Tuman! Hendra Apriyanto Penghina Banser Pernah Terlibat Kerusuhan Pasar Gembrong Tahun 2015

Viral! Banser Dimaki ‘Anjing, Kafir dan Monyet’
Popnesia.com - Netizen pemilik akun twitter @JKW2SAJA membongkar jejak digital dari Hendra Apriyanto kelahiran Jakarta 1989, pelaku persekusi terhadap dua anggota Banset NU.

Hendra Apriyanto ditangkap jajaran Polres Jakarta Selatan. Setelah ditangkap pelaku yang berinisial AA itu menyesali perbuatannya dan meminta maaf.

“Saya mau mohon maaf kepada masyarakat semua atas tindakan saya. Saya menyesali kekhilafan tersebut, karena dilatari oleh keadaan emosi,” ucap pelaku saat menyampaikan permohonan maaf di Polres Jakarta Selatan, Kamis (12/12/201).

Pelaku juga meminta maaf kepada Banser NU dan GP Ansor yang merasa kecewa dengan tindakannya tersebut. Ia sangat menyesal telah melakukan perbuatan itu terlebih sesama muslim.

“Permintaan maaf saya terutama kepada masyarakat, dan terutama NU, para ulama. Dengan sodara-sodara semuslim kita, Banser dan GP Ansor,” tuturnya.

Dalam cuitannya @JKW2SAJA mempertanyakan permintaan maaf pelaku itu, karena Hendra Apriyanto pada tahun 2015 disebut pernah terlibat kerusuhan di Pasar Gembrong.

“Hendra Apriyanto mengaku minta maaf? Tuman!! Silakan searching namanya di Google, kemudian “Kerusuhan Pasar Gembrong 2015”



 Terkait hal tersebut, melekpolitik.com menemukan artikel berjudul “Polisi Duga Bentrok di Pasar Gembrong Dipicu Adu Mulut” yang tayang di situs suara.com, Selasa, 11 Agustus 2015.



Dalam artikel itu diberitakan Polisi menduga jika kasus bentrokan antara ormas Front Betawi Rempug (FBR) dengan warga di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur dipicu oleh adu mulut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal mengatakan, adu mulut terjadi saat rombongan FBR melintasi pemukiman warga dan akhirnya berunjung kepada bentrokan antara kedua belah pihak.

“Motif sementara karena emosi, waktu itu ada rombongan (FBR) lewat. Terus cekcok di Pasar Gembrong,” kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/8/2015).

Meski demikian, polisi masih menelusuri dugaan tawuran lantaran disebabkan adanya perselisihan tersebut. Adapun tujuh orang yang diamankan bukan anggota FBR yang berasal dari wilayah Jakarta Timur.

“Sementara motif itu akan kita dalami. Tujuh orang yang diamankan bukan FBR dari Jakarta Timur. FBR dari Jakarta Selatan,” kata Iqbal.

Terkait insiden tersebut, polisi menghimbau kepada seluruh petinggi-petinggi ormas agar tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa melanggar hukum.

“Ormas itu adalah tujuannya membangun bangsa ini. Bagi masyarakat berada di manapun, tidak melakukan pelanggaran hukum. Menghindari pelanggaran hukum,” kata Iqbal.

Sebelumnya, polisi telah meringkus tujuh pelaku yang diduga telah melakukan penyerangan di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2015) kemarin.

“Sudah ditetapkan tersangka, ada 7. Ditangkep sudah,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal kepada wartawan, Senin (10/8/2015).

Ketujuh pelaku tersebut yang telah ditangkap yakni Syrifudin (30), Hendra Apriyanto (26), Mulyadi (29), Pungky Aipangga (20), Deni Hermansyah (20), Deni Susanto (32), dan Yopi (36). Polisi meringkus ketujuh pelaku tersebut pada Minggu (9/8/2015) kemarin.

“Tujuh tersangka itu yang terlibat kerusuhan di wilayah Jakarta Timur,” katanya.

Sebelumnya diketahui, jika terjadi penyerangan di Pasar Gembrong oleh sekelompok ormas yang diduga dilakukan oleh Forum Betawi Rempug (FBR). Dari insiden itu mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka.

[melekpolitik.com]

Subscribe to receive free email updates: