Ini Kronologi Kisruh Gerindra dan PAN di Panggung Kampanye Prabowo di Manado

Kampanye Perdana Di Manado, Prabowo Kembali Sampaikan Banyak Visi Dan Misi Tanpa Teks
Popnesia.com - Kampaye calon presiden Prabowo Subianto di Manado Minggu (24/03) sedikit meninggalkan cerita pahit. Hal ini menyusul, pernyataan ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar yang notabene adalah partai pendukung Prabowo Sandi, akan menarik dukungan. Pernyataan Bupati Boltim itu diungkapkan usai pelaksanaan kampanye kemarin.

Usut diusut rupanya pernyataan Sehan Landjar tersebut, disebabkan terjadinya sedikit kisruh di panggung kampanye, antara Kader PAN Bobby Daud dan wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut Alvin Ruatan.Hal itu diungkapkan Alvin Ruatan saat di hubungi Totabuan News Senin (25/03).

Alvin sedikit menceritakan krnologi terjadinya kisruh antara dirinya dan Bobi Daud. “Kampaye kemarin itu kampanye mendadak, sebenarnya tidak ada jadwal di Manado. Hanya karena ada beberapa pertimbangan, akhirnya pak prabowo menyempatkan waktu di Manado,” ungkap Alvin.

Nah, kata Alvin, saat menunggu kehadiran capres Prabowo, diatas panggung sudah mulai ramai dengan kader-kader partai pendukung termasuk PAN dan Gerindra. “Pas masuk jam persiapan ada petugas acara tiga orang diatas. Memang kondisi panggung hanya 20 kursi, itu hanya untuk beberapa pimpinan partai, salah satu pak sehan,” kata Alvin.

Lanjut Alvin, Prabowo tiba sekitar jam 12 siang. Saat acara baru akan dimulai, kader PAN Bobby Daud langsung menyerobot dan mengambil mic. “Padahal satu jam sebelumnya, selaku panitia saya sudah ingatkan tak lama lagi capres kita akan datang,” ujar Alvin.

Lanjut Alvin, pihaknya juga sudah mengingatkan kepada Bobby Daud, nanti sebelum acara akan ada pembacaan doa yang akan dipimpin oleh salah satu orang yang sudah disiapkan panitia. “Tapi si Boby tidak mengindahkan itu. Padahal kita sudah punya round down acara. Nah, malah Bobby tak memberikan mic itu ke panitia. Sehingga saya harus menegurnya, dan tidak ada aksi merampas mic seperti yang sudah ramai dibicarakan. Mic pun kami ambil secara baik-baik dan diberikan secara baik-baik, tapi bukan lagi bobi yang menyerahkan,” cerita Alvin.

Anehnya kata Alvin, setelah itu Bobby Daud datang mendekatinya dan berbuat agak kasar, sehingga terjadilah sedikit insiden.

Disisi lain, soal pernyataan Sehan Landjar akan menarik dukungan, Alvin menyebut itu sikap yang terlalu terburu-buru. “Jujur saja pak Sehan itu jarang hadir di rapat tim, sehingga kemungkinan beliau jarang mendapatkan informasi terkait pemenangan prabowo sandi,” tutup Alvin.


Totabuan News



Subscribe to receive free email updates: