Reaksi Fahri Hamzah ketika Cuitannya yang Minta Ampun saat Kritik Jokowi Dibahas Najwa Shihab

Popnesia.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah memberikan sejumlah kritikan terkait Kabinet Indonesia Maju, di pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Maja Najwa, Rabu (20/11/2019), presenter Najwa Shihab tampak menyoroti cuitan Fahri Hamzah yang mengkritik Jokowi.

Dalam cuitannya itu, Fahri Hamzah menyebut bahwa baru beberapa minggu Jokowi kembali menjabat, sudah banyak kesalahan yang terlihat.

"Sering saya katakan, karena presiden itu 1 dari hampir 270 juta rakyat yg dipilih untuk memimin kita seharusnya,

'dia tidak saja tidak boleh salah, tapi tidak boleh nampak salah'.

Maka harusnya ada lingkaran yang menjaganya.

Ini baru berapa minggu salahnya banyak. Ampun," kata Najwa Shihab membacakan cuitan Fahri Hamzah.

"Anda minta ampun?," tanya Najwa Shihab.


Mendengar hal itu, Fahri Hamzah langsung memberikan tanggapan dengan tertawa.

Mantan Wakil Ketua DPR itu lantas menyebut bahwa kontroversi Jokowi di awal pemerintahannya sangat banyak.

"Ya kan kita lihat saja kan, kontroversi di kabinet itu kan banyak sekali," ucap Fahri Hamzah sembari tertawa.

"Makanya saya tetap mengatakan presiden itu tidak boleh tidak salah, karena dia adalah presiden yang keputusannya punya efek besar."

"Dia enggak boleh nampak salah, karena itu harus ada circle yang memproteksi, jangan sampai dia berbuat salah," sambungnya.

Fahri Hamzah kemudian menyebut bahwa saat ini rakyat sudah bebas dan kritis.

"Sebab rakyat saat ini rakyat bebas, enggak ada yang nakutin, maki-maki presiden itu ada batasnya," ungkap Fahri Hamzah.

"Dan mereka tahu ada hal-hal yang bisa dikatakan langsung kepada presiden, tanpa itu bisa dihukum," imbuhnya.

Najwa Shihab kemudian menanyakan lingkaran yang seharusnya memberi masukan kepada presiden satu di antaranya adalah PDIP.

"Sudah cukup kuatkah lingkaran dukungan yang diberikan PDIP," tanya Najwa Shihab.

Mendengar hal itu, politisi PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan tanggapan.

Mulanya, ia menyebut Fahri Hamzah sekarang jauh lebih bijak.

Bahkan Najwa Shihab menanyakan apakah Fahri Hamzah sudah tampak seperti orang PDIP, yang kemudian disambut tawa oleh Fahri.

"Kalau saya perhatikan di periode kedua pemerintahan Pak Jokowi ini, satu kesan yang sangat kuat bahwa beliau ingin cepat," ungkap Andreas.

Kecepatan itu menurut Andreas diharapkan di semua sektor yang menjadi program Jokowi.

"Saya lihat justru kepercayaan diri beliau kuat sekali, dibandingkan dengan periode sebelumnya," kata Andreas.

Meski banyak orang yang tak puas, menurutnya, Jokowi tetap percaya diri.

Simak videonya di bawah ini:


Fahri Hamzah Sebut Erick Thohir Harus Ditegur

Dalam acara tersebut, Fahri Hamzah juga menyinggung soal polemik pemilihan bos BUMN yang kini sedang ramai diperbincangkan.

Mulanya, Fahri Hamzah mengungkap kelemahan Jokowi.

"Pak Jokowi itu punya kelemahan, dia sebenarnya imajinasi komplitnya tentang bernegara itu, tentu dia bukan generasinya Soekarno, Soeharto," ucap Fahri Hamzah.

"Tapi dia generasi baru yang imajinasinya terbatas."

"Yang disebut sebagai Indonesia maju itu adalah kecepatan kerja birokrasi, dan memenuhi target-target yang sudah dia buat."

Fahri Hamzah lantas menyebut orang-orang yang seharusnya diperlukan Jokowi.

"Tapi ada problem pada orang yang pengin seperti Pak Jokowi itu," ucapnya.

"Pertama dia memerlukan operator."

"Periode pertama dulu sudah saya kritik."

"Ini banyak sekali pidatonya Pak Jokowi ini tidak terakselerasi oleh operator-operator yang tanggung," sambungnya.

Menurut Fahri Hamzah, banyak menteri yang tidak berani pasang badan memberi tahu Jokowi.

Fahri Hamzah kemudian membandingkan dengan pemilihan menteri di kabinet kedua, yang menurutnya jauh lebih baik.

"Banyak menteri yang tidak berani pasang badan dan maju mundur," ungkap Fahri Hamzah.

"Nah menurut saya di kabinet periode kedua ini pemilihan menterinya relative oke."

"Di sini banyak orang-orang besar, banyak operator-operator lah kira-kira."

"Kalau saya bandingkan dulu banyak yang lucu-lucu, yang tidak mengerti apa-apa."

"Sekarang okelah begitu," imbuhnya.

Meski demikian, Fahri Hamzah mengaku masih melihat ada circle dapur yang keliru.

"Termasuk sebenarnya kayak kasus saudara Erick Thohir itu, dia itu harusnya ditegur," kata Fahri Hamzah.

"BUMN itu harus berbau bisnis, jangan berbau politik."

"Ini sekarang ini berbau politik."

"Nah ini yang begini ini seharusnya ada yang membantu presiden ngomong 'Pak itu jangan begitu, kita ini mau kerja, jangan politiknya terlalu banyak karena kita ini mau kerja'," tegas Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, di kabinet kedua Jokowi, belum ada sosok yang seperti itu.

Diketahui, Kementerian BUMN kini tengah menjadi sorotan lantaran bursa bos BUMN yang mengemuka.

Kontroversi penunjukan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamwa alias Ahok, sebagai satu di antara bos BUMN menuai polemik dan penolakan dari berbagai tokoh.

Meski demikian, wacana Ahok di BUMN masih terus digodok dan hasilnya kemungkinan bakal diumumkan Desember 2019 nanti.


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com

Subscribe to receive free email updates: