Berdebat Seru Saling Tunjuk dengan Relawan Jokowi Mania, Politisi Demokrat Sampai Keluarkan Ancaman Ini

Popnesia.com - Ardy Mbalembout selaku Sekretaris Divisi Hukum Partai Demokrat berdebat panas dengan Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezzer.

Dilansir oleh TribunWow.com, kejadian itu terlihat saat keduanya menjadi narasumber di acara Spesial Report, iNews, Senin (7/1/2019).

Perdebatan mereka terjadi karena mengomentari soal kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang turut menyeret nama Andi Arief.

Mulanya, Immanuel mengomentari kasus Andi Arief yang melaporkan ke Bareskrim, orang-orang yang memfitnah dirinya.

Menurut Immanuel, seharusnya Andi Arief terlebih dahulu lapor di institusi partainya bila ada yang berkaitan dengan pemilu.

"Andi Arief baru sadar hukum, seharusnya dia ketika ada persoalan pemilu dia bisa lapor di institusi partainya, atau kalau tidak di badan hukumnya Partai Demokrat, di luarnya lagi ada yang namanya badan pengawas pemilu, ketiga baru ke kepolisian," ujar Immanuel.

Lalu ia menambahkan, dirinya kaget Andi Arief melapor ke Bareskrim atas orang-orang yang menudingnya sebarkan hoaks.

"Saya kaget juga kok Andi Arief melapor ke Bareskrim, gak lapor ke Facebook, Twitter atau ke media sosial lainnya, saya kaget juga sejak kapan Twitter menjadi anggota badan pemilihan Demokrat," tambahnya.

Mengomentari hal itu, Ardy mengatakan bahwa Immanuel tidak paham soal hukum.

"Jadi Bung Noel ini beliau ini harus belajar banyak baca buku hukum," kata Ardy.

"Seolah-oleh beliau sebagai pihak kepolisian, dari mana, orang polisi yang mewakili negara saja belum menemukan yang mana hoaks yang dibuat Andi Arief tersebut, dia sudah berani-beraninya," ujarnya.

Belum usai Ardy mengutarakan pendapatnya, perdebatan terjadi di antara keduanya.

Keduanya saling berebut untuk bicara hingga tak bisa didengarkan dengan jernih perkataannya.

"Satu-satu bapak kalau bicara, tidak terdengar," ucap pembawa acara mencoba menengahi.

Namun keduanya masih saling berpendapat dan saling tunjuk.

Ardy pun memberikan ancaman pada Immanuel akan melaporkannya ke polisi Hari Kamis.

Laporan ini diberikan Ardy karena Immanuel telah menyeret-nyeret Partai Demokrat.

"Oleh karena itu saya akan katakan hari ini, bahwa dia akan saya laporkan ke kepolisian Hari Kamis, bukan Andi Arief yang melaporkan tapi saya pribadi, karena tadi Partai Demokrat sempat dibawa-bawa orang ini," katanya.

Namun, Immanuel mengacuhkan perkataannya dan masih melanjutkan untuk berdebat.

Keduanya saling serang hingga 2 menit tanpa henti.

Mereka baru berhenti berdebat ketika pembawa acara bertanya soal ancaman Andi Arief yang akan geruduk rumah sejumlah orang.

Diketahui, Andi Arief selaku Wasekjen Demokrat resmi melaporkan beberapa orang yang menyebut dirinya sebagai penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.

Orang yang dilaporkan Andi antara lain Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Arya Sinulingga, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, anggota Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin, dan politikus Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli, serta Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan.

Ia melapor ke Bareskrim Polri pada Senin (7/1/2019) malam.

Kuasa hukum Andi Arief, Irwin Idrus menuturkan mereka diduga melakukan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik dan pencemaran nama baik.

"Hari ini Andi Arief yang merasa dicemarkan nama baiknya, melaporkan balik terhadap pihak-pihak yang dianggap telah melanggar haknya," ujar Irwin pada Kompas.com.

Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Polri dengan Nomor LP/B/0033/I/2019/BARESKRIM tanggal 7 Januari 2019.

Kelima orang yang dilaporkan itu disangka dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.

Lihat videonya:



(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Subscribe to receive free email updates: