13 Jam Diperiksa, Akhirnya Eggi Sudjana Drop, Pengacara Minta Begini

Sudah 11 Jam, Eggi Sudjana Masih Diperiksa di Polda Metro Jaya
Popnesia.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum masih memeriksa Eggi Sudjana terkait kasus dugaan makar yang dilaporkan oleh caleg PDIP Dewi Tanjung. Hingga 11 jam, Eggi Sudjana masih diperiksa polisi.

Eggi tiba di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (26/4) pukul 12.00 WIB. Kemudian diperiksa pukul 14.00 WIB dan hingga Sabtu (27/4) pukul 01.00 WIB, Eggi belum juga selesai diperiksa oleh polisi sebagai terlapor.

Pemeriksaan ini merupakan hasil dari laporan Caleg PDIP Dewi Tanjung pada Rabu (24/4). Dewi melaporkan Eggi atas dugaan makar terkait video orasi Eggi soal gerakan 'people power'.

"Saya melaporkan Eggi Sudjana dalam kasus makar dan ujaran kebencian UU ITE," kata Dewi Tanjung kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Laporan itu dibuat setelah Dewi melihat tayangan video yang beredar di grup WhatsApp, pada Rabu (17/4). Dalam video itu, kata Dewi, Eggi menyerukan gerakan people power.

Dewi menyerahkan bukti berupa rekaman video yang beredar di media sosial. Laporan Dewi diterima polisi dengan nomor LP/2424/IV/2019/PMJ/Ditreskrimum tangal 24 April 2019 dengan tuduhan pemufakatan jahat atau makar dan dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP junto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.
(idn/idn)

Kondisi Drop, Pemeriksaan Eggi Sudjana Dilanjut Jumat Depan

Kondisi Drop, Pemeriksaan Eggi Sudjana Dilanjut Jumat Depan
Pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadoni Nasution meminta pemeriksaan terhadap kliennya dilanjut Jumat pekan depan. Hal itu dikarenakan kondisi Eggi Sudjana drop.

"Saya melihat kondisi Bang Eggi Sudjana itu istilahnya tidak memungkinkan, tapi dia masih semangat untuk memberikan keterangan, kan begitu. Saya minta stop dong untuk sementara waktu, nanti kita tunda dulu. Karena kondisi Bang Eggi Sudjana agak istilahnya, agak drop saya lihat," kata Pitra usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Eggi, kata Pitra, sebenarnya semangat untuk mengklarifikasi pernyataan yang dilaporkan oleh terlapor. Apalagi, menurutnya tuduhan makar terhadap Eggi Sudjana keliru. Namun, karena dia melihat kondisi kesehatan Eggi menurun, sehingga diminta pemeriksaan lanjutan pekan depan.

"Karena dia istilahnya tidak merasa membuat makar, dia memberikan keterangan klarifikasi tersebut. Jadi tuduhan-tuduhan tersebut tidaklah benar adanya, kan begitu, tidak berdasar. Sehingga ini perlu dikoreksi lagi," terangnya.

"Jadi terhadap hal ini, ini hal yang biasa. Dan ini seharusnya dihentikan saja, kan begitu. karena apa? Karena kalau diteruskan ini akan membuat suatu polemik yang panjang, kan begitu, dan akan istilahnya menimbulkan suatu paradoks yang sangat, muncul di tengah-tengah masyarakat bahwasanya pengertian makar itu tiba-tiba langsung dituduh makar, sedikit-sedikit dituduh makar, kan seperti itu," ujarnya.

Dia menilai, apa yang disampaikan kliennya merupakan hak berpendapat sebagai warga negara. Dia meminta tuduhan makar dihentikan.

"Ini sangat mengerikan sekali. Berarti pendapat tidak boleh berpendapat lagi dong di negara Republik Indonesia ini? Ini kan pendapat dia, ya kan? People Power mengerti nggak? People Power adalah kekuatan rakyat, bisa seperti unjuk rasa, demonstrasi, menyatakan pendapat di muka umum, itu diatur dalam UU no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat, kok istilahnya dilarang, langsung dituduh makar, ini bahaya sekali kalau tidak dihentikan, ini harus stop," jelasnya.detik

Subscribe to receive free email updates: