Adian Napitupulu Mendadak Dipanggil ke Istana, Dua Hari Usai Namanya Masuk Daftar Menteri Ini


Popnesia.com - Presiden Joko Widodo mendadak memanggil kader PDIP yang kini duduk di Komisi VII DPR, Adian Napitupulu, Selasa (13/8/2019). 

Tak diketahui topik yang dibahas Jokowi dengan Adian Napitupulu. Namun, Jokowi disebutkan cuma ingin bicara empat mata dengan Adian Napitupulu. 

Mantan aktivis 98 itu dipanggil tepat dua hari setelah namanya masuk dalam daftar menteri susunan Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024, yang beredar viral di media sosial. 

Di antara nama-nama yang beredar itu, konon diputuskan di Ruang Garuda Istana Bogor, Minggu (4/8/2019), terdapat pula nama Adian Napitupulu sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang. 

Kedatangan mantan aktivis 1998 itu ke Istana Kepresidenan tak terpantau awak media yang biasa bertugas meliput di Istana. 

Namun, kedatangan pria bernama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu itu dibenarkan oleh salah satu staf-nya di DPR, Musyafaur Rahman. 

"Iya benar, tadi Bang Adian ke Istana sekitar pukul 10.00 pagi," ujarnya, saat dikonfirmasi Wartakotalive via sambungan telepon, Selasa sore. 

Adian Napitupulu, katanya, bertemu Jokowi setelah sebelumnya menerima kedatangan Ketua DPR Bambang Soesatyo. 

Namun, Musyafaur Rahman tak tahu apa pembicaraan empat mata antara Adian Napitupulu dengan Presiden Jokowi. 

"Belum ketemu juga (dengan Adian Napitupulu). Nanti kalau ketemu coba saya tanyakan," ucapnya. 

Sebelumnya, nama Adian Napitupulu menggema dalam acara Halalbihalal Presiden Jokowi bersama aktivis 98, di Jakarta, Minggu (16/6/2019) lalu. 

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan saat ini memang aktivis 98 sudah banyak yang menjadi kepala daerah atau wakil rakyat di parlemen. 

Namun, Jokowi mengakui belum ada aktivis 98 yang menjadi menteri di pemerintahan. 

Jokowi pun kemudian menyinggung nama Adian Napitupulu saat bicara soal kursi menteri. 

"Berkaitan dengan aktivis 98, ini adalah pelaku sejarah, memang sebagian besar sudah ada yang menjabat bupati, DPR, wali kota atau jabatan lain, tapi saya juga mendengar ada yang belum." 

"Saya lihat menteri belum," kata Jokowi. 

Setelah pernyataan Jokowi itu, para aktivis 98 yang hadir lantas meneriakkan nama Adian Napitupulu sebagai bentuk dukungan kepada politikus PDIP itu untuk masuk dalam pemerintahan mendatang. 

"Adian, Adian, Adian," seru para aktivis 98. 

"Bisa saja, kenapa tidak? dengan kemampuan yang ada bisa saja," timpal Jokowi. 

Teka-teki nama-nama menteri yang bakal dipilih Presiden Jokowi masuk dalam kabinetnya, memang dinanti-nanti banyak pihak. 

Daftar nama-nama menteri Kabinet Kerja Jilid II pun beberapa kali beredar di grup WhatsApp. 

Nama-nama itu diklaim diputuskan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (4/8/2019) lalu. 

Foto yang beredar menunjukkan selembar kertas dan terdapat stempel berwarna merah dengan tulisan RAHASIA. 

Dalam selembar kertas tersebut, tertulis Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid ll Periode 2019-2024. 

Tertulis juga, rapat dipimpin Presiden Jokowi dengan Sekretaris Rapat Pramono Anung di Ruang Garuda Istana Bogor, Minggu (4/8/2019). 

Adapun yang hadir ditulis wapres terpilih Ma’ruf Amin, ketua umum partai koalisi, dan sekretaris jenderal partai koalisi. 

Di antara nama-nama yang beredar itu, ada pula nama Adian Napitupulu sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang. 

Wakil Presiden: Maruf Amin 

Menteri Kabinet 

Menteri Sekretaris Negara: Pramono Anung Wibowo 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Hendrawan Supratikno 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Susi Pudjiastuti 

Menteri Perhubungan: Rusdi Kirana 

Menteri Kelautan dan Perikanan: Agus Suherman 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Faisal Basri 

Menteri Pariwisata: Triawan Munaf 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Ryamizard Ryacudu 

Menteri Dalam Negeri: Ganjar Pranowo 

Menteri Luar Negeri: Dino Patti Djalal 

Menteri Pertahanan: Andi Widjajanto 

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Mahfud MD 

Menteri Komunikasi dan Informatika: Semuel Abrijani Pangerapan 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Heru Budi Hartono 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Rini Soemarno 

Menteri Keuangan: Muhammad Chatib Basri 

Menteri BUMN: Ririel Ardiansyah 

Menteri Koperasi dan UKM: Eva Kusuma Sundari 

Menteri Perindustrian: Bahlil Lahadalia 

Menteri Perdagangan: Fadli Zon 

Menteri Pertanian: Spudnik Sujono Kamino 

Menteri Ketenagakerjaan: Muhammad Hanif Dhakiri 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono 

Menteri Lingkungan Hidup dan Perikanan: Tsamara Amany Alatas 

Menteri Agraria dan Tata Ruang: Adian Napitupulu 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Yudi Latief 

Menteri Agama: Komaruddin Hidayat 

Menteri Kesehatan: Daeng M Faqih 

Menteri Sosial: Agus Harimurti Yudhoyono 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Najwa Shihab 

Menteri Pendidikan Nasional: Syawal Gultom 

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Kadarsah Suryadi 

Menteri Pemuda Dan Olahraga: Erick Thohir 

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko 

Pejabat Setingkat Menteri 

Jaksa Agung: Todung Mulya Lubis 

Panglima TNI: Jenderal Andika Perkasa 

Kapolri: Jenderal Mohammad Tito Karnavian 

Sekretaris Kabinet: Johan Budi SP 

Kepala Negara Pemerintah Non Kementerian 

Kepala Badan Intelijen Negara: Budi Gunawan 

Kepala Badan Penanaman Modal: Thomas Trikasih Lembong 

Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Addie Muljadi Sumaatmadja 

Kepala Lembaga Non Struktural 

Kepala Staf Kepresidenan: Diaz Hendropriyono. 

Tribun Medan

Subscribe to receive free email updates: