Ditelepon Ojol, Saksi Prabowo-Sandi dari Boyolali Yakin Nomor Hapenya Dibajak


Popnesia.com - Salah satu saksi fakta dari kubu Prabowo-Sandi, Betty Kristiana yakin nomor telepon selular dan akun media sosialnya dibajak orang tak dikenal.

Demikian disampaikan Betty Kristiana dalam kesaksiannya di depan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6/2019).

Betty bercerita, awalnya dirinya mengaku menemukan tumpukan dokumen yang diduga formulis C1 di Kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Penemuan itu, katanya, terjadi pada 18 April pukul 19.30 WIB atau sehari setelah Pemilu 2019.

Jumlah dokumen diduga C1 yang ia temukan cukup banyak. Kemudian, segel dari dokumen diduga C1 itu sudah terbuka yang kemudian dibungkus berjumlah empat karung.

“Lembaran hologram itu segel suara hologram serta segel pengunci yang telah digunting serta lembaran plano juga plastik pembungkus kotak suara itu menggunung,” katanya.

Dirinya mengaku sengaja mendatangi lokasi tersebut karena ingin melakukan pengecekan.

Saat itu, sambungnya, Betty melihat ada tiga orang di Kantor Kecamatan Juwangi itu.

Saat dia menanyakan dokumen diduga C1 tersebut, orang-orang di sana hanya menjawab itu adalah sampah.

“Lalu saya jawab kalau sampah itu jumlahnya satu, dua, tidak menggunung sampai empat karung,” katanya.

Selain menemukan formulir C1 yang berserakan, dia juga melihat ada tiga orang tengah memasukkan kertas ke dalam amplop yang diduga formulir C1.

“Akhirnya saya laporkan ke Seknas Boyolali (Seknas Prabowo-Sandi di Boyolali),” jelasnya.

Tak hanya itu, Betty lantas mengunggah video tersebut melalui situs berbagi video, Youtube.

Selang beberapa hari kemudian, akun Facebook dan nomor WhatsApp-nya dibajak orang tak dikenal.

“WA dan Facebook saya di-cloning (digandakan) orang,” katanya.

Namun, akun miliknya itu lantas mengunggah tulisan yang menjelaskan bahwa suaminya saat ini sedang merakit bom.

Beruntung, tulisan itu tak dipercaya rekan-rekannya lantaran mengetahui bahwa Betty tak memiliki suami.

“Sepengetahuan mereka memang saya tak bersuami. Baru tahu mereka setelah itu, itu bukan Mbak Betty,” tuturnya.

Selai itu, sambungnya, ada driver ojek online yang menghubunginya untuk mengantarkan pesanan. Padahal saat itu, aku Betty, dia tidak memesan apapun melalui ojek online.

Dengan alasan tersebut, Betty semakin yakin bahwa nomor telepon selularnya dibajak.

“Ojek itu bilang ‘Bu ini penipuan ini’. Terus saya matikan handphone,”

“Terus kemudian saya ditelpon lagi ‘ibu pesanan ibu harus saya antar ke mana?’,” pungkasnya.

Pojoksatu

Subscribe to receive free email updates: