Dituding Sok Tahu Oleh Irma Suryani, Rocky Gerung Beberkan Obrolannya dengan Prabowo Subianto


Popnesia.com - Pengamat Politik Rocky Gerung menjawab tudingan sok tahu dari politisi NasDem, Irma Suryani Chaniago.

Hal itu disampikan Rocky Gerung saat disentil oleh Irmas Suryani Chaniago saat menjadi bintang tamu acara Dua Sisi yang ditayangkan di Tv One pada Kamis (17/10/2019).

"Bang Rocky dianggap sok tahu ini Bang," tanya presenter.

Kemudian, Rocky Gerung menjawab dirinya memang mengetahui banyak hal.

"Okey saya bukan sekedar sok tahu, saya super tahu dalam segala soal," jawab Rocky Gerung.

Lantas, Rocky Gerung membeberkan pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah memberi kritik pada Prabowo.

"Maka saya sebutkan tadi, kan saya kritik Prabowo, dan Prabowo mengerti kritik saya itu."

"Kemarin saya diundang ke acara Gerindra itu, memberitahu itu," ungkapnya.

Rocky menilai presiden merangkul semua pihak untuk menghindari pertentangan.

Jika semua dirangkul, makan pihak mana yang akan menentang atau memberi kritik pada pemerintah jika ada suatu masalah.

"Jadi poin saya adalah kalau misalnya dikatakan ada kekacauan di masyarakat, maka karena itu presiden mengambil inisiatif untuk merangkul semua pihak

"Maka saya uji tuh, siapa penyebab kekacauan?," sambung dia.

Kemudian, tokoh filsuf dari Manado ini menyinggung Partai NasDem yang ingin menjadi panutan politik di Indonesia.

Padahal menurutnya, panutan di dalam koalisi justru membuat masyarakat bingung.

Masyarakat jadi bingung mana yang harus dianut.

"Ibu Irma tadi bilang mau jadi role model justru jika ada role model di dalam politik, masyarakatnya kacau, kalau ada role model dia tahu, role sebagai oposisi, role sebagai kekuasaan kan jelas kan."

"Karena bertukar-tukar role, publik jadi bingung apa sebenarnya role modelnya itu," lanjut Rocky Gerung.

Sehingga, Rocky Gerung menilai agar Prabowo Subianto menjadi oposisi untuk panutan.

Prabowo Subianto dianggap sosok yang hebat dalam bernegara untuk menyeimbangkan politik negara.

"Saya anggap bahwa sebaiknya Prabowo di luar kekuasaan."

"Karena dia pintar, cerdas, dia punya seluruh konsep bernegara tuh," katanya.

Akademisi 60 tahu ini mengatakan, jika Gerindra menjadi oposisi maka mereka bisa menjadi tempat untuk menampung kritik masyarakat bagi pemerintah.

"Sehingga kalu terjadi kekacauan atau sebut saja crack dalam kekuasaan ada suara opisisi yang menampung suara publik," katanya.

Namun, Prabowo Subianto kini justru memilih bergabung dengan pemerintah.

"Tapi Pak Prabowo bilang okey saya mau menyumbang konsep itu pada kekuasaan."

"Okey saya bilang enggak ada soal, mungkin dia berlebih cerdas sehingga menyumbang sebagian pada kekuasaan, okey saja bilang enggak ada soal," ujar Rocky Gerung.

Meski bergabung, Rocky Gerung menilai ada maksud tertentu dalam bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah.

Menurut dia, jika benar Gerindra ada maksud tertentu lebih baik untuk tetap menjadi apa adanya.

Seperti dirinya yang tetap teguh menjadi oposisi secara terang-terangan.

"Tapi bagi saya, saya anggap bahwa itu adalah pertimbangan pragmatis, dari segi etika politik tetap enggak boleh, maka saya tetap mengatakan saya tetap beroposisi walaupun saya enggak punya partai," tegas Rocky Gerung.

Sebelumnya, Irma telah menyentil Rocky Gerung lantaran NasDem dianggap mengira Gerindra merupakan duri dalam daging pemerintah.

Menurut Rocky Gerung, jika NasDem memang tidak ingin ada Gerindra dalam pemerintahan seharusnya dapat menentukan sikapnya secara jelas.

"Jadi itu satire saya kemarin sepertinya saya mau bilang eh kalian, NasDem misalnya kalau kalian menganggap Prabowo itu akan jadi duri dalam daging, ya cabut durinya itu. Enggak usah basa-basi," sambung Rocky Gerung.

Kemudian, presenter menimpali dengan bertanya pada Irma apakah yang diucapkan Rocky Gerung itu benar adanya.

"Kita tanya dulu Bu Irma akan merasa jadi duri dalam daging enggak?," tanya sang presenter.

Irma menjawab, Rocky Gerung adalah orang sok tahu.

"Ini yang selalu saya bilang Rocky ini kadang-kadang sok tahu," jawab Irma.

Mendengar itu presenter langsung tertawa.

Pasalnya, NasDem tidak menganggap bahwa duri dalam daging itu Gerindra.

"Ini yang selalu sok tahu orang ini, saya sering kadang-kadang Rocky selalu bilang sok tau begini, emang orang duri dalam daging itu Gerindra? Kan belum tentu juga," tegasnya.

Irma lalu menegaskan bahwa untuk menyeimbangkan politik di negeri ini tidak harus menjadi oposisi.

Dalam koalisi pun, partainya juga bisa melakukan usaha menyeimbangkan sistem politik.

"Kedua, NasDem harus misalnya berada di luar untuk bisa menjadi kontrol sistem yang efektif terhadap pemerintah Pak Jokowi enggak perlu?."

"Kami berada di dalam aja bisa selalu melakukan kontrol sistem yang efektif kok pada Jokowi," jelas Irma.

Jika NasDem menjadi oposisi Jokowi, menurutnya hal itu adalah yang tidak masuk akal.

Pasalnya, selama ini NasDem telah mengawal Jokowi sejak dulu hingga sekarang.

Mereka akan tetap konsisten mengawal Jokowi hingga masa kekuasaannya berakhir.

"Ketiga, mana mungkin sih kami setengah mati berdarah-darah mempertahkan mengawal kemenangan Jokowi kemudian kami tinggalkan? Cuma orang sinting yang melakukan itu, maka kami kawal Jokowi ini sampai dengan akhir," ungkap Irma.tribunnews

Lihat videonya mulai menit ke-16:15:

Subscribe to receive free email updates: