Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta turun di 2018, Anies sebut gara-gara.....

Hasil gambar untuk Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta turun di 2018, Anies sebut gara-gara
Popnesia.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap penyebab penurunan pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta pada 2018. Salah satunya, kata dia, disebabkan adanya penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games.

Menurut Anies, penyelenggaraan kedua pesta olahraga tersebut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta lebih kecil dibandingkan dengan dampak ekonomi pada tahap persiapan penyelenggaraannya pada 2017.

Polemik Izin Bangunan di Pulau Buatan

"Saat persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games tahun 2017 dampak ekonomi lebih besar dibandingkan 2018," ungkap Anies dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/7).

Selanjutnya Meski demikian Anies mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2018 berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. "Pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2018 sebesar 6,17 % di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 %," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan, pada 2017 pendapatan DKI bisa melampaui target karena adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Tahun 2017 kan ada program tax amnesty. Hal itu luar biasa, kita dapat penerimaan hampir Rp 2 triliun dari situ," kata Faisal.

Program tax amnesty tak berlanjut di 2018. Itu membuat pendapatan DKI Jakarta tak setinggi 2017. "Tapi kalau dikurangi pendapatan dari tax amnesty, pendapatan kita di tahun 2018 sebenarnya lebih besar kok dari 2017," ujarnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta menyoroti turunnya pendapatan DKI Jakarta tahun 2018. Hanura menyayangkan pendapatan yang diterima DKI tahun 2018 turun jumlahnya.

"Mengapa pendapatan daerah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 mengalami penurunan yang sangat signifikan apabila dibandingkan dengan pendapatan daerah DKI Jakarta pada tahun 2017," kata Syarifuddin saat membacakan pandangan Fraksi Hanura, Rabu (26/6).

Menurut Hanura, pendapatan daerah pada 2018 hanya terealisasi Rp 61,24 triliun dari target Rp 65,81 triliun. DKI Jakarta hanya mencapai target 93 %. (kontan)

Subscribe to receive free email updates: