Reaksi Mahfud MD saat Disebut Bisa Jadi Ketua MK karena Peran SBY yang Jadi Presiden 2 Periode

Popnesia.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat bicara setelah disebut bisa menjadi MK berkat peran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut tampak dari akun Twitter @mohmahfudmd, Rabu (13/3/2019).

Diketahui, awal mulanya, Mahfud MD mencuitkan soal UU ITE pada 27 Februari 2019 lalu.


"UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yg sdh memenjarakan beberapa korban itu diundangkan oleh Pemerintahan SBY pada tanggal 21 April 2008.

Katanya, saat itu, UU tsb diperlukan oleh Pemerintah.

Kalau sekarang sdh tidak diperlukan, ya, bisa dicabut," tulis Mahfud MD.

Postingan tersebut kemudian dikomentari oleh warganet dengan akun @Fianto94.

Netter itu mengatakan bahwa SBY tidak pernah memenjarakan orang yang mengkritiknya.

"Tapi Presiden SBY tidak pernah memenjarakan orang yang mengkritik dan memfitnahnya dg UU ITE.

Demokrasi dilindungi dan sendi2 kehidupan yang harmonis terjaga," ujarnya.



 Mahfud MD lantas memberikan sanggahan, menurutnya, terhukum pertama berdasarkan UU ITE adalah Prita Mulyasari, dan itu terjadi era SBY.

"Salah. Masih ingat Prita Mulyasari? Dialah terhukum pertama berdasar UU ITE itu. Dan itu terjadi Juni 2012, pada era Pak Pak SBY. Putusannya inkracht, tapi dia diputus bebas oleh putusan PK setelah menjalani hukuman," tulis Mahfud MD.

Netizen dengan akun @Marco_Alfa20 lalu memberikan komentar, dengan menyinggung kalai bukan karena SBY, Mahfud MD tidak akan jadi ketua MK.

"Kalau bukan Pak @SBYudhoyono , anda tak pernah merasakan jadi ketua MK.

'BaCrit'.. BanyakCrita aja sampean," kata akun @Marco_Alfa20.

Netter lainnya lantas membantah hal tersebut, seperti yang dilakukan oleh akun @tohari_yusuf.

Tohari menyebut bahwa Mahfud MD termasuk 3 hakim yang dicalonkan DPR.

"Ngelindur!!!!!! bukannya p. Mahfud md itu 3 hakim yg dicalonkan dr DPR dr yg semula 4, dan1 tk lolos seleksi, ingat dr 9 hakim 3 diajukan oleh dpr termasuk mahfud md, kebalik tidur km...," ungkap Tohari.





 Marco kemudian kembali memberikan tanggapannya.

"Wakil di DPR saat itu Partai Pak SBY yg kuasai,,

jangan b*d*h lagi sampean," balas Marco.

Mahfud MD kemudian terlihat memberikan tanggapan atas perdebatan netter tersebut.

Mahfud MD menjelaskan, bahwa ketika diangkat menjadi hakim MK pada tahun 2008, Partai Demokrat masih kecil dan tidak menguasai DPR.

"Keliru juga. Tahun 2008 saat sy diangkat jd hakim MK itu Partai Demokrat msh partai kecil, tak menguasai DPR sama sekali, suaranya hanya 7%," balas Mahfud MD.



 Warganet dengan akun @secret_Govermen terlihat memberikan komentar dengan mengoreksi pernyataan Mahfud MD.

"Maaf prof mungkin prof keliru pak SBY menjabat 2 periode.periode pertama bersama Pak JK dicalonkan oleh PKS PD Golkar separuh PAN PKB PKNU, PNU, PBB, P3 ketika akhir pemerintahan Megawati tepatnya 2004 terjadi tsunami aceh yg menandai pergantian sekaligus pelantikan SBY JK," tulisnya.

Menanggapi koreksi tersebut, Mahfud MD mengatakan bahwa tidak ada yang keliru, dan dirinya hanya meluruskan pernyataan Marco.

"Tdk ada yg keliru. Sy hanya meluruskan @Marco_Alfa20 yg bilang sy diangkat oleh SBY sbg hakim MK ketika DPR dikuasai oleh Partai Demokrat.

Pd-hal saya dipilih oleh DPR ketika PD msh minoritas di DPR dgn hanya 7% kursi di DPR berdasar hasil Pemilu 2004," ungkap Mahfud MD.




 Dikutip dari Kompas.com, Mahfud MD terpilih menjadi hakim konstitusi melalui jalur DPR pada tahun 2008.

Mahfud MD kemudian terpilih sebagai ketua MK selama dua periode, dari 2008-2011 dan 2011-2013.

Pada 2008, Mahfud MD menang atas Jimly Asshiddiqie dalam pemungutan suara sembilan hakim konstitusi di Gedung MK, 19 Agustus 2008.

Pada putaran pertamam Mahfud MD dan Jimly sama-sama mendapat empat suara, 1 hakim konstitusi abstain.

Kemudian pada putaran kedua, Mahfud MD mendapat 5 suara, dan Jimly 4 suara.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Subscribe to receive free email updates: