Tiba-tiba, Arief Poyuono Waketum Gerindra Bela UAS, Begini Katanya....

Ustaz Abdul Somad. Foto via Jawa Pos
Popnesia.com - Atas ceramah patung salib dan Yesus, Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapat sorotan dan kecaman, utamanya dari umat Kristiani

Hal itu terkait ceramahnya soal patung dan salib yang dianggap menyinggung dan menistakan agama Kristiani.

Akan tetapi, tak demikian halnya dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Ia malah memberikan pembelaan kepada UAS.

Menurut anak buah Prabowo Subianto itu, apa yang disampaikan UAS dalam ceramahnya itu adalah hal yang biasa.

Bagi Arief yang notabene seorang Katolik ini, caramah UAS itu justru bisa makin menguatkan keimanan.

“Apa yang diucapkan UAS menurut saya sebagai bagian dari kita, umat Kristen agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Jesus Kristus,” kata Arief, Minggu (18/8/2019).

“Ini juga sebagai bagian kebijaksanaan dan Hikmat Allah bagi pengikut Jesus di dunia ini, karena sebagai umat Jesus kita harus selalu jadi musuh dunia, karena dunia sesungguh tidak mengenal Jesus dengan baik,” sambungnya.

Arief memaknai apa yang disampaikan UAS lebih kepada meyakinkan umatnya untuk lebih beriman dan tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.

“Dan itu sah-sah saja ya. Apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif, sangat tertutup,” tegasnya.

Akan hal itu, ia pun berpandangan ceramah UAS yang disampaikan tiga tahun silam itu tak perlu dibawa ke ranah hukum.

“Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia,” tandasnya.

Sementara, Koordinator Presidium Rakyat Menggugat, Daniel Tirta Yasa menyatakan pihaknya akan mempolisikan UAS ke Mabes Polri.

“Besok (Senin) jam 10 pagi, sesuai dengan hasil rapat sore ini,” kata Daniel Tirta Yasa, Minggu (18/8).

“Kami bersama pengacara akan melakukan pelaporan terhadap Ustaz Abdul Somad mengenai video yang sedang beredar saat ini,” jelasnya.

Untuk melengkapi pelaporan tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan barang bukti pendukung.

“Bukti-bukti yang terkait sudah kami kumpulkan baik dari video, berita-berita online, atau apapun yang kami punya,” bebernya.

Lebih lanjut, Daniel menyatakan, bahwa pasal yang disangkakan kepada UAS itu tidak lain adalah Pasal 156 huruf a tentang penodaan agama.

Dengan pasal tersebut, UAS terancam hukuman penjara lima tahun.

Daniel mengatakan, maksud pelaporan tersebut adalah agar bisa memberikan efek jera kepada siapapun agar tidak menghina agama lain yang ada di Indonesia.

“Ustaz, Kiai, Romo, Pendeta, ilmua, aktivis, atau apapun tidak lagi melakukan tindakan-tindakan yang bisa menyakiti rasa keagamaan teman-teman yang berbeda agama,” tegasnya.

Kendati demikian, sambungnya, pihaknya sepenuhnya telah memaafkan Uatdz Somad atas ceramah yang dianggap cukup menyinggung itu.

Akan tetapi, tegas dia lagi, proses hukum harus tetap diteggakkan di dalam tatanan NKRI.

“Kami maafkan Abdul Somad, tetapi bagaimanapun juga hukum yang ada di tatanan di negara Republik Indonesia ini tetap harus kami jalankan,” tekan dia.

Pihaknya berharap, UAS nantinya juga bisa menghormati proses hukum yang berlaku.

“Sebagai anak bangsa, saya berharap Abdul Somad pun akan melakukan hal yang sama, yaitu taat kepada hukum NKRI,” pungkasnya.Pojoksatu


Subscribe to receive free email updates: