Alphard Prabowo di Cianjur Milik Pendukung ISIS, Ferdinand Pertanyakan Jiwa Pancasila Jokowi


Popnesia.com - Kunjungan Prabowo Subianto ke Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/3) kemarin masih menyisakan menjadi perbincangan. Selain video ia memarahi ajudannya, juga berkenaan dengan mobil mewah yang ia tumpangi untuk menuju Gedung As Sakinah, Cianjur.

Mobil mewah Toyota Alphard hitam dengan nopol F 064 RIS itu diketahui milik warga Cianjur, Chep Hernawan yang tidak lain adalah Ketua Umum DPP Gerakan Reformasi Islam (Garis).

Chep juga dikenal sebagai pengusaha yang pernah diduga terlibat dengan kelompok jaringan ISIS di Indonesia. Chep juga pernah mengaku sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia.

Namun, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahean memastikan tidak ada yang salah dengan mobil yang ditumpangi oleh Prabowo di Cianjur itu.

Apalagi, kata dia, sampai kini belum ada status hukum yang dapat membuktikan keterlibatan Chep dengan kelompok ISIS.

“Tidak ada yang salah dengan mobil yang ditumpangi oleh Pak Prabowo. Tidak ada yang salah juga dengan pemiliknya, karena sampai hari ini kan, beliau (Chep) tidak bersalah secara hukum atau apapun,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Rabu (13/3/2019).

Ferdinand berharap, tidak ada pihak yang melakukan stigma negatif pada kontestasi pemilihan presiden kali ini.

Termasuk juga dengan anggapan bahwa Prabowo-Sandi bakal membahayakan pancasila dan NKRI.

“Kita ini terlalu sering menciptakan stigma negatif hanya untuk urusan politik. Menurut kami, mau Prabowo numpangin mobil siapa tidak ada masalah itu,”

“Yang penting bahwa Pak Prabowo tidak pernah menyatakan akan memerangi Pancasila,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat itu juga memastikan, tak ada pihak yang meragukan Prabowo dalam menjaga pancasila. Sebagai sosok yang pernah aktif di militer, Prabowo pernah bersumpah sapta marga.

“Sampai saat ini Prabowo lah yang kita anggap paling akan mampu menjaga pancasila karena beliau tentara tulen, darahnya sapta marga,”

“Malah saya agak khawatir dengan Jokowi yang tidak punya darah Sapta Marga, tidak mampu menjaga pancasila,” tutur dia.

Atas dasar itu, pihaknya menolak adanya anggapan bahwa Prabowo bakal membahayakan pancasila. Sebaliknya, dia justru khawatir dengan perpecahan yang terjadi di pemerintahan Jokowi.

“Kalau ada yang menstigmakan Prabowo pakai mobil ormas garis keras, garis keras apaan? Tidak jelas itu,”

“Kami menolak stigma seperti itu dan saya yakini bahwa Prabowo lah yang mampu menjaga pancasila dan mampu menjaga kesatuan NKRI ini,” tegasnya.

Kedekatan Prabowo-Sandi dengan islam konservatif juga pernah diungkapkan oleh LSI Denny JA.

Dari total responden 1.200, sebanyak 54,1 persen yang merupakan pemilih Prabowo-Sandi menginginkan Indonesia seperti Timur Tengah.

Angka itu turun dari survei Januari 2019 yang sebesar 67,6 persen.

Sebagai informasi, Chep Hernawan pernah ditangkap polisi lantaran memiliki atribut ISIS dan mengaku sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia pada 12 Agustus 2014 lalu.

Atribut ISIS yang ditemukan di kediaman Chep Hernawan berupa dua buah bendera, lima topi, empat kaus, satu pin, tiga sebo (penutup muka), dan satu bendera organisasi Garis.

Dia bersama enam rekannya ditangkap di Cilacap, Jawa Tengah. Namun, kepolisian melepas Chep dan enam rekannya karena kesulitan menjerat Chep dan kawan-kawan dengan Undang-Undang Terorisme ataupun produk hukum lainnya.

Pojoksatu.id

Subscribe to receive free email updates: