Tambah Terkenal Usai ILC TV One Sherly Annavita Ternyata Tak Netral di Pilpres Ini Jejak Digitalnya


Popnesia.com - Tambah Terkenal Usai ILC TV One Sherly Annavita Ternyata Tak Netral di Pilpres Ini Jejak Digitalnya

Sherly Annavita mewakili kaum milenial saat tampil di ILC TV One.

Bahkan setelah ILC TV One, Sherly Annavita tambah populer.



Lihat postingan ini di Instagram

AGAR TIDAK ADA YANG SALAH FAHAM LAGI . Teman-teman agar tidak salah faham lagi, Sherly mau jelaskan bahwa Sherly dengan Mba @tsamaradki itu tidak punya masalah apapun. Justru kami satu kampus di @universitas_paramadina , hanya saja beda jurusan dan beda tingkat (lebih duluan Sherly). . Oleh karena itu semoga tidak ada yang mengira Sherly dengan beliau bermusuhan dan tidak ada lagi diantara kita yang melanjutkan memanggil dengan panggilan yang kurang "baik". . Sherly sendiri mengagumi perjuangannya selama ini dipolitik, beliau juga sangat cerdas. Yang baiknya kita dukung dan yang kurang baiknya kita sama-sama kritisi (seperti pada video Sherly beberapa waktu lalu). . Semoga Mba Tsamara bisa mengubah perpolitikan kita dari dalam sistem menjadi lebih baik, dan Sherly dari luar sistem ikut mensupport sekaligus mengkritisi. . Sukses selalu untuk Mba @tsamaradki dan sukses juga untuk kita semua. 🇮🇩😍🙏
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sherly Annavita (@sherlyannavita) pada

 Tak percaya, follower Instagram naik drastis setelah ILC TV One.

Sehari setelah tampil di ILC TV One, follower IG di angka 365 ribuan.

Kini Minggu (25/8/2019), followernya sudah menyentuh level 520 ribuan.

Sosok Sherly Annavita jadi sorotan saat dan setelah dirinya tampil sebagai narasumber dalam talkshow politik dan hukum Indonesia Lawyers Club ( ILC ) yang ditayangkan stasiun televisi TV One, Selasa (21/8/2019).

Siaran ILC TV One pada hari itu bertema 'Perlukah Ibu Kota Dipindahkan?'.

Saat tampil di studio, dia duduk berdampingan dengan narasumber dari kubu pro Prabowo Subianto, antara lain Rocky Gerung, Fahri Hamzah, Fadli Zon.

Juga dari kubu pro Jokowi, antara lain Maruarar Sirait dan Tsamara Amany.

Dalam acara ILC yang disiarkan TV One, Sherly Annavita menyindir keputusan Jokowi memindahkan Ibu Kota tersebut karenan kegagalannya menangani permasalahan yang saat ini terjadi.

Baca: Perwira TNI Lettu Inf Angga Pradipta Adhyaksa Putra Tewas Jelang Menikah, Kronologi dan Calon Istri

Baca: Mahasiswi Lia Yulrifa Tewas Tergantung Jelang Hari Pernikahan, Baca Isi Suratnya, Siapa Hendra?

Sherly Annavita menjelaskan jika salah satu janji kampanye Jokowi saat menjadi gubernur dan presiden yaitu bisa menangani banjir, macet, serta polusi udara.

"Ketika sekarang alasan Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota maka seolah mengkonfirmasi kegagalanya saat kampanye saat jadi gubernur dan presiden," kata dia menegaskan.

Keberaniannya dalam menyampaikan pendapat ini sempat menjadi sorotan.

Mungkin publik dibuat penasaran, siapakah sosok Sherly Annavita tersebut?

1. Lulusan kampus Australia

Sherly Annavita, lahir di Lhokseumawe, 12 September 1992.

Alumnus Hubungan Internasional, Universitas Paramadina, Jakarta.

Baca: V Wanita di Video Viral Vina Garut Zina Demi Keluarga hingga Penyakit Mematikan Diderita A Eks Suami

Baca: Ustadz Abdul Somad: Apakah Perlu Saya Meminta Maaf? Tak Mungkin Saya Tanya Satu Satu, Matikan HP

Baca: Jusuf Kalla Nasihati Ustadz Abdul Somad, Baca Pesan Ketua Dewan Masjid Indonesia dan RI 2

Kemudian pada tahun 2016, Sherly Annavita melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum dan Bisnis, Swinburne University, Melbourne, Australia.

2. Motivator

Sherly Annavita aktif sebagai motivator kepemudaan.

Dalam akun Instagram @sherlyannavita, ia mengunggah jadwalnya yang begitu padat dibeberapa kota.

3. Mendirikan SEA Indonesia (Sherly Enlightment Academy)

Sherly Annavita kini membuktikan pengabdiannya ke masyarakat.

Dia mendirikan sebuah lembaga yang bergerak di bidang public speaking, SEA Indonesia.

Beberapa hari lalu, SherlyAnnavita melaunching SEA Indonesia di Makassar.

4. Sering membuat vlog mengenai isu politik saat ini




Lihat postingan ini di Instagram

PAK PRABOWO DAN GERINDRA MASUK PEMERINTAH? . Apa yang terjadi ketika Gerindra masuk dalam koalisi Pemerintah? Mari kita telaah . Apabila Gerindra masuk dalam koalisi Pemerintahan, maka ini tentu menguntungkan bagi Pak Jokowi dan koalisinya, karena akan mendapatkan tambahan kekuatan dan mengurangi jumlah oposisi. . Apabila mendapatkan jatah posisi strategis dan bisa memperbaiki kualitas pemerintahan tentu Gerindra juga akan mendapatkan nilai positif tersendiri dan para pemilih setianya kemungkinan besar akan memilih kembali pada pemilu selanjutnya. . Namun sebaliknya, Pak Prabowo dan Gerindra akan merasakan efek negatif apabila kinerja pemerintah tidak membaik atau justru semakin memburuk. . Bukan tidak mungkin Pak Prabowo dan Gerindra akan ditinggalkan pemilihnya karena dianggap tidak bisa memperbaiki keadaan, pragmatis dan transaksional. . Terlebih lendukung terbesar Pak Prabowo dan Gerindra selama ini adalah mereka yang tidak puas denga kinerja pemerintah . . Apabila itu terjadi, maka partai yang paling lantang mengkritisi pemerintah atau yang menjadi oposisilah yang akan mendapatkan keuntungan limpahan suara Gerindra pada pemilu yang akan datang. . Partai manakah itu? . Dan apakah Gerindra sudah siap andai itu terjadi? . Teman-teman ada pendapat?
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sherly Annavita (@sherlyannavita) pada

"PAK PRABOWO DAN GERINDRA MASUK PEMERINTAH?"

"Apa yang terjadi ketika Gerindra masuk dalam koalisi Pemerintah?"

"Mari kita telaah"

"Apabila Gerindra masuk dalam koalisi Pemerintahan, maka ini tentu menguntungkan bagi Pak Jokowi dan koalisinya, karena akan mendapatkan tambahan kekuatan dan mengurangi jumlah oposisi."

"Apabila mendapatkan jatah posisi strategis dan bisa memperbaiki kualitas pemerintahan tentu Gerindra juga akan mendapatkan nilai positif tersendiri dan para pemilih setianya kemungkinan besar akan memilih kembali pada pemilu selanjutnya."

"Namun sebaliknya, Pak Prabowo dan Gerindra akan merasakan efek negatif apabila kinerja pemerintah tidak membaik atau justru semakin memburuk."

"Bukan tidak mungkin Pak Prabowo dan Gerindra akan ditinggalkan pemilihnya karena dianggap tidak bisa memperbaiki keadaan, pragmatis dan transaksional. ."

"Terlebih lendukung terbesar Pak Prabowo dan Gerindra selama ini adalah mereka yang tidak puas denga kinerja pemerintah ."

"Apabila itu terjadi, maka partai yang paling lantang mengkritisi pemerintah atau yang menjadi oposisilah yang akan mendapatkan keuntungan limpahan suara Gerindra pada pemilu yang akan datang."

"Partai manakah itu?"

Dan apakah Gerindra sudah siap andai itu terjadi?"

Teman-teman ada pendapat?"

Demikian caption video di atas.

Lalu, ada pula vlog lainnya di bawah ini dan caption-nya.

"Prof Eddy saksi Ahli TKN 01 pada sidang MK kemarin berkisah di zaman Rasul, jubah Sayyidina Umar dicuri seorang kafir quraisy, lantas Umar membawa pencuri itu ke hadapan Rosululloh."

"Salah mengidentifikasi tergugat, penggugat, hakim, waktu kejadian dan TKP."

"Semoga saja kualitas persaksiannya sebagai saksi ahli TKN 01 juga bisa dipertanggungjawabkan."

"Teman-teman ada pendapat?"

5. Condong ke kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Dalam sejumlah posting-annya di media sosial Instagram, Sherly Annavita menjukkan preferensi politiknya ke kubu pasangan Capres dan Cawapres RI nomor urut 01, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

6. Prestasi

Berikut deretan prestasi Sherly Annavita:

* Juara pertama Syarhil Quran MTQ tingkat Kota Lhokseumawe, Aceh Utara (2008),

* Juara ketiga pidato bahasa Jepang tingkat provinsi di Aceh (2008),

* Juara pertama Syarhil Quran MTQ Aceh Utara (2010),

* Juara kedua karya tulis “Menjadi Perempuan Muslim Berkarya” di Kendari, Sulawesi Tenggara (2009),

Baca: Penyebab Betrand Peto Larang Ruben Onsu - Sarwendah Datang ke Rumahnya Walau Orangtuanya, Ada Apa?

Baca: Kecanduan Mobile Legends, Bocah Datangi Rumah Janda Muda dan Lakukan Perzinahan

* Duta Indonesia ‘International Youth Forum’ di Laguna, Filipina 2012,

* Best Performance pada acara International Culture Day di Filipina

* Finalis PILDACIL Lativi (2004)

* Finalis ‘Dai Muda Antv (2012),

* Accepting Fellowship Homestay (Summer Camp) in Australia (2012).(*)

Tribun Timur

Subscribe to receive free email updates: