Ini Alasan Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tak Pakai Atribut Natal

KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Popnesia.com -  Tenant Relation Mall Oliympic Garden (MOG), Peptina Magdalena mengatakan, surat edaran yang dikeluarkan pihaknya hanya bersifat imbauan dan bukan larangan.

Dalam surat itu, pihaknya mengimbau seluruh karyawan yang berjaga di pusat perbelanjaan itu untuk tidak memakai atribut natal yang melekat pada tubuh karyawan.

Alasannya, hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi sweeping dari kelompok tertentu.

"Dulu pernah ada satu dua dan toko yang pakai. Cuma waktu itu ada massa sweeping dan segala macam, pernah didatangi dari organisasi tertentu. Kita mikir, akhirnya pada waktu itu, oleh instansi terkait pun supaya tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan, tolong tidak menggunakan atribut," kata Peptina saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tidak Pakai Atribut Natal

Peptina menjelaskan, imbauan untuk tidak mengenakan atribut itu rutin dikeluarkan sejak empat tahun yang lalu.

Imbuan itu selalu dikeluarkan berdasarkan pengalaman MOG yang pernah di-sweeping oleh kelompok tertentu.

"Dulu ketika awal kami mengeluarkan surat edaran ini, itu adalah salah satu bentuk kekhawatiran kami apabila sewaktu-waktu ada sweeping dari beberapa pihak terkait penggunaan atribut di toko," katanya.

Baca juga: Imbauan Tidak Memakai Atribut Natal di Mal, Ini Kata Wali Kota Malang

Sebelum ada surat imbauan tersebut, sejumlah karyawan toko atau stan di pusat perbelanjaan itu mengenakan atribut Natal.

Namun, setelah ada surat imbauan tersebut, tidak ada lagi karyawan yang mengenakannya. Adapun, untuk hiasan Natal tetap diperbolehkan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji membantah tentang adanya sweeping di Kota Malang. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama di Kota Malang terpelihara dengan baik sehingga tidak pernah ada sweeping.

"Selama ini apakah pernah ada sweeping. Dibantah oleh Wali Kota, tidak pernah ada sweeping," katanya saat diwawancara di Balai Kota Malang, Selasa.



Kompas

Subscribe to receive free email updates: