Hotman Paris Hutapea Kritik Proyek Infrastruktur Tol Mangkrak dan Bikin Banjir Era Presiden Jokowi Lalu Bilang Begini…….


Popnesia.com - HOTMAN Paris Hutapea mengkritik proyek infrastruktur tol mangkrak yang dikerjakan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi.

Proyek infrastruktur tol mangkrak ditunjukkan Hotman Paris Hutapea dalam sebuah video yang diambil pagi ini, Rabu (30/1/2019).

Proyek infrastruktur tol mangkrak itu juga menyebabkan banjir di sekitar proyek tersebut di kawasan Kelapagading, Jakarta Utara.

Hotman Paris Hutapea melalui video yang diunggah di akun instagramnya menunjukkan banjir menggenangi kawasan Kelapagading, Jakarta Utara.

Di samping itu, di sekitar lokasi proyek infrastruktur tol mangkrak itu, yakni Jalan Tol Kelapagading, banyak terjadi kerusakan jalan.

"Kelapa gading Permai (proyek) jalan tolnya mangkrak. Jalan berlubang-lubang," ujar Hotman Paris Hutapea mengawali penjelasan di video tersebut.

Menurut Hotman Paris Hutapea, saat ini juga hanya ada beberapa pekerja yang berpura-pura sedang mengerjakan proyek tersebut.

Tetapi, pekerjaan infrastruktur jalan tol yang hanya dilakukan beberapa orang itu tidak berdampak secara signifikan dalam perkembangan proyek infrastruktur tol mangkrak tersebut.

"Jalan tolnya pura-pura dikerjain, tiga lima orang. Tapi sebenarnya, tidak ada perkembangan apa pun," ujar Hotman Paris Hutapea.

Anehnya lagi, kata Hotman Paris Hutapea, jalan tol ini rencananya memang akan menyambung ke Sunter, Jakarta Utara,  untuk selanjutnya tersambung ke jalan tol ke Cengkareng, Jakarta Barat.

"Tapi di daerah Sunter sendiri tanahnya pun belum dibebasin. Terus bagaimana jalan tol ini. Berarti buntu dong jalan tolnya. Ngegantung. Kepotong, karena tanahnya belum dibebasin," ujar Hotman Paris Hutapea.

Karena itu, Hotman Paris Hutapea pun mempertanyakan manajemen proyek tersebut dan maksud pekerjaan infrastruktur tol mangkrak itu.

"Terus kenapa buru-buru dan sekarang mangkrak juga di Kelapagading. Kasihan orang Kelapagading," ujar Hotman Paris Hutapea.

Simak video Hotman Paris Hutapea kritik proyek infrastruktur tol mangkrak di Kelapagading, Jakarta Utara.

Warga Korban Gusuran Proyek Infrastruktur

Sebelumnya diberitakan, warga yang terkena proyek Tol Dalam Kota Ruas Sunter-Pulogebang diminta untuk mempertimbangkan appraisal atau nilai aset rumahnya.

Sebelumnya, warga diajak musyawarah bentuk ganti rugi pengadaan tanah Jalan Tol Dalam Kota Ruas Sunter-Pulogebang digelar di Kantor Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).

Lurah Pegangsaan Dua Abdul Buang mengatakan, ada 86 bidang dengan 160 KK di RT 003/RW 004 Pegangsaan Dua yang terdampak proyek pengadaan tanah untuk proyek jalan tol itu.

“Untuk saat ini yang kena trase 86 bidang dengan hampir 160 KK dan alhamdulillah hadir. Semua menyetujui kesepakatan yang kita siapkan dan alhamdulillah appraisal juga menerima,” ucapnya, Selasa (30/10/2018).

Buang mengatakan, hanya bangunan saja yang diganti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pasalnya, bangunan tersebut berada di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tadi juga appraisal laksanakan pemberitahuan harga dengan cara memberikan amplop. Kita tidak tahu masyarakat yang tahu dengan apprasial,” ucapnya.

Selanjutnya, masyarakat mulai besok sudah bisa mulai membuat pernyataan kepemilikan bangunan di atas lahan negara.

Prosesnya akan disaksikan pengurus RT/RW dan kelurahan yang akan  disampaikan ke Kementerian PUPR.

“Dan insya Allah akan dibayar. Menurut informasi yang saya terima dan rapat tadi dari kementerian, lebih cepat mereka sampaikan lebih cepat pembayaran,” ucapnya.

Sementara warga yang merasa tidak puas dengan nilai appraisal, bisa mengajukan keberatannya selama 14 hari ke depan.

Apabila hingga waktu yang telah ditentukan tidak mengajukan keberatan, maka warga dianggap setuju.

“Apabila ada yang keberatan luas, harga segala macam kita berikan kesempatan untuk menyanggah selama 14 hari kerja, boleh sampaikan keberatan," ucapnya.

"Kalau nggak berarti menyetujui dan apabila nanti pemerintah sudah sampai saatnya pakai lahan itu, kalau belum ada kesepakatan, kita akan konsinyasi ke pengadilan,” katanya.

Sementara itu, seorang warga, Usma (51) mengaku puas dengan nilai appraisal terhadap bangunan rumahnya seluas 23 meter persegi.

Bangunan yang sudah ditempati sejak 15 tahun silam itu dihargai Rp 85 juta.

“Kalau menolak, nggak, kalau ini hitungannya setuju aja,” ucap Usma.

Usma pun mengaku belum tahu akan pindah ke mana setelah rumah yang ditempati akan dipakai untuk pengadaan Jalan Tol Dalam Kota Ruas Sunter-Pulogebang.

Dia masih mempertimbangkan sejumlah lokasi untuk hunian barunya.

Proyek Kelapagading Dimulai 2016 sampai Kini Belum Jelas

Kompas.com memberitakan, sejumlah pengerjaan pembangunan sedang berlangsung di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proyek tersebut di antaranya adalah jalan layang, kereta ringan (LRT), dan jalan tol bagian dari proyek enam ruas tol

dalam kota Jakarta.

Hingga Kamis (24/11/2016) siang, semua aktivitas proyek berlangsung bersamaan dengan padatnya arus lalu lintas di kawasan itu.

Pengerjaan proyek LRT telah masuk ke dalam kawasan Kelapa Gading, khususnya di Jalan Boulevard Raya.

Agustian (47), warga Kelapa Gading, bingung untuk memilih jalur ketika ingin menuju lokasi kerjanya di Bekasi.

"Mau lewat depan (Jalan Boulevard) macet, lewat belakang ke Pegangsaan Dua juga macet. Di sana ada pekerjaan juga. Apalagi kalau pagi dan sore, gak ada jalan lagi," kata pekerja swasta ini.

Berjarak sekitar 500 meter, tepatnya di Jalan Boulevard Timur, pekerja juga terus melaksanakan proyek pembangunan. Jalan layang dua jalur telah berdiri meski masih ada yang belum tersambung. Akan tetapi, di beberapa bagian, ada pilar besar di antara kedua jalur itu.

"(Pilar) Ini proyek yang berbeda. Kalau kami sedang kerjain yang jalan layang, satunya lagi itu untuk jalan tol. Jalan tol nanti di atas jalan layang," ucap salah satu pekerja. Keduanya memang dua proyek terpisah.

Jalan layang dikerjakan pihak swasta, menghubungkan Jalan Boulevard Timur dan Jalan Pegangsaan Dua.

Proyek jalan lainnya bagian dari proyek enam ruas tol, seksi Sunter-Pulo Gebang, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pada bagian Tol Sunter-Pulo Gebang sudah berdiri tujuh pilar di bagian tengah jalan yang dikerjakan PT Pembangunan Jaya.

Camat Kelapa Gading Yusuf Madjid mengatakan, pihaknya tidak begitu paham dengan model dan desain kedua proyek jalan tersebut. Pihaknya hanya memfasilitasi pembebasan lahan.

"Kemarin untuk Tol Sunter-Pulo Gebang ada pertemuan sosialisasi kembali. Untuk jalan layang itu sudah lama," ucap Yusuf.

Menurut Yusuf, pihaknya menyiagakan 11 anggota Satpol PP setiap hari untuk membantu mengatur arus lalu lintas.

Masih ada petugas dinas perhubungan dan polisi yang turut berjaga.

Megaproyek enam ruas tol senilai Rp 42 triliun itu dimulai tahun ini untuk tahap pertama, yaitu ruas Semanan-Sunter (20,23 kilometer) dan Sunter-Pulo Gebang (9,44 km). Tol ini ditargetkan selesai 2018 menjelang Asian Games.

Tahap kedua ruas Duri Pulo-Kampung Melayu (12,65 km) dan Kemayoran-Kampung Melayu (9,60 km). Tahap ketiga Ulujami-Tanah Abang (8,7 km) dan terakhir Pasar Minggu-Casablanca (9,15 km) (Kompas, Rabu 17/2).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menuturkan, pembangunan tujuh pilar itu bagian dari persiapan pembangunan ke depan. (pro)


Wartakota

Subscribe to receive free email updates: