Ngeri! Era Anies Baswedan, KASN Ungkap Jabatan Kepala Dinas Dijual Rp5-6 Miliar

Popnesia.com - Sebuah artikel berjudul “KASN Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan Pemerintahan termasuk di DKI” yang tayang di viva.co.id banyak dibagikan oleh para pembacanya ke sosial media.

Salah satunya oleh pemilik akun twitter @triwul82.

Artikel yang dibagikan tersebut kemudian banyak mendapat komentar dari pengguna twitter lainnya, redaksi melekpolitik.com merangkum beberapa suara warganet tersebut, begini isinya:

@alex_hunter146: Pasti Aman Hampir Seluruh Mantan Pimpinan KPK Jadi Timses ASU Bahkan Masuk Di Tim Gubernur

@datuakmangkuto: Kan ada di @sosmedbw di DKI jadi KPK malas Periksa di Pemprov DKI

@TEMBOKSURAU: Gak heran !!! Siapa dulu dong gubernurnya !!!!

@JMangontang: Ngak mungkin… kan gubernurnya @aniesbaswedan
gubernur seiman, ngak mungkin ada jual beli. Coba aja tanya @KPK_RI

@yon_djawir: selama ada sodaranya di @KPK_RI mah DKI aman2 aja.
 Dalam artikel yang tayang Jumat (26/07/2019) itu diberitakan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi mengungkapkan, sampai saat ini, praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan masih ada. Hal itu diingatkannya menjadi cacat atau mekanisme buruk dalam mengisi jabatan.

Sofian memaparkan, salah satu provinsi yang dalam pengisian jabatannya terendus dengan cara jual-beli jabatan yakni Provinsi DKI Jakarta. Untuk mengisi jabatan kepala dinas kata dia dibutuhkan uang miliaran Rupiah.

“Seperti tadi yang saya katakan di DKI itu untuk kepala SKPD, kepala dinas itu di atas Rp5-6 miliar karena di SKPD di DKI. Dinas Kebersihan aja anggarannya Rp2,5 triliun dan dinas perhubungan Rp6-7 triliun anggarannya,” ujar Sofian dalam acara diskusi serial dan Focus Group Discussion bertema “Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban Menuju Cita-cita Nasional dengan Paradigma Pancasila” di hotel Sultan, Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.

MelekPolitik.com

Subscribe to receive free email updates: