Pihak 212 Novel Bamukmin Debat dengan Tokoh NU soal Dugaan Penistaan Agama, Presenter 'Turun Tangan'


Popnesia.com -  Perdebatan terjadi antara Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin dengan Wakil Khatib Syuriah PWNU DKI Jakarta, Taufik Damas.

Perdebatan tersebut terjadi saat membahas kasus Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq yang diduga telah melakukan penodaan agama menghina Rasullullah.

Perdebatan tersebut sempat membuat presenter 'turun tangan'.


       

  
Mulanya, Novel Bamukmin menilai bahwa kasus penodaan agama di Indonesia tidak ditangani dengan baik.

"Nah makanya mana efek jera, nah sekarang negara ini sudah darurat penista agama, sudah krisis penista agama, sudah menjadi surga buat penista agama karena tidak ada hukum yang menjerat," lanjut pria yang merupakan Front Pembela Islam (FPI) ini.

Bahkan, Novel tidak ragu menyebut bahwa negara ini sudah 'mandul'.

"Seakan-akan kita melihat negara ini sudah lumpuh, lumpuh sudah tumpul, sudah mandul daripada sisi hukum penista agama," tegas Novel.

Selain itu, Novel mengatakan bahwa ada beberapa orang yang membela agama justru dikriminalisasi.

"Justru menjadi korban orang-orang yang melakukan pembelaan terhadap Rasullullah justru tindakan-tindakan mereka malah dijadikan oleh mereka kriminalisasi pada ulama," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Taufik mengaku heran.

Perdebatan terjadi antara Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin dengan Wakil Khatib Syuriah PWNU DKI Jakarta, Taufik Damas.

"Kalau begitu gini loh, saya heran juga di zaman sekarang ini," ucap Taufik.

Menurutnya, orang-orang yang mengaku mengajak perdamaian yang justru gampang tersulut emosi.

"Banyak orang kita jangan mau diadu domba, kita jangan bikin kekisruhan, tapi dia justru sumber adu domba, sumber kekisruhan, dikit-dikit marah, dikit-dikit menuduh orang lain," balas Taufik.

Sedangkan, menurutnya jika ingin mencontoh Nabi Muhammad Saw seharusnya meniru perilakunya, termasuk menjadi pemaaf.

"Kalau kita ingin meniru Nabi yang lengkap jangan mengaku mencintai Nabi tapi tidak meniru akhlaknya itu yang sering saya tekankan ke orang-orang."

"Nabi itu pemaaf bukan pendendam," tegas Taufik.

"Nabi penyabar bukan pemarah, Nabi penyayang bukan pembenci ya kan," imbuhnya.

Mendengar itu, Novel lantas menyela bahwa Rasullullah tegas dalam penegakkan hukum.

"Tapi hukum tegas, tapi hukum tegas, masalah hukum Rasullullah tegas," potong Novel.

Tak mau disela. Taufik sampai menyentuh paha Novel tanda dirinya ingin berbicara terlebih dahulu.

Taufik kembali mengatakan bahwa Nabi itu penyantun.

Nabi hanya membenci seseorang yang munafik.


"Nabi itu penyantun tidak pernah menipu orang untuk kepentingan pribadi, Nabi itu paling marah sama orang munafik karena orang munafik teriak A tapi hatinya tidak seperti A," kata Taufik.

"Jangan berbicara soal hati, hati itu urusan Allah," balas Novel.

"Enggak itu kan bisa dilihat," balas Taufik lagi.

"Enggak bisa dilihat," ujar Novel tak mau kalah.

Lantas perdebatan berlanjut, presenter sempat mencoba memberhentikan mereka.

"Baik, baik, baik," ujar presenter menengahi.

"Nabi diutus bukan untuk membongkar hati manusia," ucap Novel mengabaikan peringatan presenter.

"Bukan mbongkar manusia," balas Taufik lagi.


Agar perdebatan itu berhenti, preseter lantas mempersilakan narasumber lainnya untuk berbicara.

Namun, Novel dan Taufik terdengar masih berdebat.

"Anda hebat banget, Anda lebih hebat dari Nabi dong," ungkap Novel lagi.

"Bukan-bukan membongkar hati orang," bantah Taufik.

"Jadi jangan bicara hati, hukum itu enggak kenal dengan hati," ungkap Novel mengakhiri.

Lihat videonya mulai menit ke-6:00:



tribunwow

Subscribe to receive free email updates: