Oknum Dokter Hewan Pencetus Republik Andalas Raya Pro Prabowo Diciduk Terkait Provokasi dan Penghinaan Terhadap Presiden


Imgur
Popnesia.com - Seperti yang sudah penulis katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa kampret tidak pernah mengenal usia dan pendidikan, jadi jangan heran jika banyak yang sudah tua atau berpendidikan tinggi tetapi tingkah lakunya tidak sesuai dengan usia dan latar pendidikannya.

Kemarin, penulis sudah membahas seorang “kakek” atau yang menggunakan foto seorang kakek pendukung khilafah yang begitu mudahnya “menghina” almarhumah Ibu Ani Yudhoyono melalui postingan dalam akun facebooknya. Pendukung khilafah tapi jual produk China wkwkwk. Bagi yang penasaran dengan nomor WA atau tempat tinggalnya, silahkan klik dalam tulisan yang sempat menjadi trending di Seword kemarin di https://seword.com/umum/viral-pendukung-khilafah-menghina-almarhumah-ibu-ani-yudhoyono-MEqJyrLpx8

Dan kali ini, penulis akan membahas lagi tentang seorang kakek yang berpendidikan tinggi karena berprofesi sebagai dokter hewan di Sumatera Barat yang “memprvokasi” rakyat khususnya di pulau Sumatera untuk melakukan referendum!

Mungkin ada pembaca setia di Seword yang bertanya, kenapa oknum dokter hewan tersebut nekat meminta referendum?

Ternyata hal ini disebabkan karena “junjungan” mereka yaitu Prabowo kalah dari Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin!

Mari kita lihat salah satu screen shot postingan “provokasinya” berikut ini:
Imgur

Dalam postingannya, oknum dokter hewan tersebut mengatakan bahwa:

“Saya tdk ingin makar tp jika kalin pikir NKRI itu hy hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa saya py hak utk bergerak paling terdepan utk mewujudkan ini n jgn kalin anggap ini hy meme meme main mainan saja...

Dia juga “menjual” nama rakyat di pulau Sumatera yang katanya menuntut referendum jika Indonesia dipimpin oleh Presiden Joko Widodo yang zhalim, otoriter, penipu dan semena-mena pada Ulama...

Aneh tapi nyata...

Seorang yang berpendidikan tinggi tapi begitu mudahnya “memprovokasi” rakyat di pulau Sumatera untuk menuntut referendum dan memfitnah Presiden Jokowi zhalim, otoriter, peipu dan semena-mena pada Ulama!

Dan orang seperti ini tidak pantas dibiarkan “bebas” karena sudah secara terang-terangan melakukan provokasi kepada pemerintahan yang sah HANYA karena Prabowo kalah!

Bagi yang penasaran dengan akun facebooknya, silahkan klik di https://www.facebook.com/ando.elektro

Imgur

Tetapi akun facebook di atas sudah down sehingga tidak bisa dibuka lagi...

Tenang, penulis akan membagikan akun facebooknya yang lain yang beralamat di https://www.facebook.com/syah.rizal.dvm

Imgur
Dari foto profil facebooknya memang terlihat jelas dia adalah “pemuja” Prabowo jadi tidak heran jika dia membuat fotonya menggunakan topi Gerindra bersama Prabowo sebagai foto profilnya di atas.

Berikut adalah penampakannya lagi...

Imgur

Imgur

Alhamdulillah, akhirnya si kakek yang merupakan oknum dokter hewan di Sumatera Barat tersebut sudah diciduk oleh aparat setempat seperti yang terlihat dalam beberapa foto berikut ini:

Imgur

Imgur

Dan seperti biasa, saat melakukan posting meraa sangat garang bahkan mengatakan jika postingannya bukan sekedar mainan, tetapi setelah diciduk pasti ngeles khilaf, minta maaf lalu semua selesai???

Penulis mendapatkan video di salah satu media nasional jika oknum dokter hewan tersebut mengatakan bahwa dia melakukan postingan “provokasinya” tersebut dengan dalih iseng???




Iseng membuat postingan “provokasi”???

Iseng “memfitnah” Presiden Jokowi???

Dimana “otak” kalian???

Orang-orang seperti ini biasanya merasa hebat sehingga dia bebas membuat postingan “provokasi” dan penghinaan dalam akun facebooknya.

Apakah dia pura-pura tidak tahu bahwa sekarang zaman sudah digital?

Atau dia mungkin merasa akan dibela oleh Prabowo??? wkwkwk

Jadi apa pun yang Anda katakan dan dimana pun Anda berada, pasti akan mudah diciduk dan terbukti kan?

Dia mungkin merasa gak akan diciduk karena dia berada di provinsi Sumatera Barat yang merupakan basis Prabowo di pulau Sumatera. Dia mungkin aan ngeles bahwa dia bebas mengatakan apa pun yang dia inginkan dengan dalih kebebasan berpendapat.

Woi...

Kebebasan bependapat itu bukan berarti bebas “memprovokasi” dan menghina orang lain!

Kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita katakan atau lakukan.

Secara pribadi penulis merasa senang jika orang-orang seperti ini ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak sembarangan memprovokasi atau memfitnah orang lain tanpa bukti. Dan penulis yakin, bahwa msih banyak orang-orang seperti ini di luar sana yang perlu untuk diciduk lagi.

Ayo, siapa lagi yang mau menyusul si kakek ini sehingga bisa lebaran di hotel prodeo di masing-masing daerah???

Mungkin kalian sudah bosan lebaran dengan keluarga???

Dari kasus ini, semakin kelihatan bagaimana kualitas Prabowo dan “pendukungnya”. Mereka hanya “mimpi” menang tapi tidak siap kalah. Tidak heran jika media asing pernah memberitakan bahwa Prabowo adalah pecundang seperti yang dilansir dalam situs https://international.sindonews.com/read/1397485/40/media-australia-ledek-prabowo-dengan-sebutan-pecundang-1555777192

Wassalam,

Nafys

https://seword.com/author/nafys

Subscribe to receive free email updates: