Habib Yang Memesan Ambulans & Akan Mengeksekusi Mati Ninoy K Akhirnya Ditangkap Polisi, Identitasnya Terbongkar

Habib Yang Memesan Ambulans & Akan Mengeksekusi Mati Ninoy K Akhirnya Ditangkap Polisi, Identitasnya Terbongkar
Popnesia.com - Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, mengalami penyiksaan, yang disebutkan salah satu pelakunya dipanggil sebagai 'Habib'. 

Rekan Ninoy, Jack Lapian, mengatakan oknum habib tersebut merupakan satu dari tiga tersangka baru yang kemarin ditangkap polisi.

"Informasinya sih habibnya itu sudah ditangkap," kata Jack Lapian kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Jack Lapian membantah kabar bahwa pelaku penganiayaan adalah Habib Novel Bamukmin, Dia mengatakan tersangka dari oknum habib sudah diamankan oleh polisi.

"Bukan (Habib Novel Bamukmin). Yang delapan tersangka kemarin tambahan itu salah satunya habib," tutur Jack Lapian.

Jack Lapian menuturkan akan terus mengawal kasus tersebut. 

Dia berharap kasus tersebut bisa diteruskan sampai ke pengadilan.

"Kami kawal terus sampai putusan pengadilan," jelasnya.

Sebelumnya, polisi sudah menangkap delapan tersangka terkait kasus Ninoy. 

Tersangka yang baru ditangkap adalah ABK, RF, dan IA.

"Saat ini sudah 8 tersangka diamankan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, kepada wartawan, Minggu (6/10/19).

Adapun 'Habib' yang merancang eksekusi mati terhadap relawan  Ninoy Karundeng, berinisial IA. 

Hal ini diungkap sendiri oleh saudara Ninoy karundeng di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

"Ini saya tidak bisa membayangkan seandainya ambulans datang karena setelah demo itu surut, tidak banyak lagi korban yang dibawa ke masjid. Ada seorang yang dipanggil habib itu memberi ultimatum kepada saya bahwa waktu saya pendek karena saya akan di***ah  kepala saya," kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, pria yang dipanggil 'habib' itu menginterogasi dan memukulinya. Dia mengaku dipukul berkali-kali setiap sedang diinterogasi.

"Saya bermohon untuk tetap hidup karena saya punya anak, istri, dan seterusnya, tapi tetap saja saya tidak diperbolehkan pulang, tetap harus ada di situ. Habib ini terakhir menanyakan juga apakah sudah datang ambulans dan dijawab ambulansnya belum datang," jelas Ninoy.


"Disuruh nunggu dan seterusnya sampai menjelang waktu yang dikatakan sebelum subuh saya harus dieksekusi dan mayat saya nanti diangkut untuk dibuang ke arah kerusuhan. Itu sejak demo reda sekitar pukul 2, habib itu yang merancang untuk membunuh saya di situ bersama dengan penyedia ambulans yang mengaku sebagai tim medis," imbuhnya.

Ninoy menyebut tim medis itu terus menginterogasi, melihat, dan membuka media sosialnya setelah mengetahui perihal nama lengkap. Ninoy mengenali ciri-cirinya.

"Saya mengenali dia pakai baju putih merah. Yang perempuan itu pakai huruf 'C' gitu, merah itu apa itu. Bulan sabit merah mungkin," sebut dia. Meski demikian, Ninoy mengaku tidak melihat ada orang-orang yang mengenakan kostum ormas tertentu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan peran IA.


"IA ya. Dia ini ikut menganiaya dan kemudian mengusulkan untuk dilakukan pembunuhan dengan k***k," kata Argo.

Liputan Indonesiakininews.com / detik


Subscribe to receive free email updates: