Narasi Jokowi Dianggap Menuduh FPI Anti Pancasila, Awit Mashuri Berikan Tantangan Berikut


Popnesia.com - Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Khilafah DPP Front Pembela Islam (FPI), Awit Mashuri menegaskan kelompoknya sesuai dengan dasar negara, Pancasila.

Awit Mashuri bahkan membeberkan bukti kalau FPI tidak anti Pancasila.

Hal itu Awit Mashuri ungkapkan melalui acara 'Mata Najwa' unggahan kanal Youtube Najwa Shihab pada Rabu, (31/7/2019).

Awalnya, Awit Mashuri menilai narasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal FPI itu, dianggap anti Pancasila.

Sehingga, Awit Mashuri meminta Jokowi memberikan bukti bahwa FPI benar-benar anti Pancasila.

"Sederhana saja, kalau mungkin presiden mengatakan seperti itu, kalau kita narasinya kalau seolah-olah FPI anti Pancasila, tinggal sebut saja, di mana anti Pancasila itu," kata Awit Mashuri.

Lantas, Awit Mashuri membeberkan sejumlah hal bahwa tuduhan FPI anti Pancasila itu tidak benar.

Satu di antara bukti-bukti FPI merupakan ormas yang sesuai dengan Pancasila, yakni didirikannya ormas, yakni bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

"FPI didirikan atau dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus, di mana 17 Agustus kita tahu Hari Kemerdekaan Indonesia," tegas Awit Mashuri.

Awit Mashuri lalu menantang bahwa tidak ada ormas selain FPI yang didirikan pada 17 Agustus.

"Dan silahkan cek ormas mana yang deklarasinya tanggal 17 Agustus, Alhamdulillah kita Front Pembela Islam di situ saja sudah terlihat bahwa kita NKRI banget," katanya.

Kemudian, Awit Mashur memaparkan asas dari FPI.

"Lalu di dalam asas Front Pembela Islam ini adalah ormas Islam, berakidahkan Ahlu Sunnah Wal Jamaah, di mana fiqih kami bermahzab Imam Syafi'i, kemudian Aqidah kami Abu Hasan Ta'Sya'ari, Tasawufnya Imam Ghazali."

"Artinya dalam sudut pandang tentang bahwa kami berpancasila, tak usah diragukan," katanya.

Mendengar itu, Najwa Shihab lantas bertanya bukti eksplisit bahwa FPI bukan anti Pancasila.

"Apakah tercantum eksplisit?," tanya Najwa Shihab.

"Ya, kalau FPI bertentangan dengan Pancasila, saya yakin dari awal kami mendaftarkan sebagai ormas tidak akan diterima di negeri ini," jawab Awit Mashuri.

Sehingga kini, Awit Mashuri bertanya-tanya mengapa perpanjangan FPI sekarang dipermasalahkan.

Padahal, FPI sudah berjalan hingga 21 tahun.

Sementara itu, masa berlaku izin berdirinya FPI sudah habis pada 21 Juni 2019.

"Tapi Alhamdulillah dalam waktu 21 tahun, Front Pembela Islam ada di Indonesia di mana-mana saja."

"Ini kan sekarang saja nih kelihatannya agak dipermasalahkan masalah perpanjangan," lanjutnya.

Lihat Videonya mulai menit ke 4:20




Sebagaimana diketahui, nasib perpanjangan izin berdirinya  FPI sekarang ini belum jelas.

Apalagi, Presiden Jokowi tak akan berkompromi jika ada ormas yang dianggap tak sejalan dengan ideologi Pancasila.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Jokowi saat wawancara bersama Associated Press

"Organisasi itu membahayakan negara secara ideologi, saya tidak akan kompromi."

"Tetapi kalau ideologinya masih sama, Pancasila, saya kira kita bisa bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi seperti dalam cuplikan wawancara bersama AP yang disiarkan Kompas TV pada Rabu (31/7/2019).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menegaskan, sebelum perpanjangan masa izin berlaku dilakukan, pihaknya akan melihat rekor ormas tersbut.

"Ini masalah politik negara yang harus ditaati oleh setiap ormas yang mempunyai hak untuk berormas, berhimpun, berpartai yang dilindungi undang-undang." kata Tjahjo Kumolo dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (1/7/2019). 

"Aturan kenegaraan harus diikuti dengan baik, termasuk pengajuannya, kita lihat record-nya bagaimana." kata Tjahjo Kumolo, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Tak hanya ormas FPI, semua ormas juga akan diperiksa kembali.

"Jadi tidak hanya FPI, seluruh ormas yang ada juga," lanjut Tjahjo Kumolo.

(TribunWow.com/Mariah Gipty)


Subscribe to receive free email updates: