Taufiq R Ghani Kembali Dihadapkan ke Awak Media, Begini Nasib Penghina Jokowi Itu Sekarang


Popnesia.com - Taufik R Gani, warga Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali ditangkap polisi.

Terbaru, ia jadi tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) 27 unit ponsel iPhone S seri terbaru.


Menurut AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, Katimsus Jatanras Polda Sulut, usai melakukan pencurian 27 handphone merek Iphone S seri terbaru dan empat buah notebook di jalan Ahmad Yani nomor 80 Medan Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, uang hasil penjualan barang curat ditukar ke money changer.


"‎Dari hasil penyelidikan, tersangka punya keinginan ketika punya uang banyak ditukar ke money changer bukan untuk ditabung, ditukar dalam pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook dan dipakai berfoya-foya ke Bali dan Jakarta bersama pasangan homonya," kata Sugeng, Senin (18/02/2019) di Mapolda Sulut.


Diberitakan sebelumnya, Taufik R Gani, merupakan residivis kasus pornografi Oktober tahun 2016 di Manado. Selain itu juga terkait kasus penghinaaan terhadap Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2017 dan Agustus 2018. Kini kembali berurusan dengan kepolisian.


Kali ini pria berusia 23 tahun diamankan timsus Jatanras Polda Sulut dan Buser Polrestabes Medan Sumatera Utara (Sumut), atas kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).


"Tersangka kami amankan di rumahnya di Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting sekitar pukul 04.00 Wita pagi pekan lalu," tutur AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH Katimsus Jantanras Polda Sulut, kepada wartawan di Mapolda Sulut Senin (18/02/2019).


‎Dijelaskannya, tersangka diamankan gabungan Buser Polrestabes Medan dan Timsus Jatanras Polda Sulut berdasarkan surat perintah penangkapan yang nomor SP.Kap/117/II/RES.1.8/2019/Reskrim yang dikeluarkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puti Yudha Prawira SIK MH.



Tersangka dilaporkan karena melakukan tindak pidana curat 27 Iphone S seri terbaru dan empat buah notebook dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta.


Tersangka beraksi di wilayah jalan Ahmad Yani No 8 Medan Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat.


Hasil curian itu, oleh tersangka yang sudah tidak asing lagi di media sosial Manado, dijual kepada para penadah yang ada di wilayah Malang, Jawa Timur‎, senilai rp 150 juta di pakai untuk foya-foya.


‎Tersangka sempat digelandang ke Polda Jawa Timur, untuk dilakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya.


"Barang curiannya Handphone Iphone S seri terbaru harganya Rp 25 juta per satu unit," tambahnya.


 
Pihaknya juga sempat mengamankan pasangan sesama jenis tersangka, namun karena tidak ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani, maka sudah dilepas.‎


Atas perbuatannya residivis ini bakal diherat dengan KUHP pasal 363.


Buser Polrestabes Medan, bersama tersangka yang sudah ke Malang pergi mengambil barang bukti 27 handphone dan notebook yang hanya tersisa 2 unit, sempat dibawah tersangka ke Manado.


"Informasi terakhir, Minggu (17/02/2019) kemarin tersangka oleh tim Buser Polrestabes Medan sudah tiba di Medan," tandasnya.‎


(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)



Begini Nasibnya Sekarang :

Taufik R Gani, 25, hanya bisa tertunduk dan menangis saat dihadapkan ke awak media, Senin (4/3). Tersangka pembobol gerai iPlug di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Kota Medan itu tampak begitu menyesal.

Taufik harus dibawa menggunakan kursi roda. Karena dia tak mampu berjalan dengan luka tembak di kaki kanannya. Laki-laki yang pernah menjadi peserta kontes penyanyi dangdut di salah satu stasiun televisi nasional itu ditangkap dalam pelariannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengungkapkan, Taufik diringkus di Manado, Sulawesi Utara pada Senin (11/2) lalu.

Saat ditangkap, polisi terpaksa menembaknya. Karena dia berusaha melawan petugas. "Saat itu pelaku mencoba lari dengan cara berusaha mencoba menggigit petugas," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira di RS Bhayangkara, Kota Medan, beber AKBP Putu Yuda di RS Bhayangkara Polda Sumut, Senin (4/3).

Terungkapnya kasus ini lanjutnya, berdasarkan laporan pemilik gerai Stefen Morris, 42. Ia mendapat laporan dari karyawanya bahwa tokonya dibobol.

"Dia (pelaku)masuk dengan membobol pintu rolling door," ungkap Putu Yuda.

Setelah membuat laporan ke Polrestabes Medan, kasus itu diselidiki dan Taufik berhasil meringkus laki-laki bertato itu.

Sejak pencurian itu, Taufik memang menghilang. Pengakuannya, dia pergi ke Jakarta dan Bali setelah memboyong belasan iPhone, macbook dan uang tunai.

Berbekal rekaman kamera pengawas di dalam gerai, polisi melakukan penyelidikan. Keaktifannya di media sosial membuat polisi dengan mudah meringkus laki-laki yang memiliki tato di tangan kanan.

Dalam laman facebook miliknya, Taufik memang kerap mengunggah aktifitasnya. Bahkan dari banyak postingannya, yang terbanyak adalah ambisi untuk menjadi orang kaya.

Aktifitasnya di tempat-tempat mewah selalu menjadi sorotan. Bahkan dia juga nekat mengunggah kemesraannya dengan laki-laki lain yang diduga kekasih sesama jenis.

Pihak iPlug mengaku mengalami kerugian Rp 537 juta lebih karena aksi Taufik. Karena barang-barang yang hilang yakni, 27 iPhone Seri (S), 5 unit macbook dan uang tunai jutaan rupiah.

Sayangnya, saat ditangkap, polisi hanya mendapati barang bukti satu unit iPhone X , satu unit Iphone Xs Max lengkap dengan kotak dan uang tunai Rp 71 juta.

Taufik mengaku uang hasil penjualan barang curian sudah digunakan untuk berfoya-foya dengan kekasih sesama jenisnya.

Aksi pembobolan toko iPlug di Kota Medan itu, dilakukannya seorang diri. Selain melakukan pembobolan ini, ternyata pelaku adalah residivis. Dia pernah terjerat kasus penyebaran film porno di Manado. (JPC)

Subscribe to receive free email updates: