Tulis Postingan Tak Pantas Berkaitan Adian Napitupulu, ASN Pemko Banjarbaru Dituntut Minta Maaf


POpnesia.com - Musibah yang dialami Anggota DPR RI, Adian Napitupulu di Palangkaraya masih menjadi perbincangan hangat di Kota Banjarbaru. 

Bahkan, di media sosial juga ramai terkait dengan kejadian ini. 

Namun ada seorang oknum ASN di lingkungan Pemko Banjarbaru yang berkomentar kurang pantas. 

Dalam sebuah unggahan di media sosial Facebook, oknum RA akhirnya dipersoalkan. 

Komentar yang bernada dugaan ujaran kebencian ini juga jadi perhatian warganet. 

Oknum ASN berinisial RA berkomentar pada unggahan, Jumat (20/12) sore. 

Terkait berita ihwal Anggota DPR RI, Adian Napitupulu yang dikabarkan sakit akibat terkena serangan Jantung saat menuju ke Palangkaraya. 

Dalam komentarnya, akun RA yang sekarang sudah dihapus memuat kata kurang pantas. 

Dalam komentarnya dia menuliskan Penjahat PAS dan Kebenaran, semoga ga bangun-bangun. 

Adanya tulisan itu pun jadi perhatian. 

Mengingat di unggahan itu terkait dengan Adrian Napitupulu yang terbaring lemah dan dalam kondisi tak sadar. 

Diketahui bahwa oknum ASN yang dimaksud merupakan anggota Satpol PP Banjarbaru. 

Hal ini juga terpantau dari biodata akun media sosial Facebooknya. 

Plt Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kalsel, Rahmad Mulyadi sangat menyayangkan dengan adanya komentar itu. 

Apalagi, diketahui, selain sebagai anggota Parlemen di Senayan, Adian Napitupulu juga diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dari organisasi Pospera Kalsel. 

"Komentar di FB itu sangat tak pantas dalam hal menanggapi kondisi Adian yang tengah terbaring sakit," katanya, Sabtu, (21/12). 

Dikatakannya bahwa dirinya tidak mengenal dengan ASN itu.

Seharusnya sebagai seorang ASN tidak pantas seperti itu. 

"Kita mempersoalkan kata-kata Penjahat dan juga kata-kata yang seakan mendoakan bung Adian tidak bangun-bangun," lanjutnya. 

Menurut Mulyadi hal ini juga mencoreng profesi ASN yang seharusnya beretika dan bermoral dalam berperilaku maupun berkata-kata. 

Melihat itu, Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf dan diumumkan di media sosial. 

"Kita minta 1x24 jam sejak hari ini yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka," tegasnya. 

Kalau sampai tidak dilakukan, maka pihaknya akan menempuh upaya hukum yang berlaku. 

Karena, menurutnya bagaimanapun Adian ini pejabat negara, Anggota DPR RI, tidak bisa seenaknya diperlakukan. 

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman mengatakan sudah mengetahui terkait dengan kejadian ini. 

"Pertama kita sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Namun, hal ini ranah pribadi atau personal. Bukan atas nama instansi kita," ujarnya. 

Pihaknya juga sudah menegur kepada RA atas perilakunya tersebut.

Selain itu, yang bersangkutan juga akan dipanggil untuk dilakukan pembinaan. 

Disinggung soal permintaan dari Pospera Kalsel untuk permohonan maaf, Kasatpol PP menjelaskan yang bersangkutan memang akan meminta maaf secara terbuka. 

"Sudah kita sampaikan dan yang bersangkutan bersedia akan meminta maaf secara terbuka, baik langsung maupun lewat media sosial seperti yang dimaksud," tambahnya. banjarmasin post tribun

Subscribe to receive free email updates: