telah menyebar ke-30 provinsi, daerah otonom dan kota.

Wuhan dan 13 kota lainnya di Hubei telah diisolasi dan dikarantina untuk menahan penularan penyakit pernapasan yang mematikan.

Penyakit ini juga sudah menyebar ke beberapa negara lain.

(fir/pojoksatu)

Subscribe to receive free email updates: