Curhat Ina Yuniarti soal Perlakuan Buruk dari Sesama Pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno

 Popnesia.com - Curhat Ina Yuniarti soal perlakuan buruk diterima dari sesama pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno selama dia dipenjara. 

Curhat itu disampaikan saat dia divonis bebas. 

Ina Yuniarti, perempuan penyebar video viral berisi ancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi bercerita, selama persidangan dirinya teman-temannya sesama pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak ada yang datang menengoknya. 

Ina Yuniarti merupakan salah satu relawan Prabowo Subianto dan Sandiago Uno saat Pilpres 2019. 

Seusai sidang, Ina Yuniarti mengatakan, selama persidangan hanya anaknya yang menemaninya. 

“Tidak ada yang kunjungi saya, hanya anak saya saja yang selalu hadir bersama saya,” ucap Ina Yuniarti di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). 

Ibu tiga anak ini bersyukur ia divonis bebas oleh hakim dalam perkara itu. 

Ina Yuniarti mengaku, dia tidak ada dendam akan kasus yang dialaminya. 

Ia mengganggap kasusnya sebagai pelajaran baginya. 

“Ini pelajaran buat saya dan saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya akan kembali normal seperti biasanya,” ucap Ina Yuniarti tersedu-sedu. 

Ina Yuniarti divonis bebas dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin kemarin. 

Ia dinilai hakim tidak melanggar Kitab Undang Undang Hukum Pidana sebagaimana yang disangkakan padanya. 

Sebelumnya, dia didakwa dengan Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

“Dengan ini kami mengadili, menyatakan terdakwa Ina Yuniarti tidak terbukti secara sah dan menyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal melanggar Pasal 27 ayat 4 KUHP sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum,” ujar Ketua Majelis Hakim Tutty Haryati saat membacakan vonis. 

“Kedua, membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan, memerintahkan terdakwa dibebaskan, dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan,” lanjut hakim mengatakan. 

Polisi menangkap Ina Yuniarti di rumahnya di Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Bekasi, Jawa Barat pada 15 Mei 2019. 

Saat diinterogasi, Ina Yuniarti menyatakan telah menyebarkan video ancaman itu lewat grup WhatsApp. 

Video yang dimaksud berisikan pernyataan dari Hermawan Susanto yang ingin memenggal Jokowi. 

Hermawan Susanto kini juga berstatus terdakwa. 

Dalam video, terlihat Ina Yuniarti memegang ponsel yang mengarahkan ke wajahnya serta suasana sekitarnya. 

Di saat itu, sosok Hermawan Susanto muncul dan Ina Yuniarti langsung menyorotkan kamera ponselnya ke Hermawan Susanto. 

Sebelumnya, pada Mei 2019, Polda Metro Jaya menangkap 2 perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video Hermawan Susanto, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019). 

Salah satu perempuan tersebut bernama Ina Yuniarti. 

Satu lainnya berinisial R. 

Ina Yuniarti ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan R masih sebagai saksi. 

Seusai ditangkap di perumahan Grand Residence City, Bekasi, Jawa Barat, kedua perempuan itu digiring ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu. 



        
Ketika tiba di depan gedung Ditreskrimum pada pukul 18.00, kedua perempuan itu hanya tertunduk dan bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan awak media. 

Satu perempuan mengenakan jaket berwarna merah muda, celana jeans, masker, kerudung hitam, dan membawa tas merah. 

Sementara, perempuan lainnya mengenakan kerudung biru dan jaket hitam. 

Kedatangan mereka dikawal 5 mobil. 

Masing-masing terduga pelaku juga didampingi satu Polwan menuju gedung Ditreskrimum. 


        
Keduanya langsung menjalani pemeriksaan. 

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap Ina Yuniarti, seperti kacamata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung biru, dan tas kuning. 

Sementara itu, Hermawan Susanto sebelumnya telah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (12/5/2019) pukul 08.00. 

Hermawan Susanto diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) siang. 

Aksinya tersebut terekam dalam sebuah video dan tersebar di media sosial. 

Akibat perbuatannya, Hermawan Susanto dijerat pasal makar, yakni: 

* Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, 

* Pasal 336 dan, 

* Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup.(*) 

tribun timur


Subscribe to receive free email updates: