Sindir Soal Klaim Prabowo Menang Pilpres Lebih dari 60%, TKN Jokowi Skak Mat BPN, makjleb!


Popnesia.com - Klaim dari kubu BPN Prabowo-Sandi mengenai kemenangan yang mereka dapat di Pilpres 2019 nyatanya turut menuai perhatian TKN Jokowi-Maruf.

Hal tersebut diurai juru bicara TKN Jokowi-Maruf, Arya Sinulingga kepada BPN Prabowo-Sandi perihal klaim tersebut.

Dilansir dari tayangan Rosi di laman Kompas TV, tanggapan yang diurai Arya Sinulingga itu diawali dari pernyataan Sudirman Said perihal sebuah momen di Pilpres 2019.

Menurut pengakuan Sudirman Said, rakyat sudah paham betul dengan perangai aneh dari para pemimpin di negeri ini, termasuk soal tingkah Presiden Jokowi.

Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi itu pun memaparkan perihal penuturan salah seorang petani yang mengomentari sikap Jokowi ketika masuk dalam masa kampanye.

"Seorang petani di kampung saya bisa ngomong begini loh, 'mas, itu presiden bagaimana ? cuti kok jam-jam-an'. Itu ditangkap oleh masyarakat. Kan perginya pakai biaya negara. Gimana mungkin dia bisa menjelaskan saya ini presiden sekarang capres," ujar Sudirman Said.

Sudirman Said pun memaparkan bahwa petani itu sampai membandingkan dengan para bupati yang sedang masuk dalam masa kampanye apabila mencalonkan diri kembali.

Mendengar penuturan tersebut, Arya Sinulingga pun lantas meresponnya.


Seolah ingin membalikkan keadaan, Arya Sinulingga tampak memaparkan pernyataan pedas untuk sosok Prabowo Subianto.

"Sama juga, di kami juga, di tempat saya juga nanya terus 'itu kok Pak Prabowo itu bohong-bohong terus," pungkas Arya Sinulingga.

Mendengar pernyataan Arya Sinulingga, BPN Prabowo-Sandi, Said Didu pun bereaksi.

Ia berujar bahwa sosok Prabowo Subianto tidak menggunakan uang negara.

Menanggapi respon cepat Said Didu, Arya Sinulingga pun lants membalasnya dengan segera.

"Itu bukan uang negara itu !" balas Said Didu.

"Bukan bukan, saya bukan ngomong uang negara," pungkas Arya Sinulingga.

Lebih lanjut, Arya Sinulingga pun menjelaskan maksud dari perkataan sebelumnya.

Ia rupanya ingin mengungkap keresahan terkait dengan pengakuan atau klaim dari BPN Prabowo-Sandi mengenai kemenangan di Pilpres 2019.

Yakni soal klaim bahwa Prabowo Subianto memenangkan suara sebanyak 62%.

"Misalnya, ini kami menang 62% dalam tempo satu hari, dapat dari mana datanya ? enggak ada datanya," pungkas Arya Sinulingga.



Tak hanya itu, Arya Sinulingga pun mengaku bahwa klaim tersebut seperti tak berdasar.

Karena menurutnya, klaim itu menjadi aneh sebab dilontarkan dalam waktu satu hari pasca Pemilu 2019.

Melihat klaim tersebut, Arya Sinulingga pun menyebut bahwa teknologi yang digunakan BPN Prabowo-Sandi adalah teknologi alien.

"Artinya apa ? di rakyat juga banyak, ini kebohongan yang dilakukan. Mengatakan bahwa 'data 40% sudah masuk, kami menang 62%'. 40% dalam tempo satu hari, waw ! Itu teknologi alien. Jadinya sett ditangkap langsung datanya. Enggak ada !" ungkap Arya Sinulingga.

Seolah ingin meyakinkan publik perihal pernyataannya, Arya Sinulingga mengaku sampai membuat sebuah sayembara.

Yakni siap memberikan uang ratusan juta bagi siapa saja yang bisa membuktikan klaim dari BPN Prabowo-Sandi itu.

Sayembara itu pun diakui Arya Sinulingga telah ia sebar di lingkungan atau daerah tempat tinggalnya yakni Sumatera Utara.

"Saya sampai bikin sayembara Rp 100 juta. 'Kalau ada C1 sekarang dikumpulkan semua sesuai dengan yang dikatakan BPN, kasih ke saya, saya kasih Rp 100 juta," pungkas Arya Sinulingga.

Alasan mengenai pembuatan sayembara itu pun lantas dijelaskan Arya Sinulingga.

Selain itu, Arya Sinulingga juga tampak jengah dengan klaim serta pernyataan dari BPN Prabowo-Sandi.

Yakni soal adanya tudingan kecurangan yang padahal menurut Arya Sinulingga klaim tersebut memiliki data yang sedikit.

"Artinya apa ? ini banyak sekali ungkapan-ungkapan kebohongan, ini curang lah, ternyata yang curang cuma sedikit. Ini datanya begini lah bahwa kami menang lah, ternyata datanya disuruh buka, enggak dibuka juga," ujarnya.

Tak hanya itu, Arya Sinulingga juga tampak menyindir BPN Prabowo-Sandi mengenai lokasi Real Count dari tim mereka.

Sebab hingga saat ini, publik tidak mengetahui secara pasti dimana lokasi BPN Prabowo-Sandi melakukan rekap Real Count yang selama ini mereka klaim.

Hal itu diakui Arya Sinulingga berbeda dengan yang dimiliki oleh TKN Jokowi-Maruf.

"Kami TKN sampai membuka ruang besar, adik-adik mahasiswa kalau mau datang ke tempat real count kita silahkan. Kalau BPN ditanya, (lokasi) real countnya pindah-pindah takut ketahuan," imbuh Arya Sinulingga.tribunnews

Tonton tayangan lengkapnya :


Subscribe to receive free email updates: