Usai Videonya Viral, Wanita Penumpang Mobil Pengambil Bunga di Jalan Tol Tanpa Alas Kaki Akan Terancam Hukuman


Popnesia.com - Sebuah video pendek mendadak viral melalui sosial media. 

Awalnya, video ini beredar melalui akun Twitter dan kemudian disebarkan sejak Senin (16/12/2019) pagi.

Dalam video pendek 5 detik itu terlihat seorang wanita bercelana gelap terlihat turun dari mobil di tengah kemacetan di sebuah jalan tol.

Mendadak wanita ini keluar dari mobil dan bunga yang ditanam di pembatas jalan tol.

Aksi wanita ini terekam video oleh pengendara mobil yang ada di belakangnya.

Video ini memperlihatkan deretan mobil yang hendak keluar tol.

Ternyata mobil-mobil itu sedang berhenti karena macet di perempatan Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang.

Dalam video terlihat pula plat kendaraan mobil yang ditumpangi perempuan tersebut, yaitu plat N.

Viralnya video tersebut membuat “Plat N” menjadi trending topic di twitter.

Kejadian ini pun dikonfirmasi oleh Humas PT Jasa Marga Pandaan Malang, Agus Tri Antyo.

Ia mengatakan, aksi wanita itu terjadi pada akhir pekan lalu saat arus kendaraan menuju Malang sedang padat.

“Perkiraan Sabtu atau Minggu pagi saat macet,” katanya yang dikutip dari Kompas.com.

Saat itu, kendaraan menuju Malang yang hendak keluar jalan tol macet karena menunggu lampu merah di perempatan Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Bunga yang dicabut dan ambil itu berada di jarak 300 meter sebelum perempatan Karanglo.

“Lokasinya 300 meter menjelang perempatan Karanglo,” katanya.

Agus Tri mengatakan, bunga yang diambil merupakan bunga jenis sepatu.

Polisi sudah mengantongi identitas wanita yang mencuri bunga tersebut.

“Identitas sudah diketahui polisi. Pemilik kendaraan berinisial YM, warga Dusun Asem Lurus, Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo,” katanya.

“Benar (di Tol Singosari Malang). Baru kali ini terjadi. Sesuai ajaran agama, mengambil barang yang bukan haknya namanya mencuri,” kata Agus.

Agus mengingatkan, perbuatan seperti itu merupakan pelanggaran hukum dan ada sanksi yang mengancam, sesuai ketentuan Pasal 362 KUHP mengenai pencurian.

“Pasal 362 KUHP, barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah,” kata Agus.

Kendati demikian, Jasa Marga belum terburu-buru mengambil langkah hukum.

Agus menyebut, pengelola masih berupaya melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat tak lagi melakukan tindakan serupa.

Hal ini mengingat kendaraan tidak boleh berhenti di tol jika tidak dalam kondisi darurat, apalagi sampai ada orang turun dari kendaraan.(wiken.id)

Subscribe to receive free email updates: