Mahfud MD Sebut Prabowo 'Keras' dan Jokowi Sederhana, Lihat Gerakan Tangan yang Ia Lakukan

Popnesia.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan jawaban singkat terkait tokoh yang ditanyakan padanya.

Hal ini diungkapkan Mahfud ketika menjadi bintang tamu di acara Q n A Metro Tv, Minggu (24/3/2019).

Melalui tayangan live streaming vidio.com, Mahfud mulanya diminta pembawa acara Andini Effendy untuk memberikan satu kata pada tokoh yang ia sebutkan.


"Pertanyaannya ada dari kami dan netizen ya pak," ujar Andini.

"Yang pertama pendapat bapak mengenai Gus Dur?," tambahnya.

Mendengar pernyataan itu, Mahfud spontan menjawab dengan santai.

"Pluraris demokratis," jawab Mahfud MD.

Saat menjawab itu, Mahfud MD mengangkat tanganya seraya menegaskan jawabannya.

"Joko Widodo?," tanya Andini.

"Joko Widodo sederhana," jawab Mahfud MD lagi.

Serupa saat menjawab soal Gus Dur, Mahfud mengangkat satu tangannya saat menjawab soal Jokowi.

"Prabowo Subianto?," tanya pembawa acara lagi.

"Keras," jawab Mahfud.

Mahfud menjawab pertanyaan soal Prabowo dengan nada lebih tinggi.

Ia juga membuka tangannya seakan menegaskan yang dimaksudkan keras itu seperti apa.

Mahfud mulanya menelengkupkan tangannya dan membuka saat berkata 'keras'.


Pertanyaan tersebut berlanjut hingga ke tokoh-tokoh lainnya.

Mahfud MD Jawab Status Duda Prabowo

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memberikan tanggapan soal status duda calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Hal ini diungkapkan Mahfud melalui Twitter miliknya, @mohmahfudmd, Minggu (10/3/2019).

Mulanya, netizen dengan akun @arman_111213 bertanya pada Mahfud soal status duda Prabowo yang dikaitkan dengan pilpres.

Pemilik akun tersebut juga sempat menyinggung peraturan di Prancis yang mengangkat adik perempuan jika presiden yang terpilih adalah seorang duda.

"Prof,pak Prabowo kan duda

Kalo beliau terpilih, apakah adik perempuan nya yg di angkat menjadi ibu negara..?.

Seperti kejadian di Prancis.

Dan adiknya pak Prabowo Nasrani.

Apakah regulasi nya memungkinkan ketika kepala negara dan ibu negara berbeda agama...?," tanya netizen @arman_111213.

Menanggapi hal itu, Mahfud mengatakan tidak ada aturan yang berlaku di Indonesia untuk presiden yang merupakan seorang duda.

"Itu tak diatur dlm konstitusi & hukum kita.

Jika meminjam kaidah ushul fiqh dlm studi hukum Islam, "al-ashlu fil amri lil ibaahah" berarti boleh.

Jd jika konstitusi & hukum tdk melarang dan tdk mewajibkan sesuatu maka sesuatu itu sah sj dilakukan.

Mau dipilih atau tdk, jg boleh," jawab Mahfud MD.

Sebelumnya, calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, Sandiaga Uno juga pernah mendapat pertanyaan soal status duda Prabowo.

Dilansir oleh Kompas.com, hal ini dikatakan Sandi saat berkunjung ke Pondok Pesantren TPI Nurul Huda, Malang, 12 September 2018 lalu.

Pernyataan Sandi itu diberikan saat ada wanita yang bertanya soal Prabowo yang menduda.

"Yang kita tahu itu Pak Prabowo itu sendirian. Itu menjadi guyonan (bercandaan). Lho, wong mimpin keluarga, rumah tangga tidak berhasil kok mau mimpin negara?" kata salah seorang ibu yang mengaku bernama Sri.

Mendapat pertanyaan yang menggelitik seperti itu, Sandiaga menjawabnya dengan bercanda.

"Emang minat jadi calonnya Pak Prabowo. Hayoo, siapa yang minat angkat tangan. Mana yang jomblo angkat tangan. Enggak ada yang jomblo nih satu pun juga. Nih jomblo nih," kata Sandiaga disambut gelak tawa para ibu - ibu yang hadir.

Sandiaga lalu menambahkan bahwa sosok Prabowo adalah orang yang menaruh perhatian besar untuk keluarga.

"Jadi terima kasih atas perhatiannya. Alhamdulillah saya mengenal Pak Prabowo itu, Bu Jeng Rahayu, lebih dari 20 tahun. Dan Pak Prabowo itu sangat-sangat memiliki perhatian khusus untuk keluarganya," ujar Sandi.


Sandi lalu mengaitkan dengan mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto.

"Alhamdulilah hari ini Mbak Titiek sudah menyemangati beliau," katanya.

Sandiaga Uno pun meminta doa supaya Prabowo dan Titiek rujuk kembali.

"Paling tidak mereka bersama-sama untuk membesarkan putra mereka yaitu Mas Didit," kata cawapres 02 ini.

"Walaupun waktu itu karena politik dan segala macam mereka berpisah dan sekarang mereka sudah komit untuk berkampanye bersama-sama. Doakan saja Insya Allah rujuk lagi, Bu," tambahnya.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)


Subscribe to receive free email updates: