Direktur Indonesia Indikator: Ratna Sarumpaet Diserang Kalian Percaya, Wiranto Kalian Tak Percaya?

Popnesia.com - Direktur Komunikasi Indonesia Indikator (I2), Rustika Herlambang menyebut jumlah masyarakat yang tidak mempercayai kebenaran penyerangan terhadap Wiranto lebih banyak dibandingan yang percaya.

Rustika Herlambang lantas membandingkan tanggapan masyarakat pada penyerangan Ratna Sarumpaet dengan penyerangan terhadap Wiranto.

Menurutnya, banyak masyarakat yang justru mempercayai kabar penyerangan terhadap Ratna Sarumpaet yang terbukti hanya berita bohong.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (15/10/2019).

Rustika menyatakan banyak masyarakat yang kontra pemerintah tak mempercayai kabar penyerangan terhadap Wiranto.

"Jadi mereka yang kontra itu mereka masih meragukan kebenaran dari peristiwa Wiranto tersebut, apakah betul rekayasa atau tidak," kata Rustika.

Masyarakat yang kontra disebut Rustika menganggap pemerintah lebih mementingkan Wiranto dibandingkan dengan berbagai peristiwa besar lain yang terjadi.

"Kemudian mereka juga menganggap bahwa pemerintah peduli lebih ke Pak Wiranto tetapi kurang pada rakyat, karena dikaitkan dengan isu-isu seperti korban Wamena dan aksi demo mahasiswa," ucap Rustika.


Menurutnya, reaksi berbeda ditunjukkan oleh masyarakat yang pro pemerintah.

Masyarakat yang pro pemerintah itu justru memberikan ancaman pada yang kontra pemerintah.

"Sementara kelompok yang pro pemerintah mereka mengecam kepada orang yang tidak percaya," kata Rustika.

"Mereka mengecam kenapa orang-orang ini tidak percaya bahwa Wiranto ini benar diserang dan bukan direkayasa."

Rustika lantas menyinggung tentang kasus Ratna Sarumpaet yang dulu juga mengaku diserang sekelompok orang.

"Dan mereka juga menyindir terkait dulu waktu Ratna Sarumpaet diserang semua orang percaya," imbuh Rustika.

"Ketika Pak Wiranto betul-betul diserang kenapa kalian tidak percaya? Nah itu situasi yang terjadi di media sosial saat ini," lanjutnya.

Menanggapi pernyataan itu, Karni Ilyas selaku pembawa acara lantas memberi tanggapan.

"Bukan tidak percaya saja, tapi lebih banyak yang tidka percaya dari yang percaya," ucap Karni Ilyas.

Karni Ilyas menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak masyarakat yang tak mempercayai penyerangan terhadap Wiranto.

"Tapi kan tidak hanya itu faktor yang menyebabkan terjadinya polarisasi tadi, ada juga faktor keterangan pejabat yang beda-beda," kata Karni Ilyas.

Rustika juga membenarkan pernyataan tersebut.

"Betul sekali, jadi awalnya itu kan kita melihat bahwa mereka yang netral dan empati itu cukup besar," kata Rustika.

Menurutnya, informasi yang berbeda-beda dari para politisi membuat masyarakat semakin tak mempercayai penyerangan terhadap Wiranto.

Ia juga menyebut banyak informasi yang tak masuk akal.

"Tetapi kenapa berubah mereka yang tidak percaya itu lebih besar karena salah satunya adalah mohon maaf beberapa informasi yang disampaikan kepada masyarakat itu tidak masuk ke akal mereka," ujar Rustika.

Satu di antaranya adalah kabar terkait jumlah darah Wiranto yang keluar setelah penusukan terjadi.

"Sebagai contoh darah yang keluar dari Pak Wiranto sebesar 3,5 liter, itu adalah beberapa isu yang akhirnya menjadi besar," kata dia,

"Yang kedua, kenapa informasi yang muncul itu berasal dari tokoh politisi, kenapa bukan dari dokter. Hanya itu sih yang jadi pertanyaan."

Simak video selengkapnya berikut ini menit 6.44:


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com

Subscribe to receive free email updates: