Jokowi Merasa Selalu Dihina dan Direndahkan: Sudah Saatnya Saya..................!

Popnesia.com - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menumpahkan uneg-unegnya di hadapan orang-orang yang dulu pernah berkarya bersamanya saat masih menjadi pengusaha mebel.

Usai menyapa para eksportir mebel dalam pidatonya, capres yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu lantas menyapa tukang kayu, tukang amplas, operator mesin hingga tukang packing.

Namun setelah itu, Jokowi yang merupakan Presiden RI saat ini mengungkapkan jika dirinya sudah saatnya menjawab karena selama empat tahun dihina, dimaki hingga direndahkan.

Bahkan lanjut dia, selam ini muncul semburan informasi tentang dirinya yang jelas-jelas kebohongan dan fitnah.

"Tapi sudah saatnya menjawab, jangan sampai dipikir saya sabar, dihina, dimaki-maki, dan direndahkan," ungkapnya saat memberikan arahan saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). 

"Dipikir saya takut!," terang dia menegaskan dengan menaikkan suara.

Bagi mantan Gubernur DKI itu, tidak ada rasa takut sekecil apapun terhadap semburan fitnah yang muncul di mana-mana, terutama media sosial (medsos).

Jokowi membeberkan, dirinya sengaja tidak menjawab berbagai tuduhan fitnah karena ingin bekerja dengan baik.

"Saya hanya kerja, kerja pagi sampai pagi, pagi sampai malem, ya kerja saja," aku dia.

"Makanya sudah empat tahun ini saya tidak menjawab," jelasnya.

Propaganda ala Rusia

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada sejumlah isu miring yang dialamatkan kepada dirinya merupakan model teori propaganda ala Rusia.

Menurut Jokowi, sejumlah isu yang menyasar dirinya di antaranya terkait tuduhan 'Jokowi antek asing', 'Jokowi PKI' hingga 'Jokowi anti ulama dan Islam'.

"Antek asing enggak mempan, timbul Jokowi PKI, logikanya kan enggak masuk, saya lahir 1961, PKI dibubarkan 1965/1966 saat umur saya 4 tahun, apa ada balita PKI," katanya disambut meriah ribuan pendukungnya saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). 

"Terus ganti lagi anti ulama, anti islam, loh...loh..loh," aku dia tertegun saat acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh nasional.

"Yang keluar masuk pondok pesantren setiap minggu siapa? Yang tanda tangan Perpres Hari Santri siapa? Sekarang wakil saya siapa?" lanjutnya.

Jokowi yang saat ini menjadi Presiden RI itu melanjutkan, jika diungkapkan sehari semalam, isu-isu yang menerpa dirinya tidak akan rampung dibicarakan.

"Waktu tinggal dua bulan lagi, kita bekerja menyampaikan hal-hal yang benar," jelasnya.

"Sampaikan kepada teman-teman dan handai taulan, jangan dibalik-balik," terang dia menegaskan.

Pasalnya, lanjut dia, isu-isu yang tidak benar karena dibolak-balik tersebut seperti teori propaganda ala Rusia yakni dengan menyemburkan dusta, kebohongan hingga hoaks sebanyak-banyaknya sehingga membuat masyarakat menjadi ragu.

"Memang teorinya seperti itu, yang dipakai konsultan asing," ungkapnya.

Untuk itu pihak yang menghembuskan isu tersebut tidak memikirkan efek yang bisa membuat pecah belah terhadap rakyat.

"Ya enggak mikir memecah belah rakyat atau tidak, mengganggu ketenangan atau tidak, membuat rakyat takut atau tidak, kan enggak peduli," jelas dia.

"Yang dipakai konsultannya, konsultan asing!," terang dia menegaskan kembali. (*) 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Merasa Selalu Dihina dan Direndahkan: Sudah Saatnya Saya Menjawab, Dipikir Saya Takut!,

Subscribe to receive free email updates: