Bersih-Bersih di Lingkungan BUMN, Erick Thohir Dapat Teror SMS Ancaman, Begini Isinya


Popnesia.com - Menteri BUMN Erick Thohir mendapat teror melalui pesan singkat atau SMS. 

"Saya dengar ini mau dicopot, kalau ini dicopot berhadapan dengan kami," ujar Erick menirukan isi pesan teror yang pernah ia terima. 

Ia lanjut bercerita soal kasus lain di mana dirinya dikirimi foto-foto direksi BUMN dengan tujuan agar mendapat nilai baik dari Erick Thohir. 

Erick Thohir dengan tegas mengatakan jika memang ingin dinilai baik tidak perlu mengirimkan foto-foto dengan harapan mendapat respon positif. 

Hal yang ingin dilihat olehnya menurut penjelasan Erick Thohir adalah kinerja nyata. 

Kinerja tersebut nantinya dapat terlihat dari fakta-fakta di lapangan. 

Erick Thohir justru akan mencopot terlebih dahulu oknum yang menggunakan cara lewat kirim foto tersebut.

"Hal-hal seperti itu, kita harus jalankan, justru itu yang saya bilang pada direksi BUMN yang sekarang banyak mengirim foto ke saya dari orang lain, mungkin itu yang saya copot duluan," paparnya. 

"Berarti mereka tidak percaya dengan profesionalisme mereka, kalau mereka percaya kan akhirnya bisa saya lihat, company ini baik, bottomline-nya baik, bisnis modelnya baik." 

"Bukan nakut-nakutin, tapi selama kita yakin, benar uangnya halal it's okay (tidak apa-apa," tambahnya. 

Teror Adalah Hal Yang Harus Dihadapi 

Pengakuan menteri BUMN Erick Thohir soal sebuah teror berupa pengancaman semenjak melakukan pencopotan beberapa petinggi BUMN. 

Erick Thohir mengatakan ancaman dan teror tersebut adalah hal yang harus dihadapi ketika ingin merubah BUMN. 

Mantan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu itu pun membeberkan isi pesan pengancaman yang ia terima. 

Dikutip TribunWow.com, mulanya Erick Thohir mengungkapkan rasa syukurnya karena diberi amanat mengemban tugas sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju. 

"Alhamdulillah, bahwa Allah sudah memberikan sesuatu yang luar biasa kepada saya," kata Erick Thohir di kanal YouTube OPSI METRO TV, Senin (16/12/2019). 

"Tentu kita harus jaga, ini yang saya juga tidak malu-malu bicara dengan keluarga saya jangan ganggu saya," tambahnya.

Setelah menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan dirinya memperingatkan orang-orang agar tidak tertipu ketika ada pihak yang mencatut nama keluarganya dalam suatu kepentingan tertentu. 

"Jadi kalau nanti ada yang bawa nama istri saya, anak saya atau kakak saya, ataupun keluarga saya, cek dulu ke saya," ujarnya. 

Ia kemudian mengatakan pencatutan nama sudah pernah terjadi. 

Erick Thohir bercerita nama wakil menterinya ( wamen) pernah dipakai dalam proses rekrutmen komisaris dan direksi BUMN. 

"Sekarang banyak sekali, wamen saya saja sudah dipakai namanya dalam perekrutan komisaris dan direksi," terangnya. 

Kemudian menanggapi soal teror, Erick Thohir mengatakan memang mau tak mau harus siap menghadapi hal tersebut. 

"Hal-hal ini memang menjadi sesuatu yang kita harus hadapi," ujarnya. 

Teror yang diterima oleh dirinya selama ini berbentuk pesan melalui SMS atau aplikasi WhatsApp. 

"Belum lagi misalnya teror-teror, bukan ke fisik, misalnya dengan SMS, dengan WhatsApp," jelas Erick Thohir. 

Erick Thohir kemudian mencontohkan sebuah pesan teror yang pernah diterimanya.

Komitmen Transparansi Erick Thohir 

Selain menilai dari segi kinerja, Erick Thohir mengatakan dirinya meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memeriksa seluruh keuangan petinggi BUMN, Wakil Menterinya, termasuk dirinya sendiri. 

"Selama itu transparan dan terbuka, mungkin ketua PPATK sudah bikin statement (pernyataan)," kata Erick Thohir. 

"Tolong seluruh direksi maupun saya maupun Wamen saya maupun deputi saya mesti dicek keuangannya secara PPATK," imbuhnya. 

Meskipun sangat ketat soal transpransi, Erick Thohir menegaskan dirinya tidak pernah melarang para direksi BUMN merasakan kemewahan. 

"Saya tidak pernah melarang direksi BUMN enggak makan enak,enggak pernah melarang," katanya. 

Ia membolehkan para petinggi BUMN tersebut menikmati kekayaan selama perusahaan yang dimpimpinnya banyak menghasilkan keuntungan dan berkembang. 

"Tetapi kalau BUMNnya sakit, apa pantas, kemana-mana naik business class, bahkan first class," ujar Erick Thohir 

Untuk menegaskan hal tersebut, Erick akui dirinya telah membuat surat edaran.

Di antaranya adalah surat edaran soal pemilihan kelas saat berpergian menggunakan pesawat. 

Kemudian soal tata cara penjamuan makanan yang harganya harus masuk akal sesuai dengan acara yang digelar. 

"Makannya kemarin saya buat edaran, bahwa kalau BUMNnya sehat boleh bisnis, cuman kalau sakit ekonomi ," tutur Erick Thohir. 

"Bagaimana kita cut cost (potong anggaran), itu yang akan menyehatkan," tambahnya. 

Persoalan Suvenir BUMN 

Ketika membahas soal kesiapan para pimpinan BUMN mengubah gaya hidup mereka di BUMN, Erick Thohir mengatakan semua tergantung kepada individu pimpinan masing-masing. 

"Saya enggak tahu tergantung pimpinannya," kata Erick Thohir. 

Ia kemudian membahas masalah pembagian suvenir yang pernah terjadi di era kementerian BUMN di masal lalu. 

Kegiatan bagi-bagi suvenir dengan harga yang tak wajar disayangkan oleh Erick Thohir. 

"Sama juga kemarin saya buat surat edaran mengenai suvenir," terangnya. 

"kalau ini perusahaan TBK memberi suvenir ke publik kan suvenir itu bukan sesuatu yang mewah." 

"Tapi kalau sampai ada rapat perusahaan tertutup di mana selalu bagi-bagi suvenir di kementerian ini, akhirnya enggak objektif." 

"Coba bayangkan 800 perusahaan BUMN, rapat umum di gedung ini masing2 memberi hadiah handphone terbaru dan tv," imbuhnya. 

Erick Thohir menegaskan bahwa kebijakan pembagian suvenir yang terlalu mahal tidak diperlukan oleh Indonesia. 

"Menurut saya enggak usah lah,"lanjutnya. tribun Manado


Subscribe to receive free email updates: