Posting Topik ILC TV One Malam Ini, Akun Karni Ilyas Ramai Minta Rocky Gerung dan Lex Wu Hadir


Popnesia.com - Program Talkshow ILC TV One kembali hadir Selasa (3/9/2019) malam ini.

Presiden ILC TV One Karni Ilyas mengumumkan Topik ILC TV One malam ini membahas soal Papua.

"Dear Pencinta ILC: Diskusi kita Selasa Pkl 20.00 WIB besok kami rencanakan berjudul "Papua: Mencari Jalan Terbaik." Selamat menyaksikan. #ILCMencariJalanTerbaik @ILCtv1" demikian kicauan Karni Ilyas dikutip TRIBUN-TIMUR.COM hari ini.


 Sontak postingan Karni Ilyas ini ramai komentar dari fans ILC TV One.

Ada netizen menyarankan Karni Ilyas mengundan figur tertentu.

Termasuk mengundang narasumber seperti Rocky Gerung, Fahri Hamzah hingga Lex Wu.

Siapa Lex Wu?

Lex Wu adalah aktivis Papua. Kicauan-kicauannya di Twitter ramai mendapat komentar soal Papua.

Ada juga netizen minta Karni Ilyas mengundang Abu Janda atau Permadi Arya.



 Dituding Dalang Kerusuhan di Papua, Inilah Sosok Benny Wenda, Buron yang Mendapat Suaka Politik di Inggris 

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut bahwa tokoh separatis Papua, Benny Wenda, mendalangi kerusuhan yang terjadi beberapa hari terakhir di Papua dan Papua Barat. 

“Jelas Benny Wenda itu. Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/9/2019). 

Ia menilai apa yang dilakukan Benny Wenda merupakan strategi politik. 

Karena itu, pemerintah juga menanganinya secara politis. 

Moeldoko mengatakan, pemerintah telah menempuh berbagai langkah untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua dan Papua Barat. 

Lalu siapakah Benny Wenda? 

Berikut 9 fakta tentang sosok yang kerap menuntut kemerdekaan Papua tersebut yang dirangkum dari wikipedia dan beberapa sumber: 

1. Kelahiran Lembah Baliem 

Ia lahir di Lembah Baliem, Papua Barat, Indonesia, 17 Agustus 1974. Berarti saat berita ini ditulis, umurnya 54 tahun. 

2. Menetap di Oxford, Inggris 

Saat ini Benny Wenda dan istrinya (Maria) serta anak-anaknya menetap di Oxford, Inggris. 

Benny mendapat suaka politik di negeri tersebut pada 2003 lalu. 

Dia mengaku akan pulang dan memimpin Papua jika agenda referendum terjadi. 


3. Pendiri Demmak dan ULMWP 

Tak lama setelah Orde Baru tumbang pada 1998, Benny bersama sejumlah tokoh Papua mendirikan Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka (Demmak). 

Benny kemudian dipercaya sebagai ketuanya. 

Melalui organisasi inilah, Benny Wenda kerap terlibat aksi menuntut kemerdekaan Papua. 

Saat ini Benny Wenda juga tercatat sebagai pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). 

Organisasi ini difokuskan untuk menggalang bantuan bagi kemerdekaan Papua. 

4. Pernah Dipenjara di Jayapura 

Ia pernah dipenjara di Jayapura pada 6 Juni 2002. 

Ia dituduh menggerakkan massa membakar kantor polisi di Jayapura hingga dituntut 25 tahun penjara. 
        

        

        
5. Melarikan Diri ke Inggris 

Benny Wenda melarikan diri saat masih dalam proses persidangan di Jayapura pada 27 Oktober 2002. 

Benny dikabarkan diselundupkan melintasi perbatasan ke Papua Nugini. 

Dalam pelarian itu, Benny dibantu oleh sekelompok LSM Eropa untuk melakukan perjalanan ke Inggris. 

6. Red Notice 

Pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan Red Notice dan Surat Perintah Penangkapan Internasional terhadap Wenda. 

Pemerintah RI beralasan, Benny Wenda terlibat mendalangi sejumlah pembunuhan dan penembakan di Tanah Air. 

Namun Wenda mengklaim, red notice itu sudah dicabut. 

        
7. Minta Referendum  

Suami Maria ini pernah didaulat berpidato pada sebuah acara IPWP di Gedung Parlemen, London, Oktober 2008. 

Saat itu Benny meminta agar dilakukan Referendum bagi warga Papua. 

8. Kampanye Free West Papua 

Benny Wenda aktif berkampanye Free West Papua melalui situs freewestpapua.org. 

Kampanye Free West Papua diluncurkan pada 2004 di Oxford, Inggris. 

Free West Papua kemudian berkembang menjadi organisasi sukarela dan memiliki kantor di Oxford. 

Selain di Inggris, Free West Papua juga memiliki markas di Den Haag (Belanda), Port Moresby (Papua Nugini), dan Perth (Australia). 

Mengutip dari freewestpapua.org, tujuan dari kampanye tersebut adalah memberikan rakyat Papua Barat kebebasan untuk memilih nasib mereka sendiri melalui referendum. 

9. Keluarganya Dibunuh 

Benny Wenda menyebut di situsnya (www.bennywenda.org), salah satu dari keluarganya pernah menjadi korban militer hingga meninggal dunia. 

Wenda mengaku kehilangan satu kakinya dalam sebuah serangan udara di Papua. 

Saat Tribun menyusuri situs www.bennywenda.org, rupanya situs ini tak bisa lagi diakses. 

Terpampang tulisan: 

Mohon Maaf, 

situs yang anda buka tidak bisa diakses melalui jaringan ini.

Karena terindikasi mengandung salah satu unsur berikut: 

Konten ilegal / pelanggaran berat

Pornografi

SARA

Cybercrime (termasuk Phising dan Malware)

Jika anda merasa situs ini tidak termasuk kategori diatas silakan informasikan ke : support@ptdes.net 

PT. DES Teknologi Informasi

Raffles Hill Square 

Jl. Bukit Raya No. 8A, Bukit Sari Semarang 50264 

024 7466337 info@desnet.id 

(TRIBUN-TIMUR.COM) 

Subscribe to receive free email updates: