Tengku Zulkarnain Ngamuk Penipu Asal Cina Dipulangkan, Ternyata Salah Kaprah Lagi


Popnesia.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain kembali menyoroti penangkapan puluhan warga Cina yang digerebek di kawasan Jakarta Barat pada 25 November 2019 lalu.

Menurunya, sebagai penipu harusnya diberikan hukuman yang setimpal, apalagi pelakunya yang merupakan warga Cina yang melakukan penipuan di Indonesia.

“Semestinya dihukum mati saja warga Cina yg menipu di NKRI. Jangan pulangkan ke Cina, enak sekali mereka,” twet Ustaz Tengku di akun pribadinya, Kamis (26/12).

VIDEO: Bukti Tol Layang Jakarta Cikampek Serasa Tol Boston ke New York
Dai kelahiran Sumatera Utara itu menyayangkan sikap penegak hukum yang memilih memulangkan para penipu ke negara asalnya yakni Cina.

Ia pun kwatir bila sikap itu nantinya diikuti koruptor kelas kakap asal Indonesia melarikan diri ke Cina.

“Kalau para penipu asal negara Cina dipulangkan ke Cina. Terus koruptor kakap trilyunan- Trilyunan di Indonesis juga Lari ke Cina. Dan, Jadi Apa Nasib NKRI jika para koruptor kakap hidup aman di Cina sana,” sindirnya.

Dai yang kerap mengkritik pemerintah itu sepertinya salah kaprah dengan sikap pihak kepolisian memulangkan para penipu warga Cina ke negara asalnya. Memang Indonsia dijadikan tempat untuk menipu via telepon. Namun korban yang ditipu para pelaku merupakan warga Cina semua.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di enam lokasi di wilayah Jakarta dan Tangerang. Dari penggerebekan itu, polisi meringkus 66 warga negara China terkait kasus penipuan lewat telepon.

“Dari seluruhnya untuk sementara data yang saya dapat ini, ada 66 warga negara China yang saat ini kita amankan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan, Senin (25/11).

Sementara itu, dalam menjalankan aksinya para pelaku biasanya menawarkan jasa bantuan kepada korban dalam menyelesaikan sebuah kasus. Korban dalam kasus itu, diketahui juga merupakan warga negara China.

“Penipuan dengan menggunakan media telkom atau telepon, di mana para pelakunya warga negara asing. Jadi rata-rata ini warga negara dari China atau Tiongkok dan korbannya juga sama, korbannya warga negara asing sendiri atau dari China,” tutur Yusri.

(fir/pojoksatu)

Subscribe to receive free email updates: