Sikap Habib Bahar Bin Smith saat Melihat Hakim Ketua Marah dan Tunjuk-tunjuk Timnya


Popnesia.com - Pendakwah Habib Bahar bin Smith telah menjalankan sidang perdananya, pada (28/2/2019) lalu.

Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Edison Muhamad.

Edison sempat marah pada tim penasehat hukum Habib Bahar bin Smith.

Kemarahannya tersebut bermula saat Edison menawarkan eksepsi pada Bahar, seperti yang diberitakan TribunWow.com dari channel YouTube PERISAI TV, Sabtu (2/3/2019).

Mulanya, Habib Bahar ditawarkan untuk berdiskusi dengan tim penasehat hukumnya.

"Terhadap dakwaan tersebut apakah saudara (Habib Bahar) mengajukan keberatan ataukah eksepsi atau akan konsul dengan tim penasehat hukumnya? Boleh saudara berdiri ke sana?," ujar Hakim Ketua Edison.

Habib Bahar yang berada di depan kursi hakim lalu beranjak menuju ke arah penasehat hukumnya yang terdiri dari beberapa orang.

Habib Bahar terlihat berdiskusi dengan para penasehat hukum lalu kembali ke tempat duduknya.

"Baik bagaimana saudara yang menjawab atau timnya?," tanya Edison.

"Silahkan koordinatornya?," tambahnya mempersilahkan koordinator penasehat hukum Habib Bahar.

"Kami akan mengajukan eksepsi perkara ini, yang kedua kami mengajukan permohonan ke majelis Yang Mulia," ujar seorang penasehat hukum yang tak usai.

Edison lalu memotongnya dengan cepat.

"Nanti-nanti nanti eksepsi dulu, nanti kita kasih kesempatan saudara ngomong, sekarang eksepsi atau tidak?," tanya hakim kembali.

"Eksepsi," jawab penasehat hukum singkat.

"Baik, berapa lama yang saudara butuhkan? Satu Minggu cukup? Satu Minggu itu tanggal 7, tentunya hari libur, min satu tanggal 6 hari Rabu siap?," tawaran Edison.

"InsyaAllah siap," jawab penasehat hukum.

Mendengar suara hakim ketua yang semakin meninggi, Habib Bahar berkali-kali melihat para tim penasehatnya.

Ia juga tak henti menggoyangkan kedua kakinya yang duduk bersilang.

Mulanya, Habib Bahar menggerakkan kakiknya pelan.

Namun, ia semakin menambahkan kecepatan gerakan ketika Hakim Ketua memarahi para penasehat hukumnya.

"Selanjutnya apalagi yang mau disampaikan?," tanya Edison lagi.

Menanggapi hal itu, beberapa orang tampak ingin berbicara.

Namun, Edison memotongnya dengan nada tinggi.

"Nanti-nanti koordinatornya dulu, repot kalau semua ngomong repot," kata Edison.

Seorang penasehat hukum Habib Bahar yang lain lalu memberikan argumen lagi.

"Kami mengajukan permohonan pada majelis hakim terdakwa di Lapas," katanya samar.

"Ya kita pertimbangkan, lalu ada lagi? Bapak ngomong apa silahkan?," tanya Edison.

"Saya ingin menyampaikan bahwa KUHP itu, mohon dikasih kesempatan tiga menit, ada hukum positif yang harus dilakukan untuk mencapai keadilan, yaitu hukum acara KUHP, di sini dihubungkan dengan klien kami," kata seorang pengacara tak usai.

Hakim Edison kembali memotong dengan nada tinggi dan tampak marah untuk menyela pembicaraan.

"Cukup-cukup-cukup, duduk," kata Edison.

"Sebentar bang," tawar penasehat hukum Habib Bahar.

Edison lalu mengatakan bahwa dirinya harus bertindak tegas dalam persidangan tersebut.

Saat mendengarkan Hakim Ketua Edison berbicara panjang, Habib Bahar kembali terlihat menggerakkan kedua kakinya yang memakai sepatu putih itu dengan cepat.

"Tadi sudah eksepsi, cukup, masukkan semuanya ke dalam eksepsi, saya harus tegas, karena saya yang memimpin sidang ini harus berjalan lancar dan baik, yang bertele-tele enggak perlu," kata Edison.

"Masukkan semuanya ke dalam eksepsi saudara keberatannya, nanti akan kita pertimbangkan, kami tidak ada debat kusir."

"Mau KUHP dan sebagainya masukkan, saudara kupas dengan luas di sana, setuju saudara?."

"Sudah, saya minta nanti ada tim koordinator, jadi kami, demikian juga saudara jaksa, enggak semuanya ngomong nanti, enggak selesai-selesai sidangnya," tuturnya.

Edison menegaskan sidang tersebut akan ditunda hingga tanggal (6/3/2019).

"Demikian juga tim penasehat hukum, bolehlah dua atau tiga mewakili, jadi kalau semua jalurnya debat kusir nantinya, bukan di sini tempatnya, ada tempat-tempatnya."

"Jika demikian sidang ini kita tunda, persisnya tanggal 6. Untuk persidangan yang akan datang tempat ini akan kita pindah ke perpustakaan kearsipan," ujar Edison.

 Lihat videonya:

Dikutip TribunJabar, Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung terkait kasus penganiayaan pada Cahya Abdul Jabar (18) dan anak di bawah umu MHU (17), Kamis (28/2/2019).

Agenda sidang perdana Bahar bin Smith ini adalah pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaannya itu, jaksa menjerat Bahar bin Smith dengan tiga dakwaan.

Dakwaan pertama primer, mendakwa Bahar dan Agil Yahya serta M Abdul Bahar melakukan tindak pidana secara bersama-sama, yaitu menyuruh melakukan perbuatan dengan sengaja dan melawan hukum, merampas kemerdekaan seseorang yang mengakibatkan luka-luka.

"Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam dalam ‎Pasal 333 ayat 2 KUH Pidana, subsidair Pasal 333 ayat 1 KUH Pidana junto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang tindak pidana secara bersama-sama merampas kemerdekaan orang atau penyekapan," ujar jaksa Bambang Hartoto.

Disebutkan bahwa ancaman pidana pasal tersebut adalah 8 dan 9 tahun penjara.

Dakwaan kedua primer, Habib Bahar didakwa melakukan tindak pidana penganiayaan bersama-sama dengan Agil Yahya dan M Abdul Basid terhadap Cahya dan MHU.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana di Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUH Pidana, subsidair Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUH Pidana.

Lebih subsidair lagi Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Ancaman pidana untuk pasal-pasal itu yakni 7 tahun dan lima tahun.

Sementara terkait MHU yang masih di bawah umur, jaksa mendakwa Bahar bin Smith dengan tindak pidana penganiayaan terhadap anak hingga mengakibatkan luka besar dalam dakwaan ketiga primer.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pasal 80 ayat 2 juncto Pasal 76 C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ancaman pidana dalam pasal ini adalah paling lama 3 tahun 6 bulan.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Ananda)

Subscribe to receive free email updates: