Jokowi Sebut MRT Hasil Putusannya dengan Ahok, Fahri Hamzah dan Said Didu Kompak Tulis Sindiran Begini

Popnesia.com - Fahri Hamzah dan Said Didu kompak membahas soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait proyek MRT pada sebuah media nasional.

Pada artikel tersebut tertulis Jokowi mengklaim bahwa proyek MRT merupakan hasil keputusan politiknya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Tanggapan pertama datang dari sahabat Mahfud MD, Said Didu, yang mengkritik pernyataan Jokowi tersebut.

Melalui cuitannya, Jumat (22/3/2019), Said menyindir Jokowi karena telah membuat klaim MRT merupakan proyeknya.

"Hahaha diklaiam lagi.

Ini pekerjaan lintas pemerintahan.


Lama2 candi borobudur juga diklaim.

Kata pak @RamliRizal "over-claimed"," tulis Said.
 Kicauan Said ini kemudian ditimpali Fahri Hamzah.

Politikus PKS ini pun juga ikut mengaitkan dua candi besar di Jawa, Borobudur dan Prambanan, sama halnya dengan kritikan Said.

"Borobudur dan Prambanan Perlu diresmikan kembali...

dahulu kala, belum sempattt..." tulis Fahri.



 Diberitakan sebelumnya, warga Jakarta berkesempatan untuk menjajal moda transportasi baru, MRT, pada 12-23 Maret 2019.

Dikutip dari Kompas.com, mereka hanya diharuskan untuk mendaftar di laman www.ayocobamrtj.com untuk mendapatkan tiket tanpa dipungut biaya.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi juga sudah menjajal langsung MRT ditemani sejumlah pejabat.

Tak terkecuali Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jokowi sempat menyebut, keputusan untuk menghadirkan MRT Jakarta merupakan keputusan politiknya saat menjabat gubernur DKI bersama Ahok/BTP, yang kala itu wakil gubernur.

"Itu pun putusan politiknya, kita putuskan saat saya jadi Gubernur saat itu dengan Pak Ahok," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Jokowi meminta para pengusaha yang hadir dalam acara itu segera menjajal MRT yang saat ini masih dalam tahap ujicoba.

Ia juga mengatakan, pembangunan MRT di Jakarta sebenarnya sudah terlambat.

Proyek itu menurut dia sudah diajukan sejak 30 tahun silam, tapi selalu ditolak oleh gubernur-gubernur sebelumnya.

Alasannya karena tak membawa keuntungan.

Namun, Jokowi mengaku ia tidak melihat untung dan rugi saat memutuskan untuk membangun MRT.

"Yang namanya transportasi massal itu ya rugi. Saat itu saya dipaparkan rugi. Kalau untung rugi, itu untuk para pengusaha."

"Kalau untuk negara, hitungannya bukan untung dan rugi," kata Jokowi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com

Subscribe to receive free email updates: