Sebut 3 Kartu Sakti Jokowi-Ma'ruf Sudah Kuno, TKN Johnny G Plate Skak Mat Fadli Zon, Makjleb!

Popnesia.com - Wakil Ketua Tim Kemanangan Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate membantah pernyataan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon yang menyinggung 3 kartu sakti kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal itu tampak saat Johnny menjadi narasumber dalam acara Indonesia Business Forum bertajuk 'Debat Ma'ruf-Sandi: Kartu siapa lebih Sakti?' seperti yang tayang di channel YouTube Talkshow tvOne, Rabu (20/3/2019).

Mulanya, pembawa acara meminta tanggapan dari TKN terkait pernyataan Fadli Zon yang sempat menyebut 3 kartu sakti milik Jokowi-Maruf sudah kuno.

Diketahui, ketiga kartu itu antara lain, Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja.

"Soal ini konsep tiga kartu sekaligus ini sudah kuno," kata pembawa acara mengutip pernyataan Fadli Zon.

Pernyataan itu lantas dijawab dengan tegas oleh Johnny.

"Fadli Zon-nya yang lebih kuno lagi," kata Johnny.

"Karena dia tidak tahu apa konsep dari tiga kartu itu, tapi memberikan komentarnya," sambungnya.

Dengan tegas ia menyatakan, konsep 3 kartu itu tidak kuno, melainkan termasuk dalam konsep modern.

"Konsep tiga kartu itu konsep social security," jelas Johnny.

"Konsep social security ini modern, kehadiran negara untuk masyarakat modernnya, bukan kuno," imbuhnya.


Lantas, Johnny mengatakan bahwa Fadli Zon sebagai anggota DPR sudah mengetahui hal tersebut.

"Apa lagi kan Fadli Zon pimpinan DPR RI, yang tahu kebijakan perlindungan sosial yang sudah dilaksanakan oleh Jokowi-Jusuf Kalla (JK) selama 4 tahun dan sekarang masuk tahun kelima yang disenangi disukai dan berhasil untuk rakyatnya," papar Johnny.

"Fadli Zon tahu itu," tandas Johhny.

Simak videonya di menit 3.50:



Diberitakan dari Tribunnews, Fadli Zon sempat mengkritik kartu sakti yang menjadi bagian dari program Jokowi-Ma'ruf, Selasa (19/3/2019).

Fadli Zon mengatakan bahwa sejumlah kartu yang ditawarkan kubu 02 termasuk cara yang kuno.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu saat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (18/3/2019).

"Ada KIS, KIP, nanti kartu Indonesia bodoh, kartu Indonesia sabar, saya kira itu cara kuno," ujar Fadli Zon.

"Menurut saya ini satu hal yang kontradiktif, di satu sisi mengajak maju dengan bicara revolusi 4.0 di sisi lain cara berpikirnya masih di zaman kuda, orang belum ada mobil gitu," tambahnya.

Bahkan, Fadli Zon mengatakan bahwa program bantuan tersebut termasuk dalam cara berpikir yang kurang cerdas.

"Bahwa untuk apa pakai kartu kartuan banyak lagi. memang satu orang mau bawa satu lusin kartu," tegas Fadli Zon.

Jadi saya kira cara berpikir memproduksi banyak kartu itu benar benar cara berpikir yang kurang cerdas lah," sambungnya kemudian.

Lantas Fadli Zon mengatakan bahwa saat ini sudah saatnya menggunakan cara-cara yang praktis dan sederhana.

"Dengan satu kartu dan semua ada di situ, pajak ada di situ, ha- hak dia ada di situ kalau dia dapat subsidi ada di situ," papar Fadli Zon.

"Jadi saya kira sudah saatnya, kita jangan berpikir pakai kartu kartu lagi," tandasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com 

Subscribe to receive free email updates: