VIDEO VIRAL Megawati Soekarnoputri Buang Muka Tak Mau Salaman dengan Surya Paloh & AHY, Disengaja?


Popnesia.com - Selain sosok Presiden Jokowi, salah satu sosok politisi kenamaan dan disegani sata ini adalah pimpinan partai pengusungnya Megawati Soekarnoputri.

Wanita yang menjabat Ketua Umum PDIP itu selalu menjadi sorotan masyarakat.

Sejumlah aksi dan gerak-geriknya selalu mendapat perhatian.

Terbaru, Video dirinya viral di media sosial Twitter saat melewati Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat ( Nasdem).

Diduga disengaja.

Sejumlah asumsi pun muncul terkait aksinya yang cukup membuat risih itu.

Cek selengkapnya di sini:

Sejumlah warganet menyebarluaskan Video detik-detik memalukan itu dari siaran langsung Kompas TV.

Dalam kaitan itu, ada juga publik yang berseloroh, bisa jadi di Metro TV, yang merupakan televisi yang didirikan oleh Surya Paloh, Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh bersalaman. 

Ungkapan itu disampaikan salah seorang netizen.

bass_doddy: Ini Kompas TV ketika Megawati melewati Surya Paloh saat Salaman, coba cek di Metro TV mgkn disalamin. 

Dalam video tersebut, tampak saat Megawati Soekarnoputri melewati AHY yang sudah mengulurkan tangan juga diikuti dengan gerakan tubuh Megawati Soekarnoputri yang lain.

Megawati Soekarnoputri dan sejumlah tamu hadir di DPR untuk mengikuti pelantikan anggota DPR.

Dalam peristiwa itu, Puan Maharani yang merupakan anak kandung Megawati Soekarnoputri dan almarhum Taufiq Kiemas diresmikan menjadi Ketua DPR.

Megawati Soekarnoputri juga tidak bersalaman dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Sejumlah kalangan publik melihat, hal itu terkait dengan berubahnya peta koalisi setelah Pilpres 2019.

Ditandai dengan bertemunya Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilanjutkan dengan pertemuan Teuku Umar di mana Prabowo Subianto yang merupakan pasangan Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009 itu berhadapan dengan Joko Widodo.

Di kancah Pilpres 2019, Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno, sementara Joko Widodo berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

AHY dan Partai Demokrat berada di kubu pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sedangkan Surya Paloh dan Partai Nasdem berada di kubu pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin.

Setelah berlangsungnya pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, pertemuan juga terjadi antara Anies Baswedan dan Surya Paloh.

Fenomena itu dikaitkan dengan akan dilaksanakannya Pilpres 2024 di mana sejumlah nama sudah disebutkan menjadi kandidat di tahun tersebut.

Nama itu adalah Puan Maharani yang akan diusung PDIP bersama koalisinya, AHY yang diusung Partai Demokrat dan koalisinya, dan Anies Baswedan yang akan diusung oleh Partai Nasdem dan koalisinya.

Meski demikian, segala kemungkinan bisa saja terjadi.

 Sebelum terjadinya fenomena ini, Megawati Soekarnoputri juga disorot karena dinilai tidak bersedia bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu diduga terkait dengan Pilpres 2004 dan Pilpres 2009 di mana pada kedua Pilpres itu, SBY selalu menang dan menjadi Presiden 2 periode.

Sebelum menjadi Capres 2004 dan Capres 2009, SBY diketahui merupakan sosok menteri di pemerintah Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden di tahun 2003.

Sebelumnya, diungkap, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri melewati begitu saja uluran tangan Ketua Kogasma dan petinggi Partai Demokrat, Agus Yudhoyono.

Agus Yudhoyono diperkirakan akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia juga diprediksi sebagai kandidat potensial untuk menduduki Capres 2019.

Namun demikian, Agus Yudhoyono bukan satu-satunya orang yang dilewati begitu saja oleh Megawati Soekarnoputri.

Sejumlah kalangan mengaitkan peristiwa itu dengan ajang Pemilu 2024.

Megawati Soekarnoputri diduga sedang menyiapkan Puan Maharani, yang saat ini menjadi Ketua DPR sebagai Capres 2024.
       
Megawati Soekarnoputri juga diduga akan mewariskan kursi Ketua Umum PDIP untuk Puan Maharani.

Peristiwa di saat Megawati Soekarnoputri begitu saja melewatkan uluran tangan Agus Yudhoyono dan kemudian disusul oleh Surya Paloh terjadi di depan ratusan anggota DPR RI.

Peristiwa itu juga disaksikan jutaan rakyat Indonesia di layar kaca.

Karena itu, publik langsung ramai membicarakan peristiwa itu di media sosial.

Memang yang disalaminya sangat banyak, sehingga meski Agus Yudhoyono sudah mengulurkan tangan untuk menyalaminya, Megawati Soekarnoputri tidak menyambutnya.

Dia melewatinya.

Selain melewatinya, meski disaksikan jutaan rakyat Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun buang muka.

Hingga akhirnya, dia seharusnya menyambut uluran tangan yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Seperti halnya pada Agus Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri pun tidak menganggap ada Surya Paloh di hadapannya.

Dia menyalami sosok lainnya meski sudha berhadapan dengan Surya Paloh.

Akibatnya, media sosial pun ramai membicarakan Surya Paloh dan tindakan yang dilakukan oleh Megawati tersebut.

Jhonkosmik: Sebagai yg membanggakan @AgusYudhoyono, sy sangat tersinggung dengan sikap Mega.

Amat sangat tak elok mengabaikan uluran tangan sesama apalagi untuk bersalaman.

Entah, kalian para fans Surya Paloh yang juga diperlakukan sama oleh Mega.

Maulinaantika3: Pengusaha Seperti Surya Paloh Ini Politiknya Cari Untung.

Dia Tahu Barang Mana Yg Sedang Dan Akan Diminati Pasar.

2024 Bahkan Bisa Dipercepat.

Dia sdh start Duluan Dukung @aniesbaswedan.

Sedangkan Anak Mama Tdk Dilirik Sama Sekali.

Pelantikan DPR sudah dilakukan dan sejumlah posisi sudah diumumkan termasuk Ketua DPR, Puan Maharani.



 Dugaan yang disampaikan netizen ada kemungkinan benar. 

Meski demikian, bisa saja hal itu terjadi secara tidak sengaja. 

Partai Nasdem memang diduga sudah mempunyai rencana besar untuk tahun 2024 meski Pilpres 2019 baru saja selesai. 

Surya Paloh dianggap sebagai salah seorang politisi yang bisa memilih kandidat-kandidat terbaik untuk sejumlah posisi kepala daerah hingga presiden. 

Surya Paloh dan Agus Yudhoyono belum berkomentar terkait dengan peristiwa yang dianggap tidak mengenakkan tersebut, saat acara resmi kenegaraan dilakukan. 

Penyebab Soekarno Ditinggalkan Fatmawati Ibu Megawati, Bahkan Sampai Detik-detik Wafatnya Presiden 

Keretakan hubungan dengan Soekarno, pernah diungkapkan oleh Fatmawati. 

Soekarno merupakan presiden pertama Indonesia. 

Selain sebagai seorang presiden, Soekarno juga merupakan seorang proklamator. 

Bersama Muhammad Hatta, Soekarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Soekarno juga merupkan sosok yang kharismatik. 

Meski demikian, kisah cinta Soekarno juga menarik bagi sebagian masyarakat. 

Sebab, Soekarno merupakan seorang presiden di Indonesia yang dikenal memiliki istri lebih dari satu. 

Satu di antara istri Soekarno adalah Fatmawati. 

Fatmawati merupakan sosok istri yang menjadi saksi detik-detik dibacakannya proklamasi kemerdekaan. 

Bahkan, Fatmawati merupakan sosok yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih. 

Meski demikian, kisah cinta antara Soekarno dan Fatmawati juga tidak bisa dianggap mulus. 

Sebab, pada dekade 50-an, hubungan keduanya tampak merenggang. 

Itu seperti yang disampaikan oleh Fatmawati dalam buku "Fatmawati: Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Bagian 1," yang diterbitkan pada tahun 1978. 

Dalam buku itu, Fatmawati mengungkapkan mengenai hari-hari terakhirnya di Istana. 

"Sampai dengan lahirnya Mohammad Guruh, tahun 1954, keluarga Presiden rukun dan kelihatan bahagia sekali. Akan tetapi setelah pecah berita, bahwa Bung Karno akan menikah dengan Bu Hartini, hubungan antara Bung Karno dan Bu Fat serta keluarga kelihatan mulai tegang renggang," kata Fatmawati menirukan catatan dari Winoto Danuasmoro yang merupakan sahabat dekat Soekarno. 

Bahkan, Fatmawati melanjutkan, saat di Istana dia juga sudah pindah dari kamar di gedung utama Istana Merdeka, ke paviliun yang letaknya di dekat Masjid Baitul Rachim. 

Puncaknya adalah ketika Fatmawati akan meninggalkan Istana. 

Fatmawati melanjutkan, pada suatu hari dia menghadap Soekarno untuk pamit pulang ke rumahnya yang ada di Jalan Sriwijaya. 

Namun, Soekarno tak mengizinkannya. 

"Di sini rumahmu," ucap Soekarno seperti yang ditirukan oleh Fatmawati. 

Fatmawati kemudian menjawabnya. 

"Di sini bukan rumahku, keadaan kita sekarang sudah lain," jawab Fatmawati kepada Soekarno. 

Fatmawati kemudian mengucapkan selamat tinggal secara persaudaraan. 

"Tidak ada keributan dan tak ada perkelahian. Setelah membaca bismillah, aku terus meninggalkan istana dengan perasaan tenang menuju Kebayoran Baru," kata Fatmawati. 

Hal itu kemudian membuat para pelayan Istana termangu. 

"Pengawal dan pelayan-pelayan Istana hanya termangu-mangu saja, aku tak tahu apa yang mereka pikirkan," ujar Fatmawati. 

Fatmawati Ternyata Tak Hadiri Pemakaman Suaminya 

Menjadi anak seorang Presiden, rupanya tidak bisa menjamin datangnya kebahagiaan, serta kesenangan dalam hidup begitu saja. 

Peristiwa menyedihkan datang silih berganti dalam kehidupan Guruh Soekarno Putra saat remaja. 

Guruh merupakan anak bungsu dari Soekarno. 

Setelah angkat kaki dari Istana Merdeka, kesehatan ayahnya makin memburuk. 

Lalu suatu hari didapat kabar, Soekarno dalam keadaan kritis. 

Tapi Ibu Fatmawati tetap tak menjenguk Soekarno. 

Akhirnya, Soekarno dimakamkan di Blitar, sesuai dengan sejumlah amanatnya sebelum ia wafat. 

Lalu, bagaimana keadaan Guruh setelah itu? 

Tulisan hasil wawancara dengan Guruh Soekarnoputra ini diambil dari Tabloid NOVA edisi Agustus 1989, dengan judul asli Saat BK Wafat, Sampai Soekarno Dimakamkan, Fatmawati Tetap Tak Hadir. 

"Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 aku dibangunkan Ibu dan diminta datang ke kamarnya. 

Waktu itu memang tinggal aku dan Ibu saja yang tinggal di Jalan Sriwijaya (rumah Fatmawati). 

Sedangkan Mbak Rahma dan Mbak Sukma mengontrak rumah di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. 

Sementara Mas Guntur tinggal di Bandung dan Mbak Mega mengikuti suaminya ke Madiun (Jawa Timur). 

Dengan sangat hati-hati Ibu memberitahukan bahwa Bapak dalam keadaan kritis. 

Aku masih ingat, saat itu di wajah Ibu tergambar kepasrahan yang sangat mendalam. 

Dilansir dari Intisari, bahkan Ibu sempat berkata, "Jika nanti sampai pada saat yang paling buruk, kalian jangan bersedih. Kita harus rela dan jangan sekali-kali kalian menangis." 

Sepertinya Ibu yakin benar bahwa Bapak tak akan lama lagi meninggalkan kami. 

Tentu saja aku kaget sekali mendengar berita itu. 

Bagaimana tidak. 

Sehari sebelumnya sewaktu aku menengok Bapak ke rumah sakit, Bapak masih bisa membaca koran. 

Bahkan aku masih sempat meladeninya makan buah pepaya. 

Namun tentu saja bila setiap kali aku dan kakak-kakakku pergi menengok Bapak, Ibu tak pernah ikut serta. 

Memang sepertinya antara Ibu dan Bapak telah ada suatu 'perjanjian' meskipun aku tak tahu persis apa isi perjanjian itu. Yang aku tahu persis, Ibu memang sama sekali tak mau bertemu muka dengan istri-istri Bapak. 

Berzikir 

Setibanya aku, kakak-kakakku dengan istri dan suaminya masing-masing di rumah sakit, tim dokter sedang berdiri mengerumuni tempat tidur Bapak. Sementara aku dan kakak-kakakku belum diperbolehkan masuk ke kamar Bapak. 

Setelah tim dokter meninggalkan Bapak, barulah aku masuk untuk melihat keadaan Bapak. Aku melihat Bapak mulai tidak sadar. 

Sementara Ibu sendiri di Jalan Sriwijaya, begitu kami berangkat menuju rumah sakit, tidak henti-hentinya berzikir hingga akhirnya berita kematian Bapak sampai ke telinganya."

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Megawati Soekarnoputri Buang Muka dan Menolak Bersalaman dengan Surya Paloh dan AHY Diduga Disengaja, https://wartakota.tribunnews.com/2019/10/02/megawati-soekarnoputri-buang-muka-dan-menolak-bersalaman-dengan-surya-paloh-dan-ahy-diduga-disengaja?page=all. 


Subscribe to receive free email updates: