Bahas Ahok di BUMN, Roy Suryo Sebut Erick Thohir Tambah Beban Jokowi, Politisi PKS: Mantap Pokoknya

Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo buka suara tentang wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi pimpinan di BUMN.

Menurut Roy Suryo, penunjukan Ahok itu hanya menimbulkan masalah baru di pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Roy Suryo melalui channel YouTube KOMPASTV, Senin (18/11/2019).

Mulanya, Politisi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema menyebut keputusan Jokowi menunjuk Ahok sebagai pimpinan BUMN merupakan hal yang tepat.


"Saya melihat bahwa Pak Jokowi itu melihat pengalaman beliau ketika bekerja sama dengan Pak Ahok itu banyak membereskan sejumlah hal di Jakarta," ucap Yohanis.

Lantas, Yohanis menyebut bahwa Ahok adalah orang yang sangat tepat memimpin BUMN.

Sebab, menurutnya Ahok merupakan orang yang cermat dan detail.

"Dan Pak Ahok itu orang yang cermat dan detail, dalam urusan anggaran itu ribuan halaman Pak Ahok periksa satu-satu dan menemukan anggaran siluman menyangkut UPS dan lain-lain," ujar Yohanis.

Mendengar pernyataan Yohanis, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Achmad Fathul Bari pun menyeletuk.

"Mantap lah Pak Ahok pokoknya ya," sahut Achmad tertawa.

Terkait keterlibatan Jokowi dalam wacana penunjukan Ahok, Roy Suryo mengaku akan mendukung keputusan presiden terpilih 2019-2024 itu.

"Kita sama-sama kan harus mendukung Pak Jokowi, Pak Jokowi tetap presiden terpilih hingga 2024," ucap Roy Suryo.

Lantas, ia menyinggung pernyataan Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli yang menyebut penunjukan Ahok hanya akan menimbulkan masalah baru.

"Jadi saya setuju kata Pak Rizal Ramli tadi, jadi sayang gitu loh, artinya sudah baik pemerintahannya, tiba-tiba kan sebelum ada kasus Ahok ini kan kelihatannya semua firm," terantg Roy Suryo.

Ia menyebut Menteri BUMN Erick Thohir hanya menambah beban Jokowi dengan memilih Ahok sebagai pimpinan perusahaan BUMN.

"Artinya saya setuju, jangan lah para pembantu presiden misalnya Pak Erick malah membuat sesuatu yang membebani Pak Jokowi," ucap Roy Suryo.

"Pak Jokowi itu harus kita dukung lancar, sukses, amanah sampai 2024."

Lantas, Roy Suryo menyinggung soal penolakan Serikat Pekerja Pertamina terhadap penunjukan Ahok.

"Betul, jadi beban. Pasti lah, nanti ada penolakan di masyarakat, sudah jelas tadi ada penolakan dari serikat pekerja,' ucapnya.

"Tadi yang paling baru tadi dari Plaju misalnya, Muhammad Yunus yang tadi menyampaikan itu."

Ia bahkan menyebut kini pemerintah malah direpotkan dengan urusan wacana penunjukan Ahok di BUMN.

"Ini kan jadi gangguan, beliau enggak bisa ngurusin, lalu pemerintah ini malah ngurusin orang yang namanya Ahok," terangnya.

"Ini keterlaluan."

Simak video berikut ini menit 40.40:




Tanggapan Fahri Hamzah

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, Fahri Hamzah menduga adanya campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pimpinan BUMN.

Fahri Hamzah meminta Jokowi untuk turut menyampaikan sikap terhadap wacana penunjukan Ahok di BUMN.

Melalui siaran live KOMPASTV, Senin (18/11/2019), Fahri Hamzah juga meminta Jokowi bersikap terbuka dan menyampaikan alasan penunjukan Ahok.

Mulanya, Fahri Hamzah menyebut bahwa kritik terhadap Ahok tak dapat dihentikan begitu saja.

"Sosial media kan enggak bisa disuruh diem, media masa kan enggak bisa disuruh diem, pengamat kan enggak bisa disuruh diem," ucap Fahri Hamzah.

Lantas, ia menyinggung soal sikap Jokowi atas penunjukan Ahok di BUMN.

"Tetapi keteguhan sikap presiden untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi itu yang kita perlukan," ucap Fahri.

"Dan presiden ini udah di periode kedua, jangan banyak takut," sambungnya.

Tak hanya itu, Fahri Hamzah juga meminta Jokowi untuk bersikap berani atas wacana penunjukan Ahok di BUMN itu.

"Kalau dia berani bela secara berani," ucap Fahri Hamzah.

"Kalau itu yang dia (Jokowi) lakukan secara terbuka bagus menurut saya."

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menilai Jokowi terkesan diam-diam dalam memutuskan posisi Ahok di BUMN.

"Kalau presiden mengatakan 'Saya tidak ikut-ikut mengatur siapa akan menjadi direksi BUMN', kecuali BUMN tertentu deh sebut Pertamina, PLN, bank-bank yang besar itu," terang Fahri.

"Karena itu misalnya Basuki masuk ke Pertamina wah ini berarti dari presiden, enggak apa-apa, presiden harus membela keputusannya, jangan diem-diem."

Melihat sikap Jokowi yang terkesan diam-diam, Fahri Hamzah mengaku merasa kasihan terhadap Ahok.

"Kan kasihan Basuki juga, orang enggak mau loh dikasih amanah lalu gitu," ucapnya.

Terkait sikap Jokowi terhadap wacana penunjukan Ahok di BUMN, Fahri Hamzah kembali meminta sang presiden bersikap terbuka.

"Ya kalau dia (Jokowi) mengatakan 'Itu adalah perintah saya, saya yang menugaskan, saya yang meminta memeriksa', kalau kemudian direksi BUMN memang memilih Kementrian BUMN juga harus membela, presiden juga harus membela jangan diem-diem," ucap Fahri Hamzah.

"Kayaknya ini terjadi dengan sendirinya, jangan begitu, kasihan juga orang yang mendapat amanah ini gitu loh."

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Subscribe to receive free email updates: